Bursa Sore: Sentimen Asia Positif Jadi Penopang IHSG di Tengah Isu AI dan Geopolitik
Wednesday, February 04, 2026       16:34 WIB
  • IHSG rebound naik 0,30% ke 8.146, ditopang sektor basic industry, meski sektor konsumen primer tertekan.
  • Sentimen Asia cenderung positif, walau saham teknologi tertekan isu disrupsi AI dari Wall Street.
  • Risiko global tetap membayangi, mulai dari pelemahan rupiah hingga lonjakan harga minyak akibat tensi geopolitik.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bangkit di sesi sore. Pada finis perdagangan hari Rabu (4/2), IHSG naik 24 poin atau +0,30% ke level 8.146.
Volume perdagangan yang terjadi mencapai 444,6 juta lot saham. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp24,90 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Sektor basic industry menjadi yang terkuat naik 3,32%. Saham sektor ini yang naik +7,58%, +4,98%, +0,74%, +0,39%.
Sementara sektor barang konsumen primer menjadi yang terlesu, turun -4,02%. Saham sektor ini yang melemah di antaranya -1,94%, -1,14%, -0,47%.
Bursa Asia
Sebagian besar pasar Asia menguat pada hari Rabu (4/2), berbeda dengan Wall Street setelah aksi jual saham teknologi AS menekan sentimen pasar.
Pasar saham Jepang tertekan oleh saham-saham teknologi. Di antara saham yang mengalami penurunan terbesar di indeks tersebut adalah produsen peralatan chip, Lasertec yang anjlok 7%,
Juga saham pembuat game Konami Group yang mengalami kerugian sebesar 5,8%. Perusahaan peralatan semikonduktor raksasa Jepang, Tokyo Electron juga turun 3,2%.
Kekhawatiran Wall Street seputar disrupsi yang didorong oleh kecerdasan buatan yang memengaruhi perusahaan perangkat lunak juga sampai ke Asia. Saham-saham teknologi di regional mengikuti penurunan semalam di pasar saham AS.
Aksi jual di antara perusahaan analisis data, layanan profesional, dan perangkat lunak AS dan Eropa semakin dalam setelah peluncuran plug-in Anthropic untuk agen Claude Cowork-nya pada hari Jumat. Ini memicu kekhawatiran akan gangguan yang didorong oleh AI terhadap industri tersebut.
Meskipun saham beberapa perusahaan terkait merosot di Asia, tekanan penjualan secara keseluruhan kurang akut, mengingat dominasi historis kawasan ini dalam manufaktur perangkat keras.
"Perdagangan AI terbagi antara pemenang dan pecundang relatif," kata Ben Bennett, kepala strategi investasi untuk Asia di L&G Asset Management.
"Kita melihat itu minggu lalu setelah Microsoft jatuh meskipun kinerja keuangan yang cukup baik karena kekhawatiran akan gangguan pada bisnis perangkat lunaknya, tambah Bennet.
Menurut dia goyahnya bisnis perangkat lunak itu berlanjut minggu ini. "Jadi bukan berarti sektor teknologi adalah pemenang universal - sektor ini juga akan memiliki beberapa area yang lemah," ungkapnya seperti dikutip Reuters.
Indeks Saham Asia
Nikkei 225 (Jepang) -0,78% ke 54.293
Topix (Jepang) +0,27% ke 3.655
Shanghai Composite (China) +0,85% ke 4.102
Shenzhen Component (China) +0,21% ke 14.156
CSI300 (China) +0,83% ke 4.698
Hang Seng (Hong Kong) +0,05% ke 26.847
Kospi (Korsel) +1,57% ke 5.371
Taiex (Taiwan) +0,29% ke 32.289
ASX200 (Australia) +0,80% ke 8.927
Asia Currencies
Yen drop 0,46% menjadi 156,47 per USD
SGD melemah 0,06% menjadi 1,2706 per USD
AUD naik 0,20% ke posisi 0,7034 per USD
Rupiah lesu 0,14% menjadi 16.777 per USD
Rupee down 0,07% ke 90,3337 per USD
Yuan melaju 0,01% ke 6,9378 per USD
Ringgit naik 0,08% ke 3,9297 per USD
Baht melaju 0,08% ke 31,628 per USD
Bursa Eropa
Saham-saham Eropa dibuka datar hingga agak naik pada hari Rabu (4/2) di tengah serangkaian laporan pendapatan perusahaan di kawasan tersebut.
Indeks acuan pasar saham Eropa, Stoxx 600 bergerak sedikit di atas garis datar tak lama setelah pasar dibuka.
Indeks FTSE Inggris naik hampir 0,5%, seiring dengan kenaikan Indeks DAX Jerman yang naik 0,3%. Sementara CAC 40 Prancis naik 0,7% pada awal transaksi serta Indeks FTSE MIB Italia naik 0,7%.
Kenaikan ini terjadi setelah pasar regional stabil menyusul aksi jual singkat pada mata uang kripto dan logam mulia.
Oil
Harga minyak melompat naik pada perdagangan hari Rabu (4/2) sore setelah AS menembak jatuh sebuah drone Iran dan kapal-kapal bersenjata Iran mendekati kapal berbendera AS di Selat Hormuz. Konflik ini kembali memicu kekhawatiran akan peningkatan ketegangan antara Washington dan Teheran.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik 15 sen menjadi $67,48 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 28 sen ke harga $63,49 per barel.
Kedua indeks acuan tersebut naik hampir 2% pada hari Selasa karena insiden militer meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz atau produksi dari Iran.
"Ketidakpastian tentang bagaimana pembicaraan ini akan berlangsung berarti pasar kemungkinan akan terus memperhitungkan premi risiko tertentu," kata ahli strategi komoditas ING pada hari Rabu.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin

berita terbaru
An error occurred.