Bursa Pagi: Dibuka Melonjak, Asia Berlanjut Mixed; Potensi Laju IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing
Thursday, May 07, 2026       08:30 WIB
  • Bursa saham Asia dibuka melonjak namun berlanjut mixed;optimisme kesepakatan damai AS-Iran dibayangiancaman baru Trump.
  • Nikkei Jepang melonjak lebih dari 4% hingga menembus level 62.000, sementara ASX Australia dan Hang Seng futures ikut menguat.
  • IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan, namun rawan koreksi setelah reli dua hari terakhir.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (7/5), dibuka melaju namun berlanjut mixed, berusaha melanjutkan tren lonjakan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, dipicu optimisme perundingan damai AS-Iran. Washington dan Teheran dikabarkan semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Namun optimisme pasar Asia kembali terganggu oleh celotehan Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan Iran akan dibombardir "dengan tingkat yang jauh lebih tinggi" jika gagal menyetujui kesepakatan damai.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan operasi militer AS yang dikenal sebagai Operation Epic Fury "akan berakhir" jika Iran "setuju memberikan apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar."
Jika itu terjadi, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran di Teluk Oman akan "membuka Selat Hormuz untuk semua pihak, termasuk Iran," tulis Trump.
Laman CNBC melaporkan kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 0,92% menjadi USD95,95 per barel pada pukul 19.19 waktu ET.
Bursa saham Jepang melonjak lebih dari 3% pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei 225 menembus level 61.000 untuk pertama kalinya.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia lebih dari 1%. Indeks berlanjut naik 0,79% ke 8.862,90 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka melonjak 1,17%, sedangkan indeks Kosdaq turun 0,4%. Kospi berlanjut dengan berbalik merosot 1,03% ke posisi 7.308,78.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang meloncat 4,34% ke level 62.152,21, setelah dibuka melompat 3,72%, dan Topix melonjak 1,91%.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.423, dibandingkan penutupan terakhir indeks di posisi 26.213,78.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan, namun masih dibayangi aksi jual bersih asing. Pada sesi perdagangan kemarin IHSG ditutup naik 0,50% ke 7.092. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melaju 1,14% ke USD15,12.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan terbatas, setelah mencatatkan penguatan dalam dua hari terakhir. Secara terknikal, indeks mulai mendekati area resistance setelah fase   rebound     dalam beberapa hari terakhir, sehingga rawan terkoreksi. Indeks diperkirakan akan menguji area resistance di kisaran 7.150, dengan level support di kisaran 7.000.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat. S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru. Washington dan Teheran dikabarkan semakin dekat pada kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik. Harga minyak Brent anjlok sekitar 8% ke USD101 per barel. Pertumbuhan lapangan kerja swasta AS, April, mencapai level tertinggi dalam 15 bulan. Investor kini menanti data tenaga kerja AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Saham teknologi dan AI memimpin reli, dipicu lonjakan AMD(+19%), Nvidia (+5,7%), Intel (+4,5%), dan Super Micro Computer (+24.5%). Perusahaan pusat data Hut 8 melambung 35%. Walt Disney dan Uber Technologies melesat 7,5% dan 8,5%. Sembilan dari 11 sektor utama di S&P 500 ditutup menguat, dipimpin sektor industri (+2,6%) dan teknologi informasi (+2,56%).
  • S&P 500 melaju 1,46% ke posisi 7.365,12.
  • Nasdaq Composite melonjak 2,03% ke level 25.838,94.
  • Dow Jones Industrial Average meningkat 1,24% ke 49.910,59.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melonjak didorong harapan tercapainya kesepakatan damai AS-Iran. Aktivitas sektor jasa zona euro, April, mengalami kontraksi pada April, tertekan oleh melemahnya permintaan di tengah konflik Timur Tengah. Investor mencermati peluang ECB menahan kenaikan suku bunga. Harga minyak anjlok 7%, menekan saham energi (-2,5%) tetapi mengangkat sektor perjalanan (+5,8%).
Indeks STOXX 600 melonjak 2,22% ke level 623,25, tertinggi sejak pertengahan April. Sektor perbankan (+3,8%), industri (+3,2%), pertahanan (+4,7%), otomotif (+4,2%), dan farmasi menjadi motor utama penguatan pasar. Saham BMW (+5,4%), Novo Nordisk (+2,5%), Diageo (+6,4%). Leonardo dan Kongsberg masing-masing melesat 5%. Demant melompat 3,3%.
  • CAC 40 Prancis melompat 2,94% ke level 8.299,42.
  • DAX Jerman melaju 2,12% ke posisi 24.918,69.
  • FTSE 100 Inggris melonjak 2,15% ke 10.438,66.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah. Pasar menyambut positif laporan kemajuan negosiasi antara Washington dan Teheran. Kedua pihak dilaporkan berada pada tahap akhir perundingan. ADP National Employment Report menunjukkan jumlah tenaga kerja sektor swasta AS sepanjang April meningkat lebih tinggi dari perkiraan.
Investor menanti rilis data tenaga kerja AS untuk petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed. Euro dan poundsterling menguat terhadap greenback. Yen Jepang melonjak ke level tertinggi lebih dari dua bulan, memicu spekulasi intervensi Tokyo. Dolar Australia menguat ke level tertinggi empat tahun usai bank sentral kembali menaikkan suku bunga. Indeks dolar AS (DXY) turun 0,3% menjadi 97,993.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1751

0.00

0.03%

7:15 PM

Yen (USD-JPY)

156.38

0.01

0.01%

7:15 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3596

0.00

0.02%

7:15 PM

Rupiah (USD-IDR)

17,387

36.50

0.21%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.8128

0.02

0.24%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 6/5/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup anjlok ke level terendah dalam dua pekan. Optimisme meredanya konflik Timur Tengah meningkat. Pasar merespons positif laporan kemajuan negosiasi damai antara AS-Iran. Harapan dibukanya kembali Selat Hormuz turut menekan harga minyak global. Penurunan harga sempat tertahan setelah muncul komentar hati-hati dari Trump dan Iran.
Meski begitu, analis menilai normalisasi distribusi minyak dunia masih membutuhkan waktu beberapa pekan. Di AS, persediaan minyak mentah kembali turun, menandakan pasokan global masih relatif ketat. Stok minyak mentah turun 2,3 juta barel menjadi 457,2 juta barel, lebih kecil dari ekspektasi penuruanan 3,3 juta barel.
  • Harga Brent berjangka rontok 7,83% ke USD101,27 per barel.
  • Harga WTI berjangka ambles 7,03% ke USD95,08 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir melonjak ke level tertinggi lebih dari sepekan di tengah optimisme damai AS-Iran. Pelemahan dolar AS membuat emas lebih menarik bagi investor global. Pasar menilai meredanya konflik Timur Tengah dapat menekan inflasi dan mengurangi tekanan suku bunga tinggi.
Investor kini menanti data tenaga kerja AS untuk petunjuk arah kebijakan Federal Reserve. Data tenaga kerja swasta AS yang kuat menunjukkan ekonomi dan pasar kerja masih solid. Harga logam mulia lainnya; perak spot melesat 6% ke USD77,16 per ounce, platinum melompat 4,7% ke USD2.044,00, dan paladium melonjak 3,3% ke USD1.535,00.
  • Harga emas di pasar spot melonjak 2,8% ke USD4.685,23 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS juga naik 2,8% ke USD4.694,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)