Bursa Pagi: Lanjutkan Laju Global, Asia Dibuka Naik, IHSG Berpeluang Rebound
Wednesday, November 12, 2025       08:26 WIB
  • Sebagian besar bursa saham Asia dibuka menguat mengikuti tren positif dari bursa Eropa dan Wall Street.
  • Investor menyoroti saham SoftBank,Jepang yang anjlok lebih dari 7% setelah menjual seluruh kepemilikannya di Nvidia senilai USD5,83 miliar untuk mendukung investasinya di OpenAI.
  • IHSG berpotensi rebound secara teknikal menuju level 8.450, meski masih dibayangi aksi jual asing dan ambil untung.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (12/11) dibuka     cenderung menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan sebagian besar indeks Wall Street.
Investor akan mencermati pergerakan saham SoftBank serta saham-saham teknologi di Asia. Saham SoftBank Group ambles lebih dari 7% setelah mengumumkan telah menjual seluruh kepemilikannya di pembuat chip AS, Nvidia, senilai USD5,83 miliar, sebagai upaya untuk memanfaatkan taruhannya yang " all in " pada pembuat ChatGPT, OpenAI.
Dalam laporan pendapatannya, SoftBank menyebut telah menjual 32,1 juta saham Nvidia pada Oktober, serta mengurangi kepemilikannya di T-Mobile, sehingga mengumpulkan dana sebesar USD9,17 miliar.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,13%. Indeks berlanjut naik 0,20% menjadi 8.836 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibbuka stagnan, sementara Kosdaq meningkat 0,62%. Kospi berlanjut naik 0,30% menjadi 4.118,64.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,20% menjadi 50.930,96, setelah dibuka turun 0,26%, sedangkan Topix naik 0,35%.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan berusaha kembali menuju 8.400, meski masih terus dibayangi aksi jual asing dan ambil untung, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan melemah kembali 0,29% menjadi 8.366. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange turun 0,46% menjadi USD18,45.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang  technical rebound  setelah digembosi aksi ambil untung dua hari beruntun. Secara teknikal indeks berpotensi menguat ke atas 8.450, namun perlu diwaspadai jika telah melewati area koreksi di bawah 8.350.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, didorong optimisme akhir penutupan pemerintahan AS. Anggota DPR AS kembali ke Washington untuk melakukan pemungutan suara yang dapat mengakhiri  government shutdown.  Namun sentimen pasar tertahan oleh data ADP yang menunjukkan pemangkasan 11.250 pekerjaan per minggu di sektor swasta.
Indeks Dow Jones mencatatkan rekor tertinggi baru. Sepuluh dari 11 sektor S&P 500 mencatat kenaikan, dipimpin lompatan sektor kesehatan 2,33%. Saham Eli Lilly, Johnson & Johnson, dan AbbVie melonjak lebih dari 2%. Saham-saham berbasis AI berguguran akibat kekhawatiran baru atas valuasi yang terlalu tinggi. Nvidia terperosok 3% setelah SoftBank menjual saham USD5,8 miliar. CoreWeave rontok 16%. Occidental Petroleum naik tipis 0,1%. Paramount Skydance melejit 10%.
  • Dow Jones Industrial Average melaju 1,18% (559,33 poin) ke 47.927,96.
  • S&P 500 menguat 0,21% (14,18 poin) ke posisi 6.846,61.
  • Nasdaq Composite turun 0,25% (-58,87 poin) menjadi 23.468,30.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, mencetak rekor tertinggi baru di tengah optimisme berakhirnya  shutdown  AS. Namun kepercayaan investor Jerman menurun dan analis memperingatkan risiko dari ketegangan perdagangan serta perlambatan ekonomi kawasan Eropa. Indeks FTSE 100 Inggris juga mencetak rekor, ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE
Indeks STOXX 600 melonjak 1,28% ke 580,13 tertinggi dalam sejatah, dipimpin lonjakan saham kesehatan (2,9%) dan barang mewah (2,4%). Sahan Novo Nordisk dan Zealand Pharma melesat 6,4% dan 8,7%. Sektor perbankan menguat 1,1%. Saham emiten besar Inggris, Vodafone dan Fraport melejit 8,3% dan 6,5%. Sebaliknya, INWIT rontok 11,8%. Saham Swiss, Richemont dan Swatch Group melonjak 1,9% dan 5,7%.
  • FTSE 100, Inggris melaju 1,15% (112,45 poin) ke 9.899,60.
  • DAX Jerman naik 0,53% (128,07 poin) menjadi 24.088,06.
  • CAC Prancis melonjak 1,25% (100,72 poin) ke 8.156,23.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah. Laporan ADP menunjukkan perusahaan swasta AS memangkas rata-rata 11.250 pekerjaan per minggu hingga 25 Oktober, menandakan pelemahan pasar tenaga kerja. Pelemahan dolar terjadi menjelang berakhirnya  government shutdown  AS.
Indeks dolar AS (DXY) turun 0,24% ke 99,39 di tengah ekspektasi the Fed akan memangkas suku bunga pada Desember. Euro menguat, didukung ekspektasi bahwa kebijakan moneter ECB akan mempertahankan suku bunga acuan hingga 2027. Yen juga menguat. Poundsterling stagnan setelah melemah akibat data pasar tenaga kerja kuartal III memperlihatkan tingkat pengangguran meningkat dan pertumbuhan upah melambat.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1583

0.00

0.01%

6:26 PM

Yen (USD-JPY)

154.14

0.02

0.01%

6:26 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3148

0.00

0.01%

6:26 PM

Rupiah (USD-IDR)

16,693.50

39.50

0.24%

2:59 AM

Yuan (USD-CNY)

7.1173

0.00

0.02%

1:59 PM

Sumber : Bloomberg.com,11/11/2025 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup naik sekitar USD1, terdorong sanksi terhadap minyak Rusia serta optimisme berakhirnya  shutdown  AS. Kenaikan harga tertahan oleh kekhawatiran kelebihan pasokan, setelah OPEC + menambah produksi dan berpotensi meningkatkan output lagi tahun depan.
Sanksi Barat menyebabkan gangguan ekspor bahan bakar Rusia dan deklarasi  force majeure  Lukoil di Irak. Produsen Timur Tengah meningkatkan pasokan ke India sebagai pengganti minyak Rusia. Awal bulan ini, OPEC + sepakat menaikkan target output Desember sebesar 137.000 bph, namun juga menyetujui penghentian kenaikan lebih lanjut pada kuartal pertama tahun depan.
  • Harga Brent berjangka melompat USD1,10 (1,72%) ke USD65,16 per barel.
  • Harga WTI berjangka melonjak 91 sen (1,51%) ke USD61,04 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi juga ditutup menguat, didorong ekspektasi berakhirnya  shutdown  AS. Kembalinya publikasi data ekonomi akan membuka peluang pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan. Pelaku pasar menilai data ekonomi yang lemah akan mendorong the Fed memangkas suku bunga hingga 50 bps, sementara peluang pelonggaran mencapai 64%.
Analis memperkirakan permintaan emas tahun ini dan 2026 akan mencapai level tertinggi sejak 2011, dengan potensi kenaikan harga hingga USD4.700 per ounce jika risiko politik dan pasar meningkat. Harga logam mulai lainnya; perak spot melaju 1,2% ke USD51,12 per ounce, platinum naik 0,4% menjadi USD1.583,72, dan paladium melonjak 2% ke level USD1.442,75.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% ke USD4.126,77 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS turun tipis 0,1% di USD4.116,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)