- Bursa Asia dibuka bervariasi, setelah Arab Saudi menutup pipa East-West akibat serangan drone, memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak.
- Kospi anjlok 3,12%, Nikkei 225 turun 1,55%, ASX 200 naik 0,20%, sementara kontrak berjangka Hang Seng berada di 24.793.
- IHSG berisiko volatil dengan support 6.450 dan resistance 6.600, setelah pekan lalu turun 1,4% ke 6.541,38 dan mencatat net sell asing Rp3,36 triliun.
Ipotnews - Bursa saham Asia membuka sesi perdagangan pekan ketiga September 2026, Senin (14/9), dengan bervariasi, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan minyak global. Arab Saudi menutup pipa East-West yang merupakan jalur penting untuk menghindari Selat Hormuz.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah pemerintah Saudi terpaksa menutup pipa East-West tersebut, menyusul kerusakan akibat serangan drone yang diluncurkan dari Irak. Riyadh belum mengungkap seberapa parah kerusakan pipa atau berapa lama pipa tersebut akan ditutup.
Harga minyak naik lebih dari 2% pada Minggu malam setelah Arab Saudi menutup pipa yang menjadi jalur alternatif dari Selat Hormuz. Harga minyak mentah AS menembus USD100 per barel pada pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Mei, di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pertemuan diplomatik antara Iran dan negara-negara Arab Teluk yang semula dijadwalkan berlangsung Senin di Oman untuk membahas situasi di Selat Hormuz, ditunda setelah serangan terhadap pipa tersebut.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,15%. Indeks berlanjut naik 0,20% menjadi 8.758,60 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka anjlok 2,91% dan berlanjut terperosok 3,12% ke level 6.694,09.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak merosot 1,55% ke posisi 63.018,66, setelah dibuka drop 1,59%.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.793, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di level 24.805,63.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berisiko menghadapi setelah mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan melorot 0,73% ke 6.541. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange juga melorot 0,74% ke USD12,76.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih volatil, berpeluang konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas sepanjang pekan ini. Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini akan berada di kisaran support di level 6.450 dan resistance di 6.600.
Analis Indo Premier mencatat, IHSG sempat menembus EMA20 pada Jumat lalu, sebelum kembali ditutup di atas level support tersebut, tertekan kenaikan harga minyak dan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Secara mingguan, IHSG terkoreksi 1,4% ke 6.541,38, menghapus sebagian kenaikan 1,82% pada pekan sebelumnya yang membawa indeks ke level tertinggi empat bulan.
Arus dana asing juga berbalik negatif dengan net sell Rp3,36 triliun sepanjang pekan, dibandingkan net buy Rp2,3 triliun pada pekan sebelumnya.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, didukung penurunan harga minyak. Indeks harga konsumen AS, Agustus, naik lebih cepat setelah penurunan selama dua bulan sebelumnya. Peluang kenaikan suku bunga The Fed kini hampir 90%, seiring tekanan inflasi yang masih tinggi. Harga Brent turun hampir 3% tetapi masih bertahan di atas US$104 per barel.
. Sembilan dari 11 sektor S&P 500 menguat, dipimpin sektor jasa komunikasi (+1,35%) dan konsumen diskresioner 1,13%. Saham Dell dan Hewlett Packard Enterprise melejit 12%. HP melesat 8,4% tapi Oracle anjlok 1,8%. Saham ACV Auctions melambung 44%. Indeks Volatilitas CBOE turun 2 poin menjadi 15,88. Dalam sepekan, S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi 0,8% dan 0,7%
- S&P 500 meningkat 0,86% menjadi 7.656,98.
- Nasdaq Composite melaju 0,96% ke 26.333,04.
- Dow Jones Industrial Average menanjak 0,98% ke 52.573,2
Bursa saham utama Eropa juga ditutup menguat pada akhir pekan lalu, harga minyak turun dari level tertinggi lima bulan, meredakan tekanan terhadap pasar Eropa. Namun sentimen pasar masih tertekan kekhawatiran inflasi dan tingginya imbal hasil obligasi. ECB menaikkan suku bunga serta memperingatkan inflasi dapat bertahan lebih lama. Data inflasi AS yang meningkat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Prospek pertumbuhan ekonomi Prancis memburuk, menambah tekanan terhadap prospek fiskal
Yiled US Treasusry 10 tahun turun, namun imbal hasil obligasi pemerintah zona euro relatif stabil. Indeks STOXX 600 naik 0,49% menjadi 639,1. Sektor telekomunikasi dan perbankan memimpin penguatan masing-masing melaju 1,5%. Perusahaan broker online asal Jerman FlatexDEGIRO ambles 7,9%.
- DAX Jerman meningkat 0,82% ke posisi 25.568,56.
- FTSE 100 Iggris naik 0,39% menjadi 10.650,44.
- CAC 40 Prancis bertambah 0,78% ke 8.179,77.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia mengakhiri pekan lalu dengan sedikit menguat. Rilis data inflasi AS meningkat, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pekan depan. Harga minyak tetap tinggi mendukung laju inflasi lebih lanjut. IHK AS naik 0,4% pada Agustus naik dari 0,1% di Juli. Inflasi inti mencapai 2,4% yoy, setelah naik 2,5% di Juli. Yield Treasury AS 2 tahun naik 7,75 bps menjadi 4,63%, mencerminkan meningkatnya ekspektasi suku bunga The Fed.
Euro dan poundsterling melemah. Yen menguat karena ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan. Inflasi grosir Jepang yang tetap tinggi memperkuat alasan BoJ menaikkan suku bunga. Indeks dolar AS (DXY) naik tipis 0,07% di posisi 99,12, namun menurun sekitar 1,6% sepanjang pekan..
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change |
Euro (EUR-USD) | 1.1599 | 0.00 | 0.11% |
Yen (USD-JPY) | 153.61 | 0.81 | 0.52% |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3524 | 0.00 | 0.09% |
Rupiah (USD-IDR) | 17,611 | 64.00 | 0.36% |
Yuan (USD-CNY) | 6.7080 | 0.00 | 0.06% |
Sumber : Bloomberg.com, 11/9 /2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea melemah pada penutupan pasar pekan lalu, namun melesat lebih dari 8% sepanjang pekan. Pelemahan harga dipicu peluang kesepakatan sementara terkait pelayaran di Selat Hormuz, meski gangguan tetap tinggi. Houthi memperluas ancaman terhadap jalur pelayaran strategis di kawasan Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Commerzbank menaikkan proyeksi harga Brent akhir tahun menjadi USD85 per barel dari sebelumnya US$75 per barel.
Serangan terhadap infrastruktur energi Saudi dan turunnya jumlah kapal yang melintasi Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Sementara itu, pasokan minyak mentah Saudi turun 2,3 juta bph pada Agustus menjadi 6 juta bph, terendah dalam lebih dari tiga dekade. Gangguan pelayaran dan serangan terhadap kilang Rusia mendorong harga diesel AS menembus rekor USD6 per galon.
- Harga Brent berjangka anjlok 2,81% ke USD104,61 per barel.
- Harga WTI berjangka susut 2,37% ke USD100,05 per barel.
Harga emas mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan menguat, tetapi masih merosot sekitar 1,5% sepanjang pekan. IHK AS naik 0,4% pada Agustus dari 0,1% pada Juli, harga minyak yang tetap tinggi meningkatkan risiko inflasi. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed meningkat dengan peluang kenaikan suku bunga pekan depan naik menjadi 87%, menekan daya tarik emas.
Permintaan emas di India masih lemah akibat volatilitas harga, sementara permintaan investasi di China tetap kuat. Meski harga emas pulih, emas dan logam mulia lainnya masih menghadapi tekanan dari prospek suku bunga AS yang lebih tinggi. Harga perak naik spot melaju 1,6% ke USD64,54 per ounce, platinum meningkat 1% ke USD1.792,11 dan paladium melonjak 2,1% ke USD1.308,63.
- Harga emas di pasar spot melaju 1,1% ke USD4.363,01 per ounce.
- Harga emas berjangka AS stabil di kisaran USD4.408,90 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)