Bursa Pagi: Ketegangan Hormuz Mereda, Asia Dibuka Menguat, Dukung Peluang Laju IHSG
Wednesday, May 06, 2026       08:28 WIB
  • Bursa Asia dibuka menguat didorong turunnya harga minyak dan laba kuat.
  • Sentimen positif datang dari jeda operasi AS di Selat Hormuz.
  • IHSG berpotensi lanjut naik namun masih rawan koreksi.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (6/5), dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham uta,a Eropa dan Wall Street. Penurunan harga minyak dan laporan laba yang kuat meningkatkan sentimen investor.
Laman CNBC melaporkan, Presiden AS Donald Trump mengatakan upaya AS untuk memandu kapal keluar dari Selat Hormuz telah dihentikan sementara. Langkah ini menandakan upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis Timur Tengah berjalan sesuai rencana.
"Kami sepakat bersama bahwa, meskipun blokade tetap berlaku penuh, Project Freedom akan dihentikan sementara untuk melihat apakah kesepakatan dapat difinalisasi dan ditandatangani," ujar Trump dalam unggahan di Truth Social.
Militer AS menyatakan mulai memandu kapal komersial keluar dari Selat Hormuz. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa "dua kapal komersial AS, bersama kapal perusak Amerika, telah berhasil melintasi selat dengan aman, menunjukkan jalur tersebut terbuka."
Harga kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate untuk Juni anjlok 1,96% ke USD100,27 per barel pada pukul 08.03 ET. Sementara itu, kontrak berjangka Brent untuk Juli turun 1,27% ke USD108,48 per barel.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,58%. Indeks berlanjut meningkat 0,86% ke posisi 8.755,20 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Kospi Korea Selatan melesat 5,60% ke level 7.325,27, setelah dibuka kembali dengan meloncat 4,50% ke level tertinggi baru, melanjutkan kenaikan lebih dari 70% sepanjang tahun ini. Namun indeks Kosdaq dibuka melemah 0,15%.
Saham unggulan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix juga mencetak rekor tertinggi, melejit lebih dari 8% dan 9% pada awal perdagangan.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.860, dibandingkan penutupan terakhir indeks di 25.898,61.
Perdagangan pasar saham Jepang masih tutup karena libur.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan kembali menguat namun masih rawan terkoreksi, seteah mengakhiri sesi perdagangan kemari dengan melaju 1,22% ke 7.057,11. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melonjak 1,66% ke level USD14,95.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan penguatan, namun rawan terkoreksi, di tengah kombinasi sentimen domestik yang positif dan dinamika global yang masih fluktuatif.
Secara teknikal, Stochastic RSI mengindikasikan terjadinya reversal dari area   oversold,   didukung oleh histogram negatif MACD yang mulai menyempit, sehingga IHSG berpotensi menguji level 7.100. Level support di kisaran 6.975 dan resistance di 7.125.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat. S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi, didorong saham AI dan optimisme kinerja kuartalan. Jumlah lowongan kerja di AS, Maret lalu, turun jadi 6,866 juta, sedikit di atas perkiraan 6,835 juta. Indeks PMI sektor jasa ( non-manufacturing ) April, tercatat 53,6 sedikit di bawah ekspektasi 53,7. Washington menyatakan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku.
Seluruh 11 sektor utama dalam S&P 500 mencatat penguatan, dipimpin sektor material (+1,67%), diikuti sektor teknologi informasi (+1,63%). Saham AMD dan Intel melesat 4% dan 13%. Indeks semikonduktor PHLX melompat 4,2% ke rekor tertinggi. Saham Archer-Daniels-Midland melonjak 3,8%. DuPont melesat 8,4%. Pinterest meloncat 6,9%. Harga minyak Brent turun namun masih bertahan di sekitar USD110 per barel.
  • S&P 500 meningkat 0,81% ke posisi 7.259,22.
  • Nasdaq Composite melaju 1,03% ke 25.326,13.
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,73% ke posisi.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat moderat, ditopang reli sektor teknologi serta laporan kinerja perusahaan yang positif. Ketegangan AS-Iran dan harga energi yang tinggi membatasi kenaikan. Harga minyak yang bertahan di atas USD110 per barel akibat gangguan di Selat Hormuz membebani kawasan Eropa yang sangat bergantung pada energi.
Indeks STOXX 600 meningkat 0,7% ke 609,72, ditopang lonjakan sektor teknologi (+2,4%). Saham produsen chip seperti ASML dan menjadi kontributor terbesar. Pabrikan bir asal Belgia, Anheuser-Busch InBev, melejit 9,3%. Sektor perbankan zona euro melonjak 1,9%.UniCredit, Italia melesat 5,9%. Namun HSBC ambles 6,2% menekan bursa saham Inggris. Saham Rheinmetall melompat 3,4%. Intertek melesat 6%.
  • CAC Prancis melaju 1,08% ke 8.062,31.
  • DAX Jerman melonjak 1,71% ke level 24.401,70.
  • FTSE 100 Inggris merosot 1,4% ke posisi 10.219,11.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit melemah. Fokus pasar tertuju pada konflik Timur Tengah. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran masih berlaku, meski sebelumnya terjadi baku tembak di kawasan Teluk. Pasar cenderung stagnan karena minim katalis baru. Defisit perdagangan AS melebar akibat lonjakan impor.
Indeks Dolar AS (DXY) turun tipis 0,03% di 98,437.
Euro dan poundsterling menguat. Yen bergerak terbatas meski sempat didukung dugaan intervensi oleh otoritas Jepang, pekan lalu. Minat terhadap aset berisiko meningkat, dolar melemah terhadap peso dan rand. Dolar Australia menguat setelah bank sentral negara itu kembali menaikkan suku bunga guna menekan laju inflasi.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1722

0.00

0.25%

7:18 PM

Yen (USD-JPY)

157.61

0.27

0.17%

7:18 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3575

0.00

0.25%

7:18 PM

Rupiah (USD-IDR)

17,423.50

30.00

0.17%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.8289

0.01

0.16%

04/30/2026

Sumber : Bloomberg.com, 5/5/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup anjlok sekitar 4% setelah lonjakan tajam sebelumnya. AS menyatakan gencatan senjata dengan Iran masih bertahan, seiring munculnya tanda-tanda stabilitas di Selat Hormuz. Ketegangan geopolitik tetap tinggi meski jalur pelayaran mulai terbuka. Pergerakan harga juga dipengaruhi aksi koreksi teknikal pasar.
Pasar menanti data persediaan minyak AS untuk arah selanjutnya. Analis memperkirakan perusahaan energi menarik sekitar 3,3 juta barel minyak mentah dari cadangan pada pekan yang berakhir 1 Mei. Dewan Keamanan PBB mulai membahas rancangan resolusi yang didukung AS dan Bahrain dan berpotensi menjatuhkan sanksi terhadap Iran
  • Harga Brent berjangka drop 4% ke posisi USD109,87 per barel.
  • Harga WTI berjangka anjlok 3,9% ke posisi USD102,27 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup menguat, didorong aksi  bargain hunting  dan pelemahan minyak. Pelaku pasar mengevaluasi rapuhnya gencatan senjata di Timur Tengah serta potensi dampak konflik terhadap inflasi dan arah kebijakan suku bunga. Emas tetap jadi aset lindung nilai terhadap inflasi dan risiko global. Namun, suku bunga tinggi membatasi daya tarik logam mulia.
Pelaku pasar menantikan rilis laporan ketenagakerjaan AS yang akan menjadi indikator kebijakan moneter The Fed. Kebutuhan untuk lindung nilai terhadap inflasi serta pembelian yang berkelanjutan oleh bank sentral menahan penurunan harga emas lebih dalam. Harga logam mulia lainnya; perak spot naik 0,4% menjadi USD73,03 per ounce, platinum melaju 1% ke USD1.963,30, dan paladium melonjak 1,5% ke level USD1.501,41.
  • Harga emas spot meningkat 0,8% ke USD4.557,56 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS naik 0,8% ke USD4.568,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
An error occurred.