Bursa Pagi: Asia Mixed Cenderung Turun, IHSG Berpeluang Uji Level 6.400
Thursday, August 06, 2026       08:28 WIB

  • Bursa Asia dibuka bervariasi, dengan saham teknologi tertekan mengikuti pelemahan sektor teknologi di Wall Street semalam.
  • Saham chip di Jepang dan Korea Selatan anjlok, menyeret Nikkei dan Kospi, sementara ASX 200 Australia menguat tipis.
  • IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 6.300, dengan target menguji level resistance 6.400.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (6/8), dibuka bervariasi cenderung menurun,mengikuti pergerakan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street.
Saham-saham teknologi di Asia pagi ini bergerak melemah, mengikuti penurunan saham-saham teknologi di Amerika Serikat pada perdagangan semalam.
Di Jepang, harga saham SoftBank Group dan produsen peralatan semikonduktor Tokyo Electron ambles 4,57% dan 5%. Saham Advantest terperosok 4,66%. Produsen chip memori Jepang Kioxia terjungkal 11%.
Di Korea Selatan, saham SK Hynix ambles 6,67%. Samsung Electronics dan Seoul Semiconductor anjlok 2,85% dan 2,88%.
Saham-saham sektor teknologi mengalami volatilitas yang tinggi dalam beberapa sesi terakhir. Pasar saham Korea Selatan yang didominasi perusahaan semikonduktor bergerak sangat fluktuatif, bergantian mengalami penurunan tajam dan kenaikan hingga mencetak rekor tertinggi.
Perdagangan saham hari ini diawali dengan mencatatkan penguatan tipis indeks ASX 200 Australia sebesar 0,1%. Indeks berlanjut naik 0,51% menjadi 9.275 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka anjlok 1,84%, namun Kosdaq menguat 0,15%. Kospi berlanjut terperosok 3,79% ke level 6.348,51.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225Jepang bergerak anjlok 1,75% ke 65.138,94, setelah dibuka turun 0,51%, sedangkan Topix naik tipis.
Sementara itu, kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.674, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.915,82.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berpotensi melanjutkan kenaikan, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan kenaikan 0,50% menjadi 6.351. Tapi harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melemah 0,28% menadi USD12,70.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG masih berpotensi menguat, selama mampu bertahan di atas level 6.300. Secara teknikal, indeks masih berada dalam tren naik, menguji area resistance psikologis di level 6.400. Indikator MACD masih bergerak positif, posisi indeks berada di atas rata-rata pergerakan MA20.
Analis Indo Premier berpendapat, kenaikan IHSG 0,5% ke level 6.351 pada sesi perdagangan kemarin, berada tepat di garis  breakout  pola  ascending triangle  (6.365).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street berakhir variatif cenderung melemah. Rancangan kesepakatan Iran-Oman dikabarkan akan memberikan Teheran kewenangan mengatur kapal-kapal yang memasuki Teluk melalui Selat Hormuz. Optimisme perdamaian Iran-AS mendorong harapan turunnya inflasi dan suku bunga. Peluang kenaikan suku bunga pada September menurun. Pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS melambat sepanjang Juli, tetapi sektor jasa masih berekspansi.
Investor tetap mencermati perkembangan geopolitik dan arah kebijakan suku bunga The Fed. Dow Jones mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Kenaikan Dow Jones ditopang kenaikan saham sektor kesehatan, dipimpin Amgen (+4,6%) dan Eli Lilly (+4.9%). Indeks sektor kesehatan S&P 500 melaju 1,3%. Nasdaq melemah terbebani kejatuhan SpaceX (-13,6%) dan AMD (-7%) setelah merilis laporan keuangan. Walt Disney melompat 3,6%.
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,49% menjadi 54.349,12.
  • S&P 500 melemah 0,17% di posisi 7.723,55.
  • Nasdaq Composite merosot 0,83% ke posisi 26.363,43.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup di rekor tertinggi baru, didukung kuatnya laporan keuangan emiten. Investor lebih fokus pada kinerja perusahaan dibandingkan risiko geopolitik Timur Tengah. Trump menyatakan pemerintahannya menggelar pembicaraan yang "sangat baik" dalam perundingan dengan Iran sepanjang Selasa kemarin.
Indeks STOXX 600 naik tipis 0,04% di level 657,14. Glencore (+4,1%) dan Heineken (+2,2%) menguat setelah membukukan laba yang melampaui ekspektasi pasar. Sektor pertambangan melonjak 2,3% berkat kenaikan harga emas yang didorong pelemahan dolar AS. Sentimen pajak di China menekan saham Prudential (-6,4%), HSBC (-4,7%). Novo Nordisk (-4,3%) karena kekhawatiran prospek bisnis. Sandoz melesat 6% setelah mencatat pertumbuhan penjualan yang kuat.
  • FTSE 100 Inggris bertambah 0,08% di 10.888,30.
  • CAC Prancis sedikit naik 0,03% di posisi 8.669,30.
  • DAX Jerman melemah 0,29% menjadi 26.126,30.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia pagi tadi berakhir melemah.Optimisme meredanya konflik Timur Tengah turut menekan dolar dan mendukung sentimen pasar. Dolar AS bertahan di dekat level terendah enam pekan, seiring berkurangnya permintaan aset  safe-haven . Investor kini menantikan data ketenagakerjaan AS sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya. Indeks Dolar AS (DXY) melemah 0,18% di 99,68
Yen Jepang stabil setelah intervensi bersama Jepang dan AS untuk menopang nilai tukarnya. Pasar menilai intervensi hanya efektif jika didukung perubahan fundamental ekonomi. Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ dan turunnya peluang kenaikan suku bunga The Fed dapat memperkuat yen. Risiko intervensi lanjutan tetap ada jika pelemahan yen kembali terjadi secara tajam.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1556

0.00

0.03%

7:24 PM

Yen (USD-JPY)

157.63

0.12

0.08%

7:24 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3468

0.00

0.00%

7:24 PM

Rupiah (USD-IDR)

17933

94.00

0.52%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.7496

0.00

0.02%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 5/8/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup variatif Brent naik tipis dan WTI melemah. Pasar dipengaruhi harapan meredanya risiko gangguan pasokan energi. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran dan Oman telah mencapai kesepahaman mekanisme pengelolaan Selat Hormuz, dan dalam tahap finalisasi. Harga minyak sempat tertekan setelah muncul optimisme kemajuan pembicaraan damai AS-Iran, namun dibantah Iran.
Stok minyak mentah AS meningkat 2,5 juta barel menjadi 407 juta barel pada pekan lalu, berlawanan dengan ekspektasi penurunan 1,5 juta barel. Risiko gangguan pasokan tetap tinggi akibat serangan di Laut Merah dan Laut Hitam. Gangguan pada jalur ekspor minyak Kazakhstan menambah kekhawatiran pasar terhadap pasokan global. Investor mencermati China yang melonggarkan pembatasan ekspor bahan bakar pada Agustus.
  • Harga Brent berjangka menguat 0,11% di USD79,45 per barel.
  • Harga WTI berjangka melorot 0,73% ke USD75,22 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup melonjak ke level tertinggi dalam hampir tujuh pekan, didorong pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil US Treasury. Optimisme meredanya konflik Timur Tengah meningkatkan minat investor pada logam mulia. Namun harga emas masih berada di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Januari. Arus investasi ETF emas kembali menjadi faktor penentu arah harga.
Data World Gold Council menunjukkan pembelian emas oleh bank sentral sepanjang semester I 2026, terendah sejak 2022. ETF berbasis emas mencatat arus keluar 45 ton pada kuartal II. Perak juga melonjak tajam, sementara platinum dan paladium mencatat kenaikan lebih moderat. Harga logam mulia lainnya; perak spot meloncat 4,4% ke USD62,11 per ounce, platinum menguat 0,2% di USD1.740,04, sedangkan paladium melonjak 1,5% ke USD1.373,24.
  • Harga emas di pasar spot meloncat 4,4% ke USD4.253,36 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS melompat 3,7% ke USD4.305,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)