Bursa Pagi: Bursa Asia Dibuka Variatif, Sentimen Bearish Membayangi IHSG Jelang Libur Panjang
Monday, March 16, 2026       08:27 WIB
  • Bursa saham Asia bergerak bervariasi pada awal perdagangan Senin (16/3) di tengah perhatian investor terhadap lonjakan harga minyak dan konflik AS-Israel vs Iran.
  • Harga minyak AS sempat menembus USD100 per barel setelah Presiden Donald Trump memerintahkan serangan terhadap aset militer Iran di Pulau Kharg.
  • IHSG diperkirakan masih tertekan setelah pekan lalu anjlok 3,05% ke 7.137, dengan sentimen global dan teknikal  bearish  membatasi pergerakan indeks.

Ipotnews - Mengawali sesi perdagangan pekan ketiga Maret 2926, Senin (16/3), bursa saham Asia bergerak bervariasi, berusaha keluar dari tren penurunan indeks saham global pada sesi perdagangan pekan lalu. Investor terus mencermati fluktuasi harga minyak serta perkembangan terbaru konflik AS-Israel vs Iran.
Laman CNBC melaporkan, harga minyak mentah AS sempat menembus USD100 per barel. Jumat lalu, Trump memerintahkan serangan terhadap aset militer Iran di Pulau Kharg - pusat strategis yang sering disebut sebagai "urat nadi minyak" Iran - dan memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan terhadap fasilitas minyak di wilayah tersebut.
Peringatan itu kembali disampaikan oleh Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz, Minggu kemarin.
Minyak mentah AS diperdagangkan stabil di level USD98,7 per barel pada pagi ini. Sementara itu, harga minyak Brent naik 0,48% menjadi USD103,7 per barel.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,31%. Indeks berlanjutsedikit melemah 0,03% di posisi 8.614,9 pad pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,95%, sedangkan Kosdaq bergerak datar. Kospi berlanjut melaju 1,06% ke 5.545,25.
Pada jam yang sama indek Nikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,12% di posisi 53.757,48, setelah dibuka di posisi yang sama , dan Topix berkurang 0,11%.
Indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan dibuka lebih tinggi, dengan kontrak berjangka di level 25.481 dibandingkan penutupan terakhir indeks di 25.465,6.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan mengalami tekanan jual, setelah mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan membukukan kejatuhan IHSG 3,05% ke level 7.137. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange anjlok 1,70% ke posisi USD15,52.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG masih terbatas cenderung melemah, dalam sesi perdaganga yang hanya berlangsung dua hari sebelum memasuki periode libur panjang Lebaran. Indeks cenderung tertekan sentimen global dan domestik sebagai faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar.
Secara teknikal indeks berpotensi bergerak melemah, berada dalam tren   bearish   setelah   breakdown     dari area support penting di level 7.250. Level support IHSG berada di bawah 7.100 dengan resistance terdekat di 7.300.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan melemah. Ketegangan meningkat setelah Trump mengancam menyerang Iran dan konflik meluas ke beberapa negara di Timur Tengah. Pernyataan Trump mendorong Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz. Harga minyak terus naik, meski Trump melonggarkan sementara sanksi minyak Rusia.
Rilis data PDB, Indeks PCE dan permintaan barang tahan lama AS, diperkirakan akan mendorong The Fed untuk menahansuku bunga lebih lama.Dari 11 sektor utama S&P 500, saham teknologi turun terbesar, sektor utilitas naik terbesar Sektor keuangan dalam S&P 500 drop 3,4% sepanjang pekan. Saham Adobe ambles 7,6%. Meta Platforms terperosok 3,8%.
  • Dow Jones Industrial Avrg. turun 0,26% di 46,558.47.
  • S&P 500 melorot 0,61% ke 6,632.19
  • Nasdaq Composite merosot 0,93% ke 22,105.359

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup melemah, dan mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut akibat konflik Timur Tengah serta kekhawatiran inflasi. Pasar tertekan ancaman Trump untuk menyerang Iran, memicu kekhawatiran konflik berkepanjangan dan inflasi energi. ECB diperkirakan masih berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini. Inflasi harmonisasi Prancis naik 1,1% yoy pada Februari lalu. Laporan triwulan ekonomi Inggris - hingga Januari - tumbuh 0,2%, di bawah perkiraan.
Indeks STOXX 600 turun 0,5% menjadi 595,85, dengan seluruh bursa utama kawasan berakhir di zona merah. Sektor industri menjadi penekan utama (-1,8%), dipimpin kejatuhan saham Siemens Energy (-5,7%) dan Rolls-Royce (-5,3%). Sektor pertambangan anjlok 3,3% seiring kejatuhan harga perak, tembaga, dan emas. BE Semiconductor Industries dan Zalando melesat 5,6% dan 7% karena minat akuisisi. Saham sektor energi mengungguli sektor lain meloncat hampir 5%. Saham perbankan merosot 1,2%.
  • DAX Jerman turun 0,6% ke posisi 23.447,29.
  • FTSE Inggris berkurang 0 43% menjadi 10.261,15
  • CAC Prancis merosot 0,91% ke level 7.911.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menutup pekan lalu dengan menguat sinifikan, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Investor beralih ke aset safe haven setelah Trump mengancam akan menyerang Iran dalam waktu dekat. Data belanja konsumen AS tetap kuat dan inflasi masih tinggi, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed belum akan memangkas suku bunga.
Indeks Dolar AS (DXY) meningkat 0,7% ke 100,35, atau melonjak 1,5% sepanjang pekan. Euro dan yen melemah. Lonjakan harga minyak dinilai lebih merugikan kawasan euro dan Jepang yang bergantung pada impor energi. Investor menunggu rapat kebijakan The Fed dan ECB, pertengahan pekan ini.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.1417

0.01

0.83%

Yen (USD-JPY)

159.73

0.38

0.24%

Poundsterling (GBP-USD)

1.3230

0.01

0.85%

Rupiah (USD-IDR)

16,958

65.50

0.39%

Yuan (USD-CNY)

6.9037

0.02

0.34%

Sumber : Bloomberg.com, 13/3/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea menutup pekan lalu dengan meningat tajam. Selat Hormuz masih ditutup akibat konflik di Timur Tengah. Risiko kerusakan infrastruktur minyak dan gangguan pasokan yang berkepanjangan, terus meningkat. AS memberi izin sementara pembelian minyak Rusia selama 30 hari untuk menstabilkan pasar energi.
Selama sepekan terakhir, Brent dan WTI telah melejit sekitar 11% dan 8%. Pemimpin Tertinggi baru Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menegaskan Iran akan terus bertempur dan mempertahankan penutupan Selat Hormuz. Goldman Sachs memperkirakan harga Brent tetap di atas USD100 sepanjang Maret.
  • Harga Brent berjangka melompat 2,67% ke USD103,14 per barel.
  • Harga WTI berjangka meloncat 3,11% ke level US$98,71 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS akhir pekan lalu ditutup melemah, penurunan mingguan kedua berturut-turut. Data menunjukkan belanja konsumen AS tetap kuat dan inflasi masih tinggi. Kekhawatiran inflasi akibat perang Iran juga mengurangi harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Suku bunga yang tetap tinggi menekan daya tarik emas. Trump mengatakan bahwa AS akan menyerang Iran "dengan sangat keras, pekan depan."Harga logam mulia lainnya; perak spot drop 3,3% ke USD81,00 per ounce, platinum ambles 4% le level 2.047,20, , dan paladium terperosok 2,5% ke posisi USD1.569,00.
  • Harga emas di pasar spot turun 0,5% ke USD5.052,15 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS anjlok 1,3% ke USD5.061,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)