DCII dan BELI Lambungkan IDXTECHNO Saat IHSG Melemah
Wednesday, September 02, 2026       17:22 WIB
  • IDXTECHNO menjadi sektor dengan kinerja terbaik, menguat 3,74 persen, ditopang (+4,08 persen) dan yang mencatat ARA (+24,54 persen).
  • Sejumlah sektor lain turut menguat, yakni IDXFINANCE (+0,63 persen), IDXCYCLIC (+0,53 persen) dan IDXTRANS (+0,35 persen).
  • IDXBASIC menjadi sektor dengan penurunan terdalam sebesar 1,34 persen, diikuti IDXINFRA (-0,95 persen) saat IHSG melemah 0,06 persen.

Ipotnews - Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral dengan kinerja paling positif pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/9), dengan menguat 3,74 persen di saat Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup melemah 0,06 persen ke level 6.595.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , penguatan IDXTECHNO ditopang antara lain oleh saham sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp476 triliun, yang harga sahamnya terpantau menguat 4,08 persen ke level 200.050.
Selain itu , saham sebagai salah satu konstituen indeks sektor teknologi dengan market cap senilai Rp55,7 triliun, harga sahamnya melambung 24,54 persen hingga mencatatkan auto-rejection atas (ARA) di level 406. Adapun dua saham di IDXTECHNO yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah diikuti yang juga mencatatkan ARA (+9,8%) ke level 1.005.
Setelah indeks sektor teknologi, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) mengalami kenaikan 0,63 persen. sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor keuangan maupun BEI senilai Rp814 triliun, harga sahamnya naik 1,14 persen ke level 6.675. yang memiliki market cap terbesar kedua di IDXFINANCE senilai Rp508 triliun, harga sahamnya menguat 0,3 persen ke level 3.390. Dua saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi di sektor ini adalah (+11,8%) dan (+6,9%).
Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menguat 0,53 persen, dengan peningkatan terbesar pada saham yang mengalami ARA (+25%) dan juga ARA (24,7%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) meningkat 0,35 persen, dengan kenaikan tertinggi pada yang mengalami ARA (+25%) dan (+13,9%). Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menguat 0,22 persen, dengan peningkatan terbesar pada (+21,1%) dan (+21%).
Pada sisi lain, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terpantau melemah 0,23 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham (-4,2%) dan (-2,6%). Selanjutnya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terkoreksi 0,39 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham (-6,1%) dan (-5,3%).
Indeks sektor energi (IDXENERGY) juga berada di zona merah atau menurun 0,63 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada yang mengalami ARB (-14,8%) dan (-4,7%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) melemah 0,81 persen, dengan penurunan terdalam pada saham (-4,8%) dan (-1,6%). Tekanan lebih dalam terjadi pada indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) yang melemah 0,95 persen, dengan pelemahan terbesar pada (-6,4%) dan (-6,3%).
Adapun indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam, yakni sebesar 1,34 persen. sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp309 triliun, harga sahamnya merosot 2,06 persen ke level 4.270. yang merupakan konstituen IDXBASIC dengan market cap Rp170 triliun, harga sahamnya melemah 0,55 persen ke level 1.820. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan penurunan paling tajam adalah (-4,6%) dan (-3,4%).(Budi/AI)

Sumber : admin
An error occurred.