- Bursa Asia dibuka melemah seiring konflik AS-Israel melawan Iran yang kian memanas dan ancaman serangan lanjutan dari Trump.
- Harga minyak melonjak setelah Iran menutup Selat Hormuz, dengan Brent naik 7% ke US$78 per barel.
- IHSG diperkirakan tertekan di bawah 8.000 di tengah sentimen risk-off global dan lonjakan harga energi.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (3/3), dibuka berlanjut melemah, di tengah konflik AS-Israel melawan Iran yang terus berkecamuk memasuki hari keempat. Presiden AS Donald Trump mengancam "gelombang besar" serangan lanjutan akan segera terjadi.
Harga minyak melanjutkan kenaikan setelah Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz. Minyak mentah AS naik 0,15% ke US$71,33, sementara Brent melonjak 7,14% ke US$78,07 per barel.
Lebih dari 14 juta barel minyak per hari melintasi Selat Hormuz rata-rata tahun lalu, setara hampir sepertiga ekspor minyak mentah laut dunia, menurut data Kpler.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,57%, setelah naik tipis pada perdagangan kemarin. Indeks berlanjut merosot 0,90% (-83,10 poin) ke 9.117,80 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka anjlok hampir 2%, namun saham pertahanan melonjak, dengan Hanwha Aerospace naik 11% saat pembukaan. Kospi berlanjut terpangkas 1,39% ke level 6.157,22.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang merosot 1,19% (-692,36 poin) ke 57.364,88, setelah dibuka dengan penurunan 0,42%, dan Topix melorot 0,76%.
Kontrak berjangka Hang Seng, Hong Kong berada di 26.109, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhirdi 26.059,85.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini dipekirakan masih akan menghadapi tekanan ke bawah 8.000, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan terpeprosok 2,66% ke level 8.016,83. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange anjlok 1,74% ke level USD17,52.
Beberapa analis memproyeksikan pergerakan IHSG ini akan kembali terkoreksi terbebani oleh berbagai sektor siklikal dan industrial akibat perang Teluk. Investor global cenderung menghindari aset berisiko ( risk-off ) dan beralih ke instrumen safe haven. Secara teknikal IHSG masih rawan turun ke bawah 8.000, dengan resistance di atas 8.100.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi bervariasi. Aksi beli saat harga murah muncul setelah pelemahan awal di sesi perdagangan. Serangan AS-Israel ke Iran memicu volatilitas. Trump mengatakan bahwa "gelombang besar" masih akan datang. Optimisme pada sektor teknologi dan AI meredam kekhawatiran lonjakan harga minyak. Investor menilai dampak konflik terbatas, kecuali harga minyak yang menembus USD100.
Nvidia dan Microsoft melonjak 3% dan 1,5%, pulih dari penurunan tajam bulan lalu.
Saham perusahaan energi meningkat seiring lompatan harga minyak, sementara saham perjalanan dan maskapai tersungkur. Dow Jones U.S. Defense Index diperdagangkan lebih tinggi. Delta dan United Airlines terperosok lebih dari 2%. Carnival dan Norwegian Cruise ambles 7,6% dan lebih dari 10%. Saham AES Corp rontok17,8%.
- Dow Jones Industrial Average susut 0,15% (-73,14 poin) di 48.904,78.
- S&P 500 naik tipis 0,04% (2,74 poin) di posisi 6.881,62.
- Nasdaq Composite naik 0,36% (80,64 poin) menjadi 22.748,86.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menurun tajam, mencatatkan kinerja harian terburuk dalam tiga bulan terakhir. Aksi jual dipicu eskalasi konflik Iran vs AS dan Israel yang meningkatkan kekhawatiran pasar global. Indeks volatilitas STOXX melonjak ke level tertinggi sejak pertengahan November. Harga gas alam Eropa meroket hingga 50% setelah eksportir LNG utama, QatarEnergy, menghentikan produksi.
Indeks STOXX 600 anjlok 1,65%. Sektor perbankan memimpin penurunan (-3,2%), diikuti industri (-1%) dan konsumsi non-primer (-3%). HSBC , Santander, dan Allianz ambles 3%-5%. Sebaliknya, saham perusahaan energi seperti Shell, BP, dan TotalEnergies melompat 2%-3%. Sektor perjalanan terpukul; Lufthansa, IAG dan Air France-KLM ambles 5%-9%. BAE Systems dan Leonardo menguat, sektor pertahanan naik 0,3%. Saham perusahaan pelayaran seperti Maersk dan Hapag-Lloyd melesat 7,9% dan 6,4%.
- DAX Jerman terperosok 2,42% (-611,86 poin) ke 24.672,40.
- FTSE 100 Inggris merosot 1,20% (-130,44 poin) ke 10.780,11.
- CAC Prancis anjlok 2,17% (-186,43 poin) ke posisi 8.394,32.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang meluas tanpa tanda-tanda mereda. Permintaan aset aman dan ketidakpastian akhir konflik menopang penguatan dolar. Kekhawatiran lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi, mendorong pasar untuk memundurkan perkiraan pemangkasan suku bunga The Fed dari Juli ke September.
Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,31% menjadi 98,37. Euro dan yen melemah, karena kawasan Eropa dan Jepang dinilai rentan terhadap lonjakan harga energi. Harga minyak Brent melonjak lebih dari 7% ke kisaran USD77 per barel. Frank Swiss meningkat tajam. Bank sentral Swiss menyatakan lebih siap melakukan intervensi di pasar valuta asing setelah konflik mendorong franc Swiss melejit ke level tertinggi terhadap euro dalam lebih dari satu dekade.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1697 | 0.00 | 0.08% | 6:22 PM |
Yen (USD-JPY) | 157.20 | 0.19 | 0.12% | 6:21 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3411 | 0.00 | 0.02% | 6:21 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 16,868 | 81.00 | 0.48% | 2:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.9050 | 0.04 | 0.63% | 1:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 2/3/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi berakhir melonjak tajam konflik Iran vs AS-Israel. Brent dan WTI sempat melambung 13% dan 12% menembus USD82 dan USD75. Gangguan fasilitas energi dan pelayaran di Selat Hormuz picu kekhawatiran pasokan global. Garda Revolusi Iran memperingatkan akan membakar kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Sekitar 20% pasokan minyak dan LNG dunia melewati jalur vital tersebut. Kontrak gas alam AS melonjak 3,5% sedangkan harga gas di Eropa dan harga LNG Asia melambung sekitar 40% dan 39%. Analis memperingatkan Brent bisa tembus USD100 jika gangguan berlangsung beberapa pekan. RBC Capital menyebutkan sebagian besar negara produsen saat ini sudah beroperasi mendekati kapasitas maksimum. Goldman Sachs mencatat, stok minyak global mencapai 7,827 miliar barel, cukup untuk 74 hari permintaan
- Harga Brent berjangka melesat USD4,87 (6,7%) ke level USD77,74 per barel.
- Harga WTI berjangka meloncat USD4,21 (6,3%) ke posisi USD71,23 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup menguat didorong permintaan aset aman. Kenaikan sempat melampaui 2% sebelum terkoreksi akibat aksi ambil untung. Ketidakpastian konflik Timur Tengah menopang minat investor pada emas, meski indeks Dolar AS menguat. Analis memperkirakan, meningkatnya fragmentasi geopolitik mendorong bank sentral negara-negara BRIC untuk beralih dari aset berbasis dolar AS ke emas. Perang udara AS dan Israel melawan Iran meluas tanpa tanda-tanda mereda.
Israel menyerang Lebanon, sementara Iran meluncurkan rudal dan drone ke negara-negara Teluk. Trump mengancam "gelombang besar" serangan lanjutan akan segera terjadi. Arus perdagangan emas ke dan dari pusat perdagangan bullion Dubai terhambat akibat gangguan penerbangan. Harga logam mulia lainnya tertekan; perak spot ambles 5,7% ke USD88,46 per ounce, platinum anjlok 2,7% ke posisi USD2.300,50, dan paladium merosot 0,9% ke USD1.770,66.
- Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD5.297 per ounce.
- Harga emas berjangka AS melaju 1,2% ke USD5.311 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)