- IHSG dibuka menguat di level 6.277 dan sempat menyentuh 6.291, dengan sembilan sektor naik dan dua sektor terkoreksi.
- Investor menanti keputusan MSCI pada 13 Agustus 2026, sehingga pergerakan indeks diperkirakan konsolidasi.
- Wall Street melemah akibat sikap wait and see investor terhadap rilis data inflasi AS, sementara harga komoditas utama bergerak variatif.
Ipotnews - IHSG dibuka menguat hari ini, Rabu (12/8), di level 6.277 atau rebound10 poin dari penutupan perdagangan kemarin yang tertekan signifikan 1,53 persen di level 6.267 dengan disertai net sell asing sebesar Rp278,4 miliar.
Penguatan Indeks bertambah pada pukul 09.05, dengan kenaikan 0,33 persen atau 21 poin ke level 6.288 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.291 serta terendah di level 6.272 yang tetap berada di zona hijau.
Sebanyak 336 emiten yang bergerak menguat, 157 emiten melemah dan 470 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 114,3 ribu kali dengan nilai Rp639,9 miliar serta kapitalisasi pasar mencapai Rp10,99 triliun.
Sembilan sektor menguat dan hanya dua sektor yang melemah yaitu transportasi -1,23 persen menjadi 1.763 dan kesehatan -0,09 persen menjadi 1.501. Sektor yang menguat yaitu konsumer primer 0,67 persen menjadi 938, industri 0,52 persen menjadi 1.580, properti 0,23 persen menjadi 795.
Lalu, infrastruktur 1,27 persen menjadi 1.791, konsumer non primer 0,37 persen menjadi 696, energi 0,88 persen menjadi 3.056, keuangan 0,09 persen ke level 1.343, teknologi 0,45 persen menjadi 6.854, sektor bahan baku 0,58 persen ke level 1.746.
Hari Rachmansyah, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak konsolidasi karena menanti keputusan MSCI yang akan diumumkan pada 13 Agustus 2026. Ada kemungkinan menguat meski hanya tipis.
"Kemungkinan banyak investor yang akan saving cash karena menanti keputusan MSCI . Kalau dari trennya akan mantul di area supportnya," kata Hari dalam sesi IPOT Live.
Dari Bursa Amerika Serikat (AS), Wallstreet kompak melemah pada perdagangan terakhir sebagai respons investor terkait data inflasi yang akan diumumkan Otoritas di AS karena data inflasi tersebut sangat menentukan arah pergerakan suku bunga The Fed.
"Investor wait and see terkait data inflasi yang akan diumumkan untuk menentukan arah suku bunga, berdasarkan konsensus diperkirakan inflasi AS sebesar 3,4 persen," ucapnya.
Sementara itu terkait harga komoditas utama menunjukkan pergerakan beragam. Minyak mentah naik 1,08 persen ke level USD83,23 per barel, emas turun 0,48 persen menjadi USD4.369,89 per troy ounce, dan batubara naik 0,23 persen ke USD129,3 per metrik ton.
"Pergerakan harga komoditas cenderung variatif sejalan dengan ketidakpastian perdamaian antara AS dan Iran," sambung Hari.
Ia merekomendasikan tiga saham pilihan yaitu :
strategi Buy (Entry 3.090 Target 3.220 Stop loss 3.030)
strategi Buy (Entry 1.340 Target 1.450 Stop loss 1.280)
strategi Buy (Entry 7.650 Target 8.125 Stop loss 7.400)
(Marjudin/ AI)
Sumber : Admin