Bursa Sore: Saham Asia Hancur IHSG Tak Berdaya, Investor di Posisi Risk Off
Thursday, June 04, 2026       16:53 WIB
  • IHSG ditutup turun 1,70% ke 5.839, seluruh sektor merah dengan industri terpuruk -4,07%.
  • Bursa Asia jatuh karena AS dan Iran kembali terlibat baku tembak, investor beralih ke mode penghindaran risiko.
  • Harga minyak turun setelah Israel-Lebanon setujui gencatan senjata, rupiah melemah ke Rp18.049.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) betah di zona merah hingga akhir perdagangan hari Kamis (4/6). IHSG berkurang 101 poin atau -1,70% ke level 5.839.
Sebanyak 396,9 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp25,53 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , , , ,
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Sektor saham industri terjun paling signifikan turun sebesar 4,07%. Saham sektor ini yang terpuruk di antaranya , , , , .
Seluruh indeks sektor saham tak ada yang selamat, berada di zona merah.
Bursa Asia
Saham-saham Asia terguling ke zona merah pada perdagangan hari Kamis (4/6) karena pertempuran yang kembali terjadi antara AS dan Iran mengguncang investor. Meskipun harga minyak turun dari level tertinggi baru-baru ini setelah Israel dan Lebanon menyetujui gencatan senjata.
Indeks saham Asia terluas MSCI di luar Jepang turun 1,6%. Sementara futures S&P 500 e-mini turun 0,4%. Saham Korea turun signifikan setelah dibuka kembali pasca libur.
"Pasar keuangan kembali bergeser ke mode penghindaran risiko karena AS dan Iran kembali terlibat baku tembak," tulis analis dari Westpac dalam sebuah laporan riset.
Para pedagang juga mencermati data PMI sektor jasa ISM AS yang lebih baik dari perkiraan, yang naik pada bulan Mei. Hal ini karena bisnis secara proaktif melakukan pemesanan dan membangun kembali persediaan untuk mengantisipasi kekurangan dan harga yang lebih tinggi karena perang Iran.
Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Partai Republik menyetujui resolusi kekuasaan perang pada hari Rabu untuk mencegah Presiden Donald Trump melanjutkan konflik melawan Iran.
Langkah ini sebagian besar bersifat simbolis karena masih harus disahkan oleh Senat dan membutuhkan mayoritas dua pertiga di kedua kamar untuk mengesampingkan veto presiden yang hampir pasti.
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang, tetap stabil di 99,45 setelah reli tiga hari yang membawa mata uang tersebut ke level terkuatnya sejak 7 April. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun tetap stabil di 4,489%.
Indeks Saham Asia
Indeks Nikkei225 (Jepang) -1,36% ke 67.470
Indeks Topix (Jepang) -1,11% ke 3.951
Shanghai Composite (China) -0,64% ke 4.057
Shenzhen Component (China) -0,27% ke 15.661
CSI 300 (China) -0,69% ke 4.904
Hang Seng (Hong Kong) -1,48% ke 25.253
Indeks Kospi (Korsel) -1,84% ke 8.639
Taiex (Taiwan) -1,68% ke 45.677
S&P/ASX200 (Australia) -1,13% ke 8.686
Asia Currencies
Yen up 0,12% menjadi 159,88 per USD
SGD drop 0,05% menjadi 1,2841 per USD
AUD stagnan 0,00% ke posisi 0,7129 per USD
Rupiah melemah 0,46% menjadi 18.049 per USD
Rupee drop 0,07% ke 95,7713 per USD
Yuan menguat 0,03% ke 6,7762 per USD
Ringgit melemah 0,56% ke 4,0195 per USD
Baht up 0,20% ke 32,6770 per USD
Bursa Eropa
Pasar saham Eropa bergerak naik pada Kamis (4/6) pagi seiring meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, meskipun gencatan senjata telah disepakati antara Israel dan Lebanon pada Rabu malam.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 0,4%. FTSE 100 London naik 0,2%. Sementara Indeks CAC 40 Prancis naik 0,7% dan Indeks DAX Jerman naik 0,6% dalam perdagangan pagi.
Jika perlu, Israel dan AS siap menyerang Iran lagi, kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada CNBC dalam sebuah wawancara.
Oil
Harga minyak turun pada hari Kamis (4/6) sore setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon meningkatkan harapan akan kesepakatan yang lebih luas untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran yang dapat mengarah pada pembukaan kembali Selat Hormuz.
Harga Brent berjangka turun 77 sen atau 0,8% menjadi $97,03 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 70 sen atau 0,7% menjadi $95,32.
"Iran bersikeras agar agresi Israel terhadap Lebanon, yang berarti Hizbullah, dihentikan, dan memang tampaknya ada terobosan," kata analis PVM Oil, John Evans.
Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengisyaratkan bahwa mungkin akan ada kemajuan dalam negosiasi dengan Iran paling cepat akhir pekan ini.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin
An error occurred.