China Janjikan Stimulus Lebih Kuat demi Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2026
Tuesday, July 21, 2026       10:39 WIB
  • Pemerintah China berkomitmen memperkuat dukungan kebijakan untuk memastikan target pertumbuhan ekonomi tahunan tetap tercapai setelah pertumbuhan PDB kuartal II melambat menjadi 4,3%.
  • Dewan Negara (State Council) akan mengoptimalkan penggunaan anggaran fiskal dan mempercepat implementasi berbagai kebijakan guna menopang pemulihan ekonomi.
  • Pelaku pasar kini menanti hasil pertemuan Politbiro akhir bulan ini yang diperkirakan akan mengumumkan stimulus baru untuk mendorong konsumsi domestik dan investasi.

Ipotnews - Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk memperkuat dukungan kebijakan ekonomi guna memastikan target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 dapat tercapai, setelah laju ekspansi produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II melambat ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun.
Dalam rapat kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Li Qiang, Dewan Negara (State Council) menyatakan akan mengoptimalkan penggunaan anggaran fiskal serta mempercepat pelaksanaan berbagai kebijakan ekonomi untuk menopang pertumbuhan.
Data terbaru menunjukkan ekonomi China tumbuh 4,3% secara tahunan pada kuartal II-2026, melambat dari periode sebelumnya dan menjadi laju pertumbuhan terlemah dalam lebih dari tiga tahun. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada semester pertama tahun ini mencapai 4,7%, berada di kisaran bawah target pertumbuhan pemerintah sebesar 4,5%-5,0% untuk sepanjang tahun.
Kinerja ekspor yang tetap solid telah membantu meredam perlambatan ekonomi. Namun, kekuatan sektor eksternal tersebut belum mampu sepenuhnya mengimbangi lemahnya permintaan domestik yang masih membebani aktivitas ekonomi.
Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah menegaskan akan memaksimalkan efektivitas belanja fiskal dan mempercepat realisasi berbagai kebijakan yang telah disiapkan guna mendukung aktivitas ekonomi.
Pelaku pasar kini menaruh perhatian pada pertemuan Politbiro yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah diperkirakan akan mengumumkan paket stimulus yang lebih terarah, termasuk langkah-langkah untuk meningkatkan konsumsi domestik, mendorong investasi aset tetap, serta menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi China pada sisa tahun ini.(Trading Economics)

Sumber : Admin