Dalam Dilema, BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga Lagi Demi Selamatkan Rupiah
Wednesday, July 22, 2026       08:31 WIB
  • Mayoritas ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,0% untuk menopang rupiah yang masih tertekan.
  • Keputusan BI dipandang sebagai "close call" karena bank sentral harus menyeimbangkan stabilitas nilai tukar dengan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik.
  • Kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik serta ketidakpastian arah kebijakan The Fed menjadi faktor utama yang mendorong BI mempertahankan sikap hawkish.

Ipotnews - Bank Indonesia pada Rabu (22/7) diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan ini, meski keputusan tersebut diperkirakan berlangsung sangat ketat karena otoritas moneter harus menimbang kebutuhan menjaga stabilitas rupiah di tengah perlambatan ekonomi.
Berdasarkan konsensus ekonom, BI diperkirakan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,0%, melanjutkan siklus pengetatan yang telah dilakukan sejak Mei. Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk memperkuat daya tarik aset rupiah di tengah meningkatnya tekanan eksternal.
Meski inflasi domestik masih berada dalam kisaran yang terkendali, pelemahan rupiah serta kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik kembali memunculkan kekhawatiran terhadap posisi eksternal Indonesia. Kondisi itu membuat stabilitas nilai tukar menjadi prioritas utama bagi BI.
Di sisi lain, kenaikan suku bunga yang berkelanjutan berpotensi membebani aktivitas ekonomi. Biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat mengurangi konsumsi rumah tangga maupun investasi dunia usaha sehingga memperbesar risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa kuartal mendatang.
Sejumlah ekonom menilai BI kini menghadapi dilema yang semakin besar. Di satu sisi, bank sentral perlu mempertahankan kredibilitas kebijakan dan mencegah tekanan lebih lanjut terhadap rupiah. Namun di sisi lain, ruang untuk terus menaikkan suku bunga semakin terbatas mengingat dampaknya terhadap permintaan domestik.
Pelaku pasar juga akan mencermati sinyal yang disampaikan BI mengenai arah kebijakan berikutnya. Sebagian analis memperkirakan apabila suku bunga kembali dinaikkan pada Juli, langkah tersebut berpotensi menjadi kenaikan terakhir dalam siklus pengetatan, terutama apabila tekanan terhadap rupiah mulai mereda dan Federal Reserve mempertahankan suku bunganya dalam beberapa bulan ke depan.(AI)

Sumber : Admin