Non-rated / Industrial Estates / IJ / Klik untuk versi PDF
Penulis: Aurelia Barus; Belva Monica
- adalah pemain utama kawasan industri di sisi timur Jakarta, dengan sisa cadangan lahan industri yang tersedia seluas 119 ha.
- Perusahaan memulai pengembangan zona data center sejak FY21 dan hingga saat ini telah memiliki total 15-16 penyewa data center (total sekitar 300 ha) di area tersebut.
- Per 1H25, perusahaan tidak memiliki utang serta telah mempertahankan DPO yang lebih tinggi sejak 2016. Saat ini diperdagangkan dengan diskon -72% terhadap RNAV .
Pemain utama kawasan industri di sisi timur Jakarta
, pengembang kawasan industri milik Sinarmas, didirikan pada 1993. Proyek andalannya, Kota Deltamas, berlokasi di Bekasi, sekitar 37 km sebelah timur Jakarta. Kawasan ini terhubung langsung dengan wilayah lain di Jawa melalui jalan tol Trans-Java, dan khususnya ke Jakarta melalui jalan tol Jakarta-Cikampek, dengan akses tambahan yang segera tersedia melalui jalan tol Jakarta-Cikampek Selatan.
Kota Deltamas mencakup total area berlisensi seluas 3.200 ha, dengan sisa cadangan lahan sekitar 650 ha yang dialokasikan ke dalam tiga segmen pengembangan: industri (Greenland International Industrial Center atau GIIC ) seluas 119 ha, komersial 358 ha, dan residensial 165 ha. Berdasarkan pemahaman kami, berpotensi memperluas cadangan lahannya ke bagian selatan dari area saat ini.
Mengembangkan zona data center
Pada 2021, mulai mengembangkan zona khusus data center di dalam GIIC , mencakup total area seluas 300 ha - sebelumnya sebagian telah dialihkan dari lahan residensial dan komersial. Infrastruktur di area tersebut telah ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan data center, seperti penerapan sertifikasi energi terbarukan, pembangunan instalasi pengolahan dan daur ulang air limbah, serta pusat keamanan, pemadam kebakaran, dan komando ( SFCC ). Infrastruktur pendukung tambahan untuk zona data center mencakup jaringan fiber optik, pasokan listrik premium dari PLN, dan instalasi pengolahan air.
Permintaan data center lebih lanjut
Pada 1H25, mencatat total prapenjualan lahan sebesar Rp580 miliar (-47% yoy) - seluas 18 ha, di mana 14 ha di antaranya berasal dari sektor data center. Perusahaan menargetkan prapenjualan lahan sebesar Rp1,8 triliun di FY25F (50 ha).
Sisa permintaan lahan sekitar 75 ha, dengan lebih dari 50% berasal dari data center. Sisa cadangan lahan di zona data center sebesar 30 ha, dengan potensi ekspansi tambahan sekitar 50 ha, yang tidak memerlukan konversi alokasi lahan karena sudah ditetapkan sebagai lahan industri.
Neraca keuangan dan pembagian dividen yang kuat
Per 1H25, tidak memiliki utang dengan saldo kas Rp595 miliar. Selama 9 tahun terakhir, perusahaan telah mempertahankan rasio pembagian dividen yang baik, berkisar 88-204%. saat ini diperdagangkan dengan diskon -72% terhadap NAV, dan 0,9x P/BV FY26F. ( Riset IndoPremier )

Sumber : IPS