Bursa Sore: Saham Asia Terpuruk Dimotori Kospi, IHSG Berkibar
Friday, August 01, 2025       16:25 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melenggang ke zona hijau saat finis perdagangan hari Jumat (1/8). IHSG bertambah 53 poin (+0,71%) ke posisi 7.537.
Perdagangan akhir pekan ini mencatat volume sebanyak 289,90 juta lot saham. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp14,60 triliun.
Saham top gainers: , , , , , , . Saham teraktif: , , , , , , .
Sektor saham infrastruktur unggul setelah menguat sebesar 3,15%. Sementara sektor kesehatan terpuruk paling lemah, turun 1,11%.
Bursa Asia
Saham Asia menuju pekan terburuk sejak April pada trading hari Jumat (1/8) setelah AS mengenakan tarif tinggi kepada puluhan mitra dagangnya. Di sisi lain investor juga cemas menunggu data ketenagakerjaan AS yang dapat menentukan apakah Fed akan menurunkan suku bunga bulan depan.
Pada Kamis malam, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif mulai dari 10% hingga 41% untuk impor AS dari puluhan negara dan lokasi asing. Tarif ditetapkan sebesar 25% untuk ekspor India yang menuju AS, 20% untuk Taiwan, 19% untuk Thailand, dan 15% untuk Korea Selatan.
Ia juga menaikkan bea masuk atas barang-barang Kanada dari 25% menjadi 35% untuk semua produk yang tidak tercakup dalam perjanjian perdagangan AS-Meksiko-Kanada. Tetapi memberi Meksiko penangguhan tarif yang lebih tinggi selama 90 hari untuk menegosiasikan kesepakatan perdagangan yang lebih luas.
"Pengumuman tarif terbaru memberikan kejelasan di permukaan, tetapi di baliknya terdapat kabut ketidakpastian," kata Thomas Rupf, Chief Investment Officer, Asia VP Bank.
"Meskipun beberapa negara mendapatkan persyaratan yang lebih baik, dampak keseluruhannya negatif. Kita memasuki era hambatan perdagangan yang lebih tinggi, yang akan berdampak dan menghambat pertumbuhan."
Data klaim pengangguran mingguan mengisyaratkan pasar tenaga kerja tetap stabil. Kontrak berjangka dana Fed menyiratkan peluang penurunan suku bunga hanya 39% pada bulan September, dibandingkan dengan 65% sebelum Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada hari Rabu, menurut FedWatch CME.
Data pekerjaan AS akan dirilis hari ini waktu setempat dan kejutan positif apa pun dapat menutup kemungkinan penurunan suku bunga bulan depan. Proyeksi berpusat pada kenaikan 110.000 lapangan kerja pada bulan Juli. Sementara tingkat pengangguran kemungkinan naik menjadi 4,2% dari 4,1%.
Dolar AS mendapat dukungan dari memudarnya prospek penurunan suku bunga AS yang akan segera terjadi. Indeks dolar naik 2,5% minggu ini terhadap mata uang utama lainnya menjadi 100. Ini adalah kenaikan mingguan terbesar sejak akhir 2022.
Indeks Saham Asia
Nikkei 225 (Jepang) -0,66% ke 40.799
Topix (Jepang) +0,19% ke 2.948
Shanghai Composite (China) -0,37% ke 3.559
Shenzhen Component (China) -0,17% ke 10.991
CSI300 (China) -0,51% ke 4.054
Hang Seng (Hong Kong) -1,07% ke 24.507
Kospi (Korsel) -3,88% ke 3.119
Taiex (Taiwan) -0,46% ke 23.434
ASX200 (Australia) -0,92% ke 8.662
Asia Currencies
Yen naik 0,12% menjadi 150,57 per USD
SGD melemah 0,02% menjadi 1,2984 per USD
AUD naik 0,06% menjadi 0.6429 per USD
Rupiah drop 0,35% menjadi 16.513 per USD
Rupee menguat 0,18% ke 87,4388 per USD
Yuan melorot 0,16% ke 7,2113 per USD
Ringgit merosot 0,24% ke 4,2793 per USD
Baht drop 0,20% ke 32,831 per USD
Bursa Eropa
Saham Eropa melorot pada perdagangan hari Jumat (1/8) di akhir minggu yang sibuk karena investor khawatir tentang dampak pungutan baru AS terhadap puluhan negara termasuk tarif 39% terhadap Swiss.
Saham sektor perawatan kesehatan turun 1,3% setelah Presiden AS Donald Trump mengirim surat kepada para pemimpin 17 perusahaan farmasi besar termasuk Novo Nordisk dan Sanofi menguraikan bagaimana mereka harus memangkas harga obat resep AS.
Harga saham Novo Nordisk turun 4,2%, mencapai titik terendah dalam hampir tiga tahun, sementara Sanofi turun 1%. Indeks acuan saham Eropa, Stoxx 600 turun 1% melemah untuk sesi ketiga berturut-turut dan berada di jalur pelemahan mingguan.
Oil
Laju harga minyak sedikit berubah pada hari Jumat (1/8) sore karena para trader mencerna dampak tarif AS yang lebih tinggi yang dapat membatasi aktivitas ekonomi dan menurunkan permintaan bahan bakar global.
Harga minyak mentah Brent turun 7 sen1 atau 0,1%, menjadi $71,63 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 10 sen atau 0,14%, ke harga $69,16 per barel.
Meski begitu, harga Brent diperkirakan naik 4,9% minggu ini sementara WTI diperkirakan naik 6,4%. Penguatan mingguan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump awal minggu ini mengancam akan mengenakan tarif pada pembeli minyak mentah Rusia, khususnya China dan India, untuk membujuk Rusia menghentikan perangnya melawan Ukraina.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx)

Sumber : admin
An error occurred.