Bursa Siang: Ditopang Indikator Ekonomi AS Saham Asia Hijau, IHSG Melesat Lagi
Friday, July 18, 2025       11:52 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) semakin berlari kencang. Saat finis perdagangan sesi I hari Jumat (18/7), IHSG bertambah 92 poin (+1,27%) ke posisi 7.379.
Aktivitas trading mencatat volume sebanyak 118,45 juta lot saham di akhir sesi I. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp7,75 triliun.
Saham top gainers: , , , , , , . Saham teraktif: , , , , , , .
Sektor teknologi menjadi primadona setelah naik paling kuat sebesar 6,36%. Sektor infrastruktur dan kesehatan juga ikut menopang IHSG usai naik masing-masing 3,82% serta 1,84%. Sementara itu sektor barang konsumen primer terlemah, turun 0,28%
Bursa Asia
Market saham Asia ke zona positif pada trading hari Jumat (18/7) seiring katalis data ekonomi AS serta laba emiten yang masih kuat. Faktor tersebut mengimbangi kekhawatiran terhadap ketidakpastian tarif.
Raksasa streaming Netflix membukukan pendapatan kuartal kedua melampaui perkiraan para analis. Namun harga sahamnya drop 1,8%. Para analis menyebut pelemahan harga tersebut karena sebagian besar pertumbuhan kinerja Netflix sudah diperhitungkan.
Saham TSMC , produsen utama chip AI canggih dunia di Asia yang terdaftar di bursa saham Taiwan, menguat 2,2% setelah membukukan rekor laba kuartalan pada hari Kamis. Meskipun perusahaan tersebut menyatakan bahwa pendapatan di masa mendatang mungkin terpengaruh oleh tarif AS.
Pada hari Jumat, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8% ke level tertinggi sejak akhir 2021. Sehingga kenaikan secara mingguan menjadi 1,7%.
Data pada hari Jumat menunjukkan inflasi inti Jepang melambat pada bulan Juni karena pemotongan sementara tagihan utilitas tetapi tetap berada di atas target 2% bank sentral. Meningkatnya biaya hidup, termasuk melonjaknya harga beras, merupakan salah satu alasan menurunnya popularitas PM Jepang Ishiba.
"Jika PM Ishiba memutuskan untuk mengundurkan diri karena kekalahan pemilu, USD/JPY dapat dengan mudah menembus di atas 149,7 karena akan memicu periode awal turbulensi politik," kata Jayati Bharadwaj, kepala strategi valas di TD Securities.
"JPY dapat membalikkan pelemahan dramatis baru-baru ini jika koalisi yang berkuasa menang dan mampu membuat kemajuan pesat dalam kesepakatan perdagangan dengan Trump."
Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan pada hari Kamis bahwa ia tetap yakin bank sentral harus memangkas suku bunga pada akhir bulan ini. Meskipun sebagian besar pejabat yang telah berbicara di depan umum tidak menunjukkan keinginan untuk bergerak.
Kontrak berjangka Fund Fed Rate menyiratkan hampir tidak ada peluang untuk bergerak pada 30 Juli. Sementara penurunan suku bunga pada bulan September diperkirakan hanya sekitar 62%.
Indeks Saham Asia
Nikkei 225 (Jepang) -0,20%
Topix (Jepang) -0,10%
Shanghai Composite (China) +0,34%
Shenzhen Component (China) +0,30%
CSI300 (China) +0,47%
Hang Seng (Hong Kong) +0,71%
Kospi (Korsel) -0,60%
Taiex (Taiwan) +0,96%
ASX200 (Australia) +1,44%
Asia Currencies
Yen drop 0,07% menjadi 148,69 per USD
SGD naik 0,06% menjadi 1,2851 per USD
AUD naik 0,19% menjadi 0,6498 per USD
Rupiah melaju 0,20% menjadi 16.308 per USD
Rupee drop 0,08% ke 86,15 per USD
Yuan melaju 0,00% ke 7,1814 per USD
Ringgit menguat 0,04% ke 4,2472 per USD
Baht naik 0,16% ke 32,446 per USD
Oil
Harga minyak stagnan pada trading hari Jumat (18/7) karena kekhawatiran serangan pesawat tak berawak di ladang minyak Irak utara akan mengurangi pasokan. Dan juga faktor kekhawatiran potensi penurunan permintaan di tengah ketidakpastian dalam kebijakan tarif AS.
Harga minyak mentah Brent turun 4 sen (-0,06%) menjadi $69,48 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun tipis 3 sen (-0,04%) menjadi $67,51 per barel.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx)

Sumber : admin
An error occurred.