Elnusa Petrofin Rayakan 30 Tahun, Perkuat Digitalisasi dan Penyaluran Biosolar B50
Saturday, July 11, 2026       23:09 WIB

AI News - PT Elnusa Petrofin merayakan ulang tahun ke-30 pada Sabtu, 11 Juli 2026, sekaligus memperkuat transformasi digital operasional serta mendukung transisi energi lewat penyaluran perdana biosolar B50, sejalan dengan komitmen Green Terminal dan agenda Net Zero Emissions 2060 di seluruh Indonesia.

Poin Penting

  • Usia perusahaan mencapai 30 tahun sejak didirikan pada 5 Juli 1996.
  • Implementasi Road Traffic Control dengan GPS dan AI serta Remote Asset Daily Activity Recorder untuk pemantauan armada secara real.
  • Penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal Pulau Laut, Kalimantan Selatan.
  • Pelaksanaan 1.010 program CSR pada tahun 2025 yang menjangkau lebih dari 52.000 penerima manfaat.
  • Pengembangan Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon yang mengintegrasikan ESG, ekonomi sirkular, dan teknologi ramah lingkungan.

Bagaimana Transformasi Digital RTC dan RADAR Meningkatkan Efisiensi Distribusi Energi?


Investor.id melaporkan bahwa penerapan Road Traffic Control (RTC) dan Remote Asset Daily Activity Recorder (RADAR) secara signifikan meningkatkan efisiensi distribusi energi Elnusa Petrofin. RTC menggabungkan pelacakan GPS dan kamera berbasis kecerdasan buatan untuk memantau pergerakan armada, perilaku pengemudi, kepatuhan kecepatan, serta penyimpangan rute secara waktu nyata. Sementara RADAR memfokuskan pengawasan pada aktivitas aset di lokasi terpencil, memastikan integritas peralatan dan mendeteksi anomali operasional segera. Kedua sistem bersama-sama mengoptimalkan proses, mengurangi waktu henti, meningkatkan keselamatan kerja, dan menurunkan risiko insiden, yang tercermin dalam peningkatan operational excellence dan standar HSSE . Bagi investor, peningkatan produktivitas dan keamanan ini memperkuat keandalan pasokan energi nasional serta posisi kompetitif perusahaan di pasar logistik energi yang semakin menuntut.

Apa Signifikansi Penyaluran Biosolar Industri B50 bagi Transisi Energi Indonesia?


Menurut Kontan, penyaluran perdana Biosolar Industri B50 menandai langkah penting perusahaan dalam mendukung transisi energi rendah karbon. Biosolar B50, dengan kandungan bio sebesar 50 %, diproduksi secara domestik dan pertama kali dikirim dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Penggunaan bahan bakar ini dapat mengurangi emisi CO2 secara signifikan dibandingkan bahan bakar fosil, selaras dengan target Net Zero Emissions 2060 yang dicanangkan pemerintah. Distribusi tersebut memperluas akses bahan bakar bersih ke sektor industri dan maritim, sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber energi. Bagi pemangku kepentingan, keberhasilan ini menunjukkan kesiapan Elnusa Petrofin berkontribusi pada agenda energi berkelanjutan serta meningkatkan citra perusahaan di mata regulator dan konsumen.

Bagaimana Green Terminal serta Praktik ESG Mendukung Target Net Zero 2060 Elnusa Petrofin?


Data dari Investor.id menunjukkan bahwa pengembangan Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong memperkuat komitmen ESG perusahaan. Green Terminal mengintegrasikan manajemen lingkungan, digitalisasi operasi, teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkular, serta upaya konservasi biodiversitas dalam satu platform operasional. Implementasi tersebut mencakup pengelolaan limbah yang ketat, program penghijauan, serta pemanfaatan energi terbarukan di fasilitas, sehingga secara kolektif menurunkan jejak karbon operasional. Kombinasi inisiatif ESG ini membantu Elnusa Petrofin mendekati target Net Zero Emissions 2060, sekaligus meningkatkan reputasi perusahaan di mata regulator dan investor yang semakin menuntut kinerja keberlanjutan. Dengan menonjolkan praktik ESG, perusahaan membuka peluang pendanaan hijau dan memperkuat daya saingnya dalam pasar energi yang tengah bertransformasi.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News