- Harga emas stabil di sekitar USD5.017,53, terdorong depresiasi dolar dan imbal hasil US Treasury rendah.
- Harga minyak tetap di atas USD100 akibat konflik AS-Israel vs Iran, mendorong inflasi dan minat emas sebagai lindung nilai.
- Logam mulia lain menguat: perak, platinum, dan paladium naik; Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga.
Ipotnews - Harga emas relatif stabil pada perdagangan Senin setelah sebelumnya merosot hampir 1%, karena depresiasi dolar membantu mengimbangi memudarnya harapan pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat di tengah harga energi yang tinggi.
Emas spot tercatat tidak berubah di level USD5,017,53 per ons pada pukul 08.01 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April turun 0,8% menjadi USD5,020,90 per ons, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Senin (16/3).
Dolar sedikit melemah, membuat komoditas yang dihargai dalam greenback seperti emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Turunnya imbal hasil US Treasury bertenor 10-tahun turut meningkatkan daya tarik logam kuning sebagai aset non-yielding.
Pergerakan emas ini terjadi di tengah harga minyak yang tetap berada di atas USD100 per barel karena perang antara Amerika dan Israel melawan Iran memasuki pekan ketiga. Konflik tersebut menempatkan infrastruktur minyak di Timur Tengah dalam risiko dan menutup Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan minyak global.
Kenaikan harga minyak mendorong inflasi dengan meningkatkan biaya transportasi dan produksi, sehingga emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga tinggi membuat aset berimbal hasil tetap lebih menarik, menekan minat terhadap emas.
Presiden AS Donald Trump mengancam serangan lebih lanjut terhadap pusat ekspor minyak utama Iran, Pulau Kharg, dan menegaskan dia belum siap menegosiasikan akhir perang.
Trump juga menekankan bahwa negara-negara yang sangat bergantung pada minyak dari Teluk Persia memiliki tanggung jawab untuk melindungi Selat Hormuz. Laporan Wall Street Journal menyebutkan pemerintahan Trump berencana mengumumkan minggu ini pembentukan koalisi internasional untuk mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz.
Sementara itu, pasar logam mulia lainnya bergerak positif. Spot perak naik 0,4% menjadi USD80,88 per ons, platinum menguat 0,9% jadi USD2,049,50 per ons, dan paladium meningkat 0,3% ke posisi USD1,556,50 per ons.
Di sisi kebijakan moneter, Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan Rabu, menandai pertemuan kedua berturut-turut tanpa perubahan tingkat suku bunga, meski ketegangan geopolitik dan tekanan inflasi akibat energi tetap menjadi faktor yang diawasi ketat oleh investor global. (Reuters/AI)
Sumber : Admin