Dolar Stabil di Level Puncak 2 Dekade, Emas Tertahan dalam Kisaran Sempit
Friday, September 23, 2022       14:43 WIB

Ipotnews - Harga emas bertahan dalam kisaran sempit, Jumat, karena dolar stabil di dekat level tertinggi 20 tahun, sementara kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve juga membebani daya tarik  bullion  yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga emas di pasar spot mendatar USD1.670,19 per ounce pada pukul 13.58 WIB, sementara emas berjangka Amerika Serikat turun 0,2% menjadi USD1.678,20, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Jumat (23/9).
"Saya memperkirakan harga akan tetap berombak dalam jangka pendek, karena pasar sudah memperhitungkan kenaikan suku bunga (75 bps), itulah sebabnya kita tidak melihat penurunan harga yang relatif besar," kata Ajay Kedia, Direktur Kedia Commodities, Mumbai.
"Kami melihat USD1.650 sebagai level support dan USD1.720 sebagai level resistance...Ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut membatasi kenaikan emas."
Sejumlah bank sentral, dari Indonesia hingga Norwegia, menaikkan suku bunga pada Kamis, menyusul kenaikan 75 basis poin ketiga berturut-turut oleh The Fed.
Tindakan oleh bank sentral utama memicu kekhawatiran resesi global.
Meski emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, kenaikan suku bunga menumpulkan daya tarik logam kuning karena tidak memberikan imbal hasil.
Harga emas anjlok hampir 20% sejak melesat di atas level kunci USD2.000 per ounce pada Maret.
"Pergeseran dominan di benak investor global adalah saat ini menuju realisasi bahwa ekonomi Eropa dan AS berada dalam masalah serius," kata Clifford Bennett, Kepala Ekonom ACY Securities.
"Jika situasinya mulai terlihat seperti keruntuhan ekonomi, emas akan terlempar ke level yang mengejutkan."
Indeks Dolar (Indeks DXY) berada di sekitar level tertinggi sejak 2002 yang disentuh pada sesi Kamis, dan imbal hasil US Treasury 10-tahun mencapai puncak 11-tahun didukung pandangan hawkish The Fed.
Harga perak di pasar spot turun 0,3% menjadi USD19,60 per ounce dan paladium melorot 1% menjadi USD2.148,01.
Platinum melemah 0,7% menjadi USD894,27 dan menyusut 1,8% sejauh pekan ini, penurunan mingguan pertama dalam tiga pekan. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Tuesday, Oct 04, 2022 - 17:34 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham PSSI
Tuesday, Oct 04, 2022 - 17:14 WIB
Malaysia: Shares close higher on Tuesday
Tuesday, Oct 04, 2022 - 17:06 WIB
HASIL RUPS OKTOBER 2022 ADMF
Tuesday, Oct 04, 2022 - 17:02 WIB
Kabar Bahagia dari Bumi Resources (BUMI)
Tuesday, Oct 04, 2022 - 17:00 WIB
HASIL RUPS SEPTEMBER 2022 BOSS