- Dow turun 1,09%, S&P 500 melemah, Nasdaq naik 0,20%.
- Sentimen pasar tertekan oleh memanasnya konflik AS-Iran dan lonjakan harga minyak.
- Saham chip menguat dipimpin Nvidia dan Broadcom, menopang kenaikan Nasdaq.
Ipotnews - Indeks utama Wall Street berakhir variatif, Rabu, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran telah berakhir. Pernyataan tersebut memicu kembali kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah, meski penguatan saham semikonduktor berhasil menopang Nasdaq.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup turun 0,28% atau 21,14 poin menjadi 7.482,71, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 1,09% atau 576,76 poin ke posisi 52.348,39, sedangkan Nasdaq Composite Index menguat 0,20% atau 51,96 poin jadi 25.870,65, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Rabu (8/7) atau Kamis (9/7) pagi WIB.
Dalam pidatonya di KTT NATO di Turki, Trump mengatakan tidak lagi berminat melanjutkan perundingan dengan Iran dan memperingatkan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan melancarkan serangan tambahan pada Rabu malam.
Pernyataan tersebut menjadi pukulan terbaru terhadap harapan pasar akan tercapainya perdamaian setelah proses negosiasi sebelumnya beberapa kali diwarnai perubahan sikap, mulai dari ancaman eskalasi hingga optimisme diplomasi. Kondisi itu membuat pelaku pasar kembali berhati-hati.
Senior Investment Strategist U.S. Bank Wealth Management, Rob Haworth, mengatakan lamanya konflik akan menjadi faktor penentu bagi arah pasar ke depan. Menurutnya, apabila infrastruktur Iran mengalami kerusakan lebih besar dan memicu aksi balasan dari Teheran, pasar kemungkinan akan merespons dengan tekanan yang lebih dalam.
Di pasar saham, SpaceX melemah 0,8% ke level USD148,38, menjadi harga penutupan terendah sejak perusahaan antariksa tersebut melantai di bursa pada 12 Juni.
Saham teknologi berkapitalisasi besar juga bergerak melemah. Microsoft dan Alphabet masing-masing melorot lebih dari 1%, sementara Meta Platforms kehilangan 2%.
Di sisi lain, Broadcom melonjak 4,8% setelah Apple mengumumkan akan menggelontorkan lebih dari USD30 miliar dalam perjanjian pasokan chip yang disepakati dengan perusahaan tersebut pada awal pekan ini. Kenaikan Broadcom membantu mempertahankan Nasdaq tetap berada di zona hijau.
Chief Market Strategist B. Riley Wealth, Art Hogan, mengatakan pengumuman Apple menjadi katalis positif bagi Broadcom. Menurutnya, penggunaan teknologi Broadcom oleh Apple, yang memiliki sekitar 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia, merupakan sinyal positif terhadap prospek bisnis perusahaan.
Sementara itu, Nvidia melesat 3,65% setelah The Information melaporkan bahwa China berencana mengizinkan perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI) terbesarnya membeli chip H200 buatan Nvidia dalam jumlah terbatas.
Secara keseluruhan, indeks semikonduktor PHLX melompat 2,23%, mencerminkan masih kuatnya minat investor terhadap saham chip.
Sebanyak sembilan dari sebelas sektor utama dalam indeks S&P 500 ditutup di wilayah negatif. Sektor industri memimpin pelemahan dengan penurunan 3,41%, disusul sektor material yang terkoreksi 2,45%.
Di pasar komoditas, harga minyak melonjak setelah pernyataan Trump, dengan kontrak minyak Brent ditutup melesat 5,2%. Imbal hasil US Treasury juga naik seiring aksi jual yang meluas ke pasar obligasi.
Eskalasi terbaru konflik Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu reli Wall Street yang mengangkat indeks S&P 500 sekitar 9% sepanjang tahun ini, meski sebelumnya sempat tertekan saat perang di kawasan tersebut pecah.
Kenaikan kembali harga minyak juga memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan meningkat, sehingga berpotensi mempersulit langkah Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Saham sektor perjalanan yang sensitif terhadap harga energi ikut mengalami tekanan. United Airlines dan Delta Air Lines masing-masing turun lebih dari 1% akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap kenaikan biaya bahan bakar dan prospek permintaan. Sementara itu, operator kapal pesiar Carnival anjlok 3,9% dan Norwegian Cruise Line menyusut 1,9%.
Di sisi makroekonomi, Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3% dan memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah masih menjadi salah satu risiko utama bagi perekonomian dunia.
Risalah rapat Federal Reserve pada Juni juga menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pejabat bank sentral terhadap inflasi. Dokumen tersebut mengindikasikan pembuat kebijakan mengikuti pendekatan Chairman Kevin Warsh yang lebih berhati-hati terhadap pelonggaran kebijakan moneter.
Sejalan dengan itu, pelaku pasar kini memperkirakan the Fed berpeluang menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember, berdasarkan indikator FedWatch Tool CME Group.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun di dalam indeks S&P 500 mengungguli saham yang naik dengan rasio sekitar 3,5 banding 1.
Volume transaksi di bursa Wall Street juga relatif tipis, mencapai sekitar 17,8 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 23 miliar saham per hari dalam 20 sesi perdagangan terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Nvidia Corporation (3,66%)
-Cisco Systems Inc (1,80%)
-Walmart Inc (1,40%)
Saham berkinerja terburuk
-American Express Company (-3,79%)
-Sherwin-Williams Co (-3,40%)
-Boeing Co (-2,96%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Akamai Technologies Inc (10,67%)
-Arista Networks (8,76%)
-Super Micro Computer Inc (7,31%)
Saham berkinerja terburuk
-Synchrony Financial (-9,61%)
-Moderna Inc (-7,48%)
-ResMed Inc (-6,33%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Tvardi Therapeutics Inc (61,29%)
-iOThree Ltd (43,82%)
-Fort Technology Inc (43,81%)
Saham berkinerja terburuk
-Sadot Group Inc (-49,23%)
-Zhibao Technology Inc (-32,96%)
-Pop Culture Group Co Ltd (-31,31%)
Sumber : Admin