China Berencana Tingkatkan Cadangan Strategis, Tembaga Shanghai Melambung
Wednesday, February 04, 2026       15:31 WIB
  • Tembaga SHFE melonjak 3,47% ke 105.160 yuan setelah China umumkan rencana perluas cadangan strategis.
  • Logam dasar lain menguat, nikel +3,78%, timah +5,03%, aluminium +1,85%; sebagian kecil logam turun tipis.
  • LME stabil atau sedikit turun, tembaga -0,1% tetap mempertahankan lonjakan sebelumnya; pengumuman China bersifat jangka panjang.

Ipotnews - Harga tembaga Shanghai melonjak, Rabu, setelah investor menanggapi rencana China untuk memperluas cadangan strategis logam tersebut.
Kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange ( SHFE ) melambung 3,47%, menutup perdagangan siang di posisi 105.160 yuan (USD15.159,29) per ton metric, demikian laporan  Reuters,  di Beijing, Rabu (4/2).
Sementara itu, harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan acuan di London Metal Exchange (LME) melemah 0,1% menjadi USD13.464,50 per ton pada pukul 14.00 WIB, namun masih mempertahankan sebagian besar kenaikan Selasa yang merupakan lonjakan harian terbesar sejak April 2022.
Kenaikan sebelumnya terjadi setelah tembaga mengalami penurunan dua sesi berturut-turut, bersama logam mulia seperti emas dan perak, yang sempat memangkas harga hingga 15% dari rekor USD14.527,50 per ton pada Kamis lalu.
Seorang pejabat China Nonferrous Metals Industry Association menyatakan negara tersebut akan memperluas cadangan strategis tembaga dan mempertimbangkan pembentukan mekanisme penimbunan komersial yang dipimpin perusahaan "pelat merah". Namun, lembaga penelitian Antaike memperingatkan investor untuk berhati-hati.
"Eksplorasi mekanisme penimbunan komersial dan kajian kelayakan cadangan konsentrat tembaga masih merupakan ide awal yang sedang dibahas di antara perusahaan terkait dan pelaku pasar industri," tulis Antaike dalam artikel di WeChat, Rabu.
Sejumlah trader dan analis menambahkan bahwa pengumuman ini lebih mencerminkan niat jangka panjang daripada rencana masuk pasar dengan segera.
Logam dasar lain di SHFE juga menunjukkan pergerakan positif. Timah Shanghai menutup tiga hari penurunan berturut-turut dengan lompatan 5,03% menjadi 392.080 yuan per ton, sementara timah LME melorot 1,09% jadi USD49.575.
Nikel juga menguat, dengan nikel Shanghai melesat 3,78% menjadi 137.680 yuan per ton dan nikel LME naik 0,91% menjadi USD17.605.
Goldman Sachs dan Macquarie sebelumnya menaikkan perkiraan harga nikel rata-rata 2026 ke atas level USD17.000, menyusul ketatnya pasokan dari produsen utama Indonesia.
Di antara logam dasar SHFE lainnya, aluminium melonjak 1,85%, zinc (seng) turun tipis 0,08%, dan timbal (lead) menyusut 0,30%. Di bursa LME, aluminium naik 0,29%, zinc bertambah 0,37%, dan timbal meningkat 0,13%. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

berita terbaru