Bursa Pagi: Global-Regional Menghijau, IHSG Berpeluang Melaju Dibayangi Profit Taking
Wednesday, August 05, 2026       08:27 WIB

  • Bursa Asia dibuka menguat dipimpin lonjakan saham teknologi, didorong optimisme meredanya ketegangan di Selat Hormuz dan turunnya harga minyak.
  • Indeks utama Asia naik, dengan Kospi melonjak lebih dari 4%, Nikkei menguat hampir 3%, sementara saham chip seperti SoftBank, SK Hynix, dan Samsung memimpin reli.
  • IHSG berpeluang melanjutkan penguatan, namun tetap dibayangi aksi ambil untung; secara teknikal, penembusan di atas 6.365 akan mengonfirmasi tren naik yang lebih kuat.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (5/8), dibuka menguat melanjutkan tren positif kenaikan indeks saham acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang didukung kenaikan harga saham-saham teknologi dan penurunan harga minyak.
Laman CNBC melaporkan, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan bahwa Washington dan Teheran dapat mencapai kesepakatan paling cepat pada Selasa atau Rabu di AS, untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan Bessent meningkatkan harapan akan meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya harga energi.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa jalur pelayaran di bagian selatan Selat Hormuz tetap"bebas dan terbuka" bagi kapal-kapal komersial, meskipun terjadi apa yang mereka sebut sebagai"agresi Iran yang tidak beralasan."
Di Asia, harga saham-saham teknologi berlompatan. Saham SoftBank Group melonjak lebih dari 10%, sementara produsen peralatan semikonduktor Tokyo Electron naik 3,64%. Saham Advantest melesat 7%, dan produsen chip memori Jepang Kioxia menguat 6,34%.
Di Korea Selatan, saham SK Hynix melonjak 6,9%, sedangkan Samsung Electronics naik lebih dari 4%. Sementara itu, Seoul Semiconductor melesat 7,6%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,46%. Indeks berlanjut menguat 0,2% menjadi 9.164 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka melompat lebih dari 4%, memimpin kenaikan Asia. Indeks Kosdaq melonjak 1,6%. Kospi berlanjut melaju 3,73% ke level 6.596,25.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak melompat 2,94% ke posisi 65.835,13, setelah dibuka melonjak 1,83%, sedangkan Topix meningkat 0,9%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,3% dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks tersebut di level 25.852,92.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan, dibayangi aksi ambil untung setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan melaju 1,37% ke level 6.319.
Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melonjak 2,04% ke level USD12,72.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan didorong membaiknya sentimen domestik maupun global. Secara teknikal tren bullish masih terjaga selama IHSG mampu bertahan di atas area support.
Namun posisi indeks yang telah memasuki area supply di kisaran 6.320-6.400, berisiko memicu aksi  profit taking  jangka pendek menekan indeks menuju 6.275.
Analis Indo Premier berpendapat, penguatan IHSG 1,37% ke level 6.319 pada Selas kemarin, sejalan dengan reli pasar regional, didukung oleh kepercayaan investor terhadap inflasi domestik yang tetap terkendali serta membaiknya posisi eksternal Indonesia.
Pola  ascending triangle  masih tetap terjaga. Penutupan di atas level 6.365 akan mengonfirmasi terjadinya breakout, yang berpotensi membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan dalam tren yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan mencetak rekor tertinggi baru didorong laporan keuangan emiten yang memiliki eksposur terhadap AI. Qatar menyatakan upaya untuk mengakhiri konflik Iran terus menunjukkan perkembangan Harga minyak turun 5% menekan imbal hasil obligasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Pasar tenaga kerja AS Juni lalu masih dalam kondisi yang relatif stabil.
Mayoritas emiten S&P 500 melaporkan laba kuartal II melebihi ekspektasi. Sektor teknologi melompat 4,1% memimpin kenaikan S&P 500. Palantir Technologies melambung 29,5% memimpin kenaikan saham-saham terkait AI. Indeks Philadelphia Semiconductor melesat 6,6%. Saham Caterpillar meloncat 5,6%, penyumbang terbesar kenaikan Dow Jones.
  • Dow Jones Industrail Average melonjak 1,71% ke 54.085,88.
  • S&P 500 menanjak 1,79% ke posisi 7.736,52.
  • Nasdaq Composite melompat 2,59% ke level 26.584,99.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup di rekor tertinggi sepanjang masa didukung saham teknologi dan laporan keuangan emiten. Berlanjutnya pelemahan harga minyak turut menopang sentimen pasar.
Indeks STOXX 600 naik 0,73% ke 656,86. Saham semikonduktor memimpin reli, dipimpin BE Semiconductor (+8,1%)dan Soitec (+9,9%). Aixtron, ASML , dan Infineon melonjak 2,6% hingga 3,7%. Sektor pertambangan melompat 3,6%. Sektor energi anjlok 1,7% akibat harga minyak turun. Bayer melonjak 2,4% dan HSBC turun 0,8% setelah melaporkan kinerja keuangan. Lufthansa dan Zalando ambles 8,2% dan 13,4%.
  • DAX Jerman meningkat 0,77% ke 26.202,35.
  • FTSE 100 Inggris naik 0,20% menjadi 10.879,38.
  • CAC Prancis bertambah 0,61% ke 8.666,63.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia pagi tadi berakhir melemah terhadap mayoritas mata uang utama, termasuk euro dan poundsterling. Sentimen pasar didukung turunnya harga minyak dan harapan meredanya konflik Iran. Indeks Dolar AS (DXY) berkurang 0,13% menjadi 99,88.
Yen sedikit melemah, tetapi masih mempertahankan penguatan pasca intervensi Jepang dan AS. Intervensi bersama pekan lalu mendorong yen menguat sekitar 5% dalam tiga sesi. Sebagian besar pelaku pasar memahami bahwa intervensi valuta asing umumnya hanya berdampak terbatas dalam jangka menengah, namun tetap mewaspadai kemungkinan intervensi lanjutan dari otoritas Jepang.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1531

0.00

0.00%

7:18 PM

Yen (USD-JPY)

157.78

0.03

0.02%

7:19 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3450

0.00

0.01%

7:19 PM

Rupiah (USD-IDR)

18027

30.00

0.17%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.7484

0.01

0.09%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 4/8/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup anjlok lebih dari 5% ke level terendah dalam tiga pekan, dipicu optimisme penyelesaian diplomatik konflik Iran. AS, Qatar, dan Oman terus mendorong perundingan untuk meredakan konflik. Premi risiko geopolitik menyusut seiring meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan.
Namun pasokan minyak tetap rentan karena gangguan pelayaran di Selat Hormuz belum pulih sepenuhnya. Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz hanya menunjukkan sedikit perbaikan Data aktivitas kapal di dua jalur utama kawasan Teluk, yakni Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, relatif tidak berubah pada awal pekan ini. Goldman Sachs memperkirakan Brent bergerak di kisaran USD80-90 per barel hingga ada kepastian terkait konflik Iran.
  • Harga Brent berjangka drop 5,3% ke USD79,36 per barel.
  • Harga WTI berjangka ambles 5,7% ke USD75,77 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup naik, terangkat penurunan harga minyak dunia. Pelemahan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Harapan penyelesaian konflik Iran turut meningkatkan minat terhadap emas. Investor menanti data ketenagakerjaan AS sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed.
Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September diperkirakan sekitar 57%. Prospek meredanya konflik Iran dinilai mendukung permintaan logam industri seperti platinum dan paladium. Harga Platinum dan paladium melesat 7,1% ke level USD1.742,63 dan USD1.354,27 per ounce. Harga perak spot melonjak 2,8% ke USD59,82 per ounce.
  • Harga emas spot meningkat 0,8% ke USD4.086,36 per ounce.
  • Harha emas berjangka AS melaju 1,5% ke USD4.152,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)