- IHSG naik 3,39% ke level 7.207 pada sesi I, ditopang penguatan seluruh sektor
- Bursa Asia kompak melonjak tajam setelah keputusan Donald Trump menunda serangan ke Iran selama dua minggu
- Harga minyak jatuh drastis di bawah $100 per barel, meredakan kekhawatiran inflasi global
Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melonjak signifikan pada perdagangan sesi I hari Rabu (8/4). IHSG melejit 236 poin atau +3,39% ke level 7.207.
Sebanyak 268,6 juta lot saham tercatat sebagai volume perdagangan. Volume perdagangan tersebut membukukan nilai transaksi Rp12,99 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Seluruh sektor sukses menopang laju IHSG . Sektor basic industry melonjak terkuat sebesar +7,18%
Saham-saham sektor tersebut yang melonjak di antaranya +17,12%, +10,00%, +6,05%, +5,98%, +4,25%, +2,98%, +2,54%, 2,44%, +0,1%.
Bursa Asia
Pasar saham Asia melonjak tajam pada perdagangan hari Rabu (8/4). Lonjakan market ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah setuju untuk menangguhkan serangan yang direncanakan terhadap infrastruktur Iran selama dua minggu.
Langkah itu "tergantung pada persetujuan Republik Islam Iran untuk pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera dan aman," tulis Trump di Truth Social.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sebuah unggahan di X atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu mengatakan bahwa angkatan bersenjata Teheran akan " menghentikan operasi pertahanan mereka. "
Analis dari Thornburg Investments Josh Rubin menyatakan dalam jangka waktu yang lebih lama, harga energi ditakdirkan untuk cukup inflasi di seluruh dunia.
"Jika sekarang ada keyakinan bahwa harga energi dapat turun kembali, itu lebih baik untuk inflasi, lebih baik untuk prospek pemotongan suku bunga bank sentral," katanya.
Indeks Saham Asia
Nikkei225 (Jepang) +3,70%
Topix (Jepang) +3,28%
Indeks Shanghai (China) +1,92%
Indeks Shenzhen Component (China) +3,87%
CSI 300 (China) +2,76%
Hang Seng (Hong Kong) +2,81%
Indeks Kospi (Korsel) +7,40%
S&P/ASX200 (Australia) +2,70%
Asia Currencies
Yen up 0,75% menjadi 158,43 per USD
SGD melaju 0,63% menjadi 1,2745 per USD
AUD naik 1,33% ke posisi 0,7067 per USD
Rupiah naik 0,54% menjadi 17.012 per USD
Rupee naik 0,46% ke 92,5537 per USD
Yuan menguat 0,47% ke 6,8308 per USD
Ringgit naik 1,05% ke 3,9872 per USD
Baht up 1,43% ke 32,087 per USD
Oil
Harga minyak turun di bawah $100 per barel pada hari Rabu (8/4) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran yang bergantung pada pembukaan kembali Selat Hormuz secara segera dan aman.
Harga minyak mentah Brent turun $14,51 atau 13,3% menjadi $94,76 per barel. Sementara WTI turun $17,16 atau 15,2% menjadi $95,79 per barel.
Perubahan sikap Trump terjadi sesaat sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz, tempat 20% minyak dunia melintas, atau menghadapi serangan luas terhadap infrastruktur sipilnya.
"Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi!" tulisnya di media sosial, setelah sebelumnya pada hari Selasa mengunggah bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini" jika tuntutannya tidak dipenuhi.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)
Sumber : admin