- Harga emas spot naik 1,1% ke USD4.376,41 per ons.
- Penguatan didorong pelemahan dolar AS dan yield US Treasury.
- Investor menanti data nonfarm payrolls AS untuk petunjuk kebijakan the Fed.
Ipotnews - Harga emas kembali menguat, Rabu, setelah jatuh ke level terendah hampir satu bulan, karena dolar AS dan imbal hasil US Treasury mundur dari posisi tertingginya, sementara investor menanti data ketenagakerjaan Amerika yang akan dirilis pekan ini sebagai petunjuk arah kebijakan Federal Reserve.
Emas spot melonjak 1,1% menjadi USD4.376,41 per ons pada pukul 24.57 WIB, rebound dari level terendah sejak 7 Agustus yang disentuh pada awal sesi, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Rabu (2/9) atau Kamis (3/9) dini hari WIB.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember ditutup naik 0,4% menjadi USD4.414,60 per ons.
"Alasan emas mampu kembali bergerak di atas level sebelumnya adalah karena imbal hasil sedikit menurun pada hari ini, sehingga memungkinkan emas bangkit dari beberapa level terendah baru-baru ini," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.
Menurut dia, perkembangan pasar energi dan imbal hasil obligasi masih menjadi perhatian utama pasar emas ke depan.
Imbal hasil US Treasury merosot setelah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun pada awal perdagangan. Penurunan terjadi ketika harga minyak melemah dan investor mencermati serangkaian data ekonomi terbaru.
Dolar AS juga tersungkur dari level tertinggi dalam hampir tiga pekan. Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang bukan didorong oleh kekhawatiran inflasi, melainkan mencerminkan kondisi ekonomi Amerika yang solid.
Di sisi lain, pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS sepanjang Agustus berada di bawah ekspektasi. Namun, data tersebut tidak banyak menggerakkan harga emas karena perhatian investor kini tertuju pada laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat.
"ADP tidak dapat diandalkan dan mungkin menentukan nada untuk nonfarm payrolls, tetapi nonfarm payrolls sejauh ini merupakan data yang paling penting bagi pasar," kata Rhona O'Connell, Kepala Analisis StoneX.
Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan the Fed bulan ini mencapai 64%, berdasarkan FedWatch Tool CME Group.
Pergerakan harga logam kuning sangat dipengaruhi ekspektasi suku bunga AS. Kenaikan suku bunga cenderung menekan emas karena meningkatkan biaya peluang memegang logam yang tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, bank sentral Belanda mengatakan telah memindahkan 86 metrik ton cadangan emas dari New York dan Ottawa ke London selama enam bulan terakhir. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemudahan perdagangan emas sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi kondisi krisis.
Logam mulia lainnya, harga perak spot melompat 1,2% menjadi USD65,03 per ons. Platinum menguat 0,9% jadi USD1.756,39 per ons, sedangkan palladium melambung 3,18% ke USD1.352,74 per ons. (Reuters/AI)
Sumber : Admin