- Pasar saham dan mata uang emerging market Asia bergerak tidak stabil, aksi jual melanda saham teknologi, dipicu kekhawatiran dampak produk AI Anthropic.
- Indeks MSCI EM Asia naik tipis ditopang lonjakan KOSPI yang mencetak rekor, sementara saham teknologi China dan India tertekan tajam.
- Di kawasan, IHSG turun 0,4% meski saham Barito Pacific dan Chandra Asri menguat, sementara mata uang Asia cenderung bergerak terbatas.
Ipotnews - Pergerakan indeks saham dan mata uang emerging market Asia hingga menjelang akhir sesi perdagangan hari ini, Rabu (4/2) bergerak tidak stabil. Investor melakukan aksi jual saham teknologi, sementara saham produsen otomotif dan baterai mendorong pasar Korea Selatan mencatat rekor penutupan tertinggi.
Laman Reuters melaporkan, selepas pukul 16:00 WIB, indeks MSCI untuk saham EM Asia naik tipis setelah sempat bergerak di zona negatif sepanjang sesi. Lonjakan indeks saham acuan Kospi, Korea Selatan menjadi pendorong kenaikan.
Aksi jual global saham teknologi informasi merembet ke Asia setelah perusahaan AI Anthropic meluncurkan perangkat produktivitas tempat kerja, memicu kekhawatiran disrupsi di sektor tersebut.
Indeks MSCI untuk saham teknologi informasi EM Asia melorot 0,7%. Indeks CSI Software Services China anjlok 1,8%, sementara saham-saham raksasa teknologi yang tercatat di Hongkong merosot 1%.
Saham teknologi India ambles hampir 7%, dengan emiten besar seperti Infosys dan TCS terpangkas antara 7% hingga 8%.
"Saham perangkat lunak terpukul paling keras karena Anthropic meluncurkan alat baru untuk produk Cowork," tulis analis Yardeni Research.
"Masih terlalu dini untuk menilai kegunaan alat tersebut, namun investor memilih memangkas valuasi saham-saham perangkat lunak," imbuhnya seperti dikutip Reuters.
Di Korea Selatan, indeks KOSPI melanjutkan penguatan hingga mencetak rekor penutupan tertinggi. Saham Hyundai Motor dan Kia Corp masing-masing melonjak sekitar 2%, sementara produsen baterai LG Energy Solution melompat 3%.
Produsen chip Samsung Electronics melaju 1% dan mencatat rekor penutupan, sementara pesaingnya SK Hynix melorot 0,8%.
Saham Taiwan yang didominasi sektor teknologi naik 0,3%. Saham keuangan dan industri menjadi penopang utama, sementara raksasa chip TSMC merosot 0,8%.
Indeks saham STI Singapura bergerak mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, ditopang saham perbankan, konsumer, dan industri.
Sementara itu, indeks saham SET Thailand naik 0,5%, dan indeks saham PSEI Filipina berbalik melemah 0,4%.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) turun 0,4%, memperpanjang pelemahan hampir 3% sepanjang pekan ini setelah anjlok hampir 7% pekan lalu.
Menahan penurunan lebih lanjut, saham Barito Pacific dan Chandra Asri Pacific masing-masing melesat 5,6% dan 2,3% setelah mengumumkan pembelian kembali saham di tengah gejolak pasar.
Mata uang kawasan cenderung bergerak terbatas. Baht Thailand naik paling besar sebesar 0,3% menjelang pemilu pada 8 Februari.
Won Korea Selatan memangkas pelemahan setelah wakil menteri kesejahteraan menyatakan harapan agar Layanan Pensiun Nasional mulai menerbitkan obligasi valuta asing sebelum akhir tahun.
Di India, rupee melemah 0,2%, memangkas sebagian penguatan pada sesi sebelumnya setelah kesepakatan dagang yang menurunkan tarif AS atas barang India menjadi 18% dari sebelumnya 50%. (Reuters)
Country | FX Daily % | FX YTD % | Stocks Daily % | Stocks YTD % |
Japan | -0.41 | +0.18 | -0.79 | 7.85 |
China | +0.05 | +0.75 | 0.67 | 3.17 |
India | -0.22 | -0.66 | -0.05 | -1.58 |
Indonesia | -0.12 | -0.63 | -0.41 | -6.45 |
Malaysia | +0.13 | +3.34 | -0.17 | 3.88 |
Philippines | +0.16 | -0.26 | -0.38 | 5.37 |
S.Korea | -0.25 | -0.74 | 1.57 | 27.45 |
Singapore | -0.06 | +1.21 | 0.15 | 6.58 |
Taiwan | +0.01 | -0.41 | 0.29 | 11.48 |
Thailand | +0.30 | -0.35 | 0.46 | 6.55 |
Sumber : admin