Emas Berkilau Didukung Permintaan Safe-Haven di Tengah Penurunan Harga Minyak
Wednesday, March 11, 2026       13:31 WIB
  • Emas naik didorong safe-haven dan inflasi mereda.
  • Pelepasan cadangan minyak IEA dan konflik Timur Tengah dukung harga emas.
  • Investor tunggu data inflasi AS dan potensi pemotongan suku bunga the Fed.

Ipotnews - Emas menguat, Rabu, didorong permintaan safe-haven dan meredanya kekhawatiran inflasi akibat penurunan harga minyak. Kenaikan tersebut juga memunculkan ekspektasi kemungkinan pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini, menjelang data inflasi Amerika yang dinanti investor.
Emas spot naik 0,25% menjadi USD5.206,69 per ons pada pukul 13.21 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April turun 0,51% jadi USD5.215,40 per ons, demikian laporan  Reuters  dan  Bloomberg,  di Bengaluru, Rabu (11/3).
Kejatuhan harga minyak di bawah USD90 per barel dipicu laporan Badan Energi Internasional (IEA) berencana melakukan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah untuk menahan lonjakan harga.
"Dengan kekhawatiran inflasi yang mulai mereda, sifat lindung nilai dan safe-haven emas kembali menjadi sorotan. Dari level saat ini, kami tetap optimistis," kata Nikos Kavalis, Managing Director Metals Focus Singapura.
Sementara itu, Amerika dan Israel melancarkan serangan udara yang disebut Pentagon dan Iran sebagai yang paling intens sejak perang dimulai, meski pasar global memperkirakan Presiden Donald Trump akan berupaya mengakhiri konflik dalam waktu dekat.
Perang tersebut secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global, sehingga kapal tanker terjebak lebih dari seminggu dan produsen terpaksa menghentikan output akibat kapasitas penyimpanan yang penuh, mendorong harga energi meroket.
Logam kuning, yang secara tradisional dianggap sebagai aset safe-haven, melesat lebih dari 20% sepanjang tahun ini, mencatat rekor tertinggi berturut-turut di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang meningkat.
"Saya pikir sangat mungkin emas akan mencapai lebih dari USD6.000 per ons pada kuartal ketiga atau keempat tahun ini, mungkin lebih tinggi lagi di awal tahun depan," ujar Kavalis.
Pasar menantikan data indeks harga konsumen (CPI) Amerika untuk Februari, yang akan dirilis hari ini, serta indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) -- indikator inflasi pilihan the Fed -- pada Jumat.
Investor memperkirakan the Fed akan mempertahankan suku bunga pada akhir pertemuan dua hari, 18 Maret, tetapi masih melihat kemungkinan minimal dua kali pemotongan suku bunga tahun ini, menurut FedWatch Tool CME Group.
Logam lain, perak spot turun 0,2% menjadi USD88,24 per ons. Platinum spot naik 0,1% ke posisi USD2.202,52, sedangkan paladium bertambah 0,9% jadi USD1.669,82 per ons. (Reuters/Bloomberg/AI)

Sumber : Admin