Bursa Saham Eropa Flat, Bayer Melonjak Usai Dukungan AS Terkait Gugatan Roundup
Wednesday, December 03, 2025       03:24 WIB
  • STOXX 600 stagnan, namun saham Bayer melonjak lebih dari 12% setelah pemerintah AS mendukung upaya pembatasan gugatan terkait Roundup.
  • Sektor perbankan memimpin kenaikan, dipicu penguatan Santander dan Erste Group, sementara beberapa indeks Eropa bergerak variatif.
  • Inflasi zona euro naik tak terduga, melemahkan prospek pemangkasan suku bunga ECB, ditambah tekanan dari valuasi tinggi saham AI di Amerika.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa bergerak tanpa arah yang jelas, Selasa, dengan investor tetap berhati-hati setelah penurunan pada sesi sebelumnya. Di sisi lain, lonjakan tajam saham Bayer menjadi pusat perhatian setelah pemerintah Amerika Serikat mendukung langkah perusahaan itu untuk membatasi gugatan atas produk pembasmi gulma Roundup.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik tipis 0,07% atau 0,38 poin menjadi 575,65, menyusul tekanan di sektor industri pada awal pekan, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Selasa (2/12) atau Rabu (3/12) dini hari WIB.
Bayer melejit lebih dari 12% ke posisi tertinggi hampir dua tahun setelah pemerintahan Presiden Donald Trump meminta Mahkamah Agung AS untuk meninjau permohonan perusahaan guna membatasi ribuan gugatan yang menuduh Roundup menyebabkan kanker.
Lonjakan ini membantu menjaga indeks kesehatan tetap positif, yang menguat 0,2%, dan menahan dampak kejatuhan 2,3% pada saham Novo Nordisk, produsen obat penurun berat badan Wegovy.
Sektor perbankan melanjutkan reli ke sesi ketujuh dengan kenaikan 1,1%. Banco Santander menjadi pendorong terbesar setelah sahamnya melesat 1,4% menyusul penjualan 3,5% saham di unit Santander Bank Polska, yang justru anjlok 5,8%.
Sementara itu, Erste Group melambung 3,7% setelah Barclays menaikkan peringkatnya menjadi "overweight" dari "equal-weight" dengan alasan prospek pertumbuhan yang kuat di Eropa Tengah dan Timur.
"Sektor perbankan kini menjadi tempat aman dan diuntungkan dari suku bunga tinggi. Spanyol sering menjadi pengecualian...terutama karena kuatnya sektor keuangan," ujar Nick Saunders, CEO Webull UK.
Indeks Spanyol IBEX 35--yang didominasi saham bank--menguat 0,5% dan mendekati rekor tertingginya. Sementara, bursa utama regional berakhir variatif. Indeks DAX Jerman menguat 0,51% atau 121,42 poin menjadi 23.710,86, FTSE 100 Inggris turun tipis 0,01% atau 0,73 poin ke 9.701,80, dan CAC Prancis melemah 0,28% atau 22,39 poin jadi 8.074,61.
Di sektor pertahanan, saham Rheinmetall dan Hensoldt melejit hampir 3% setelah melemah pada sesi sebelumnya.
Dalam perkembangan geopolitik, Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, di Kremlin, untuk membahas kemungkinan penyelesaian perang di Ukraina.
Investor juga mencermati data yang menunjukkan inflasi zona euro meningkat secara tak terduga, yang diperkirakan menurunkan peluang pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dalam waktu dekat.
"ECB tidak terlihat ingin memangkas suku bunga tahun depan karena mereka menilai kebijakan saat ini sudah berada di posisi tepat," kata Ipek Ozkardeskaya, analis Swissquote Bank.
Saham Eropa sebelumnya melampaui kinerja pasar Wall Street pada paruh pertama tahun ini, ketika ketidakpastian kebijakan perdagangan dan moneter di AS membuat investor mencari diversifikasi. Namun, pasar Amerika kemudian mengejar dan bahkan menyalip, berkat euforia terhadap saham-saham kecerdasan buatan (AI).
"Isu terbesar adalah saham-saham AI...menjelang akhir tahun, ketika volume perdagangan menurun, kemungkinan koreksi tajam di pasar AS meningkat karena valuasinya sudah terlalu tinggi," ujar Saunders.
Di antara saham lainnya, FDJ United anjlok 5,7% setelah J.P. Morgan menurunkan rekomendasinya menjadi "underweight".
ISS menjadi saham terburuk di STOXX dengan kerugian 7,7% akibat kekhawatiran mengenai potensi tanggung jawab hukum terkait kebakaran di sebuah gedung tinggi di Hong Kong. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin