- Emas spot melemah 0,3% ke USD4.924,89 akibat penguatan dolar AS dan aksi ambil untung usai reli tajam.
- Pasar menanti data Amerika & geopolitik, termasuk rilis tenaga kerja, arah suku bunga, serta perundingan AS-Iran dan dialog AS-China.
- Logam lain menguat, perak melonjak 1,3%, platinum naik 0,6%, dan paladium bertambah 1,3%.
Ipotnews - Harga emas berbalik arah dan melemah, Rabu, seiring penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor setelah reli tajam sebelumnya. Pasar kini menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika serta mencermati perkembangan geopolitik untuk mencari arah baru.
Emas spot turun 0,3% menjadi USD4.924,89 per ons pada pukul 01.31 WIB, setelah melonjak hingga 3,1% di awal sesi. Sehari sebelumnya, harga emas mencatat kenaikan tajam 5,9%, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Rabu (4/2) atau Kamis (5/2) dini hari WIB.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April ditutup menguat 0,3% jadi USD4.950,80 per ons.
Indeks dolar AS (Indeks DXY) bertahan di level tertinggi lebih dari sepekan, membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi greenback menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.
"Kita melihat pembalikan arah pada dolar, dan penguatan tersebut memberi tekanan pada emas," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures. Dia menambahkan, pasar masih berada dalam fase koreksi akibat aksi ambil untung dari level rekor, dan konsolidasi harga "belum sepenuhnya berakhir".
Emas sebelumnya mengalami tekanan tajam, anjlok lebih dari 13% pada Jumat dan Senin, yang menjadi aksi jual dua hari terbesar dalam beberapa dekade, setelah mencetak rekor tertinggi di USD5.594,82 per ons pada 29 Januari.
Dari sisi geopolitik, Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan menggelar perundingan pada Jumat. Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump mengadakan pembicaraan luas dengan Presiden China Xi Jinping menjelang rencana kunjungannya ke China pada April, menyusul pertemuan virtual Xi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dari data ekonomi, pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta Amerika berada di bawah ekspektasi. Data ADP menunjukkan hanya 22.000 lapangan kerja baru tercipta sepanjang Januari, jauh di bawah perkiraan pasar sebanyak 48.000.
Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Amerika menyatakan laporan ketenagakerjaan Januari akan dirilis pada 11 Februari. Rilis tersebut sempat tertunda akibat penutupan sementara pemerintahan AS yang berakhir pada Selasa.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Logam kuning, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Bank investasi Goldman Sachs masih melihat risiko kenaikan terhadap proyeksi harga emasnya di USD5.400 per ons pada Desember 2026, dengan permintaan tambahan dari sektor swasta berpotensi menjadi kejutan positif.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot melonjak 1,3% menjadi USD86,08 per ons. Logam putih tersebut sempat menyentuh level terendah satu bulan di USD71,33 pada Senin, setelah mencetak rekor tertinggi USD121,64, Kamis pekan lalu, dan kini melejit lebih dari 20% sepanjang 2026.
Harga platinum spot naik 0,6% menjadi USD2.221,76 per ons, sementara paladium menguat 1,3% ke posisi USD1.756,18 per ons. (Reuters/AI)
Sumber : Admin