- IHSG sesi I ambruk 206 poin (-3,48%) ke level 5.734, seluruh sektor merah dengan basic industry terparah (-5,95%).
- Bursa Asia jatuh karena AS dan Iran kembali terlibat baku tembak, investor beralih ke mode penghindaran risiko.
- Harga minyak turun setelah Israel-Lebanon setujui gencatan senjata, serta DPR AS lulus resolusi batasi kekuasaan perang Trump.
Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terguling signifikan pada akhir perdagangan sesi I hari Kamis (4/6). IHSG berkurang 206 poin atau -3,48% ke level 5.734.
Sebanyak 228,4 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp12,73 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , ,
Saham top losers LQ45: , , , , .
Sektor basic industry tumbang paling signifikan turun sebesar 5,95%. Saham sektor ini yang terpuruk di antaranya , , , , , , , , .
Seluruh indeks sektor saham tak ada yang selamat, berada di zona merah.
Bursa Asia
Saham-saham Asia jatuh pada hari Kamis (4/6) karena pertempuran yang kembali terjadi antara AS dan Iran mengguncang investor. Meskipun harga minyak turun dari level tertinggi baru-baru ini setelah Israel dan Lebanon menyetujui gencatan senjata.
Indeks saham Asia terluas MSCI di luar Jepang turun 1,5%. Sementara futures S&P 500 e-mini turun 0,5%. Saham Korea turun signifikan setelah dibuka kembali pasca libur.
"Pasar keuangan kembali bergeser ke mode penghindaran risiko karena AS dan Iran kembali terlibat baku tembak," tulis analis dari Westpac dalam sebuah laporan riset.
Para pedagang juga mencermati data PMI sektor jasa ISM AS yang lebih baik dari perkiraan, yang naik pada bulan Mei. Hal ini karena bisnis secara proaktif melakukan pemesanan dan membangun kembali persediaan untuk mengantisipasi kekurangan dan harga yang lebih tinggi karena perang Iran.
Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Partai Republik menyetujui resolusi kekuasaan perang pada hari Rabu untuk mencegah Presiden Donald Trump melanjutkan konflik melawan Iran.
Langkah ini sebagian besar bersifat simbolis karena masih harus disahkan oleh Senat dan membutuhkan mayoritas dua pertiga di kedua kamar untuk mengesampingkan veto presiden yang hampir pasti.
Indeks Saham Asia
Indeks Nikkei225 (Jepang) -1,48%
Indeks Topix (Jepang) -0,93%
Shanghai Composite (China) -0,43%
Shenzhen Component (China) -0,46%
CSI 300 (China) -0,58%
Hang Seng (Hong Kong) -1,39%
Indeks Kospi (Korsel) -1,04%
Taiex (Taiwan) -0,84%
S&P/ASX200 (Australia) -1,21%
Asia Currencies
Yen up 0,13% menjadi 159,86 per USD
SGD naik 0,02% menjadi 1,2832 per USD
AUD stagnan 0,00% ke posisi 0,7129 per USD
Rupiah melemah 0,43% menjadi 18.045 per USD
Rupee melaju 0,04% ke 95,6725 per USD
Yuan menguat 0,02% ke 6,7769 per USD
Ringgit melemah 0,46% ke 4,0155 per USD
Baht up 0,27% ke 32,6540 per USD
Oil
Harga minyak turun pada hari Kamis (4/6) karena kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon meningkatkan harapan akan kesepakatan yang lebih luas untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran. Sementara DPR AS menyetujui resolusi yang berupaya membatasi kekuasaan perang Presiden Donald Trump.
Harga minyak Brent berjangka turun 67 sen atau 0,69% menjadi $97,14 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 62 sen atau 0,65% menjadi $95,4.
Di AS, Dewan Perwakilan Rakyat yang dipimpin Partai Republik menyetujui resolusi pada hari Rabu untuk mencegah Trump melanjutkan perang melawan Iran. Agar berlaku, resolusi tersebut memerlukan persetujuan Senat dan mayoritas dua pertiga di kedua kamar untuk mengesampingkan veto Trump yang hampir pasti.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)
Sumber : admin