Bursa Pagi: Asia Meloncat Merespons Gencatan Senjata AS-Iran, IHSG Berpeluang Menguat.
Wednesday, April 08, 2026       08:25 WIB

  • Bursa saham Asia dibuka menguat setelah Presiden AS Donald Trump menangguhkan rencana serangan ke Iran selama dua minggu.
  • Kesepakatan bergantung pada pembukaan Selat Hormuz, sementara Iran memberi sinyal penghentian operasi defensif.
  • Lonjakan pasar didorong turunnya harga minyak dan harapan meredanya inflasi, IHSG berpotensi menguat terbatas.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (8/4), dbuka menguat. Pasar merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyetujui penangguhan rencana serangan terhadap infrastruktur Iran selama dua minggu.
Langkah tersebut "bergantung pada kesediaan Republik Islam Iran untuk membuka Selat Hormuz secara PENUH, SEGERA, dan ," tulisnya di Truth Social.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dalam unggahan di X mewakili Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, mengatakan bahwa angkatan bersenjata Teheran akan "menghentikan operasi defensif mereka."
Laman CNBC meleporkan, Trump menegaskan gencatan senjata dua minggu itu bergantung pada pembukaan Selat Hormuz, sementara Araghchi menyebut jalur aman akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan militer Iran selama periode tersebut.
Harga minyak mentah AS anjlok setelah kabar ini. Kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun lebih dari 16% ke USD94,23 per barel pada pukul 19.15 ET.
Menurut Josh Rubin dari Thornburg Investments, potensi penurunan harga energi dapat meredakan inflasi global dan membuka peluang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200, Australia sebesar 2,7%. Indeks berlanjut menanjak 2,68% ke 8.962,8 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka meloncat 5,3% dan Kosdaq melompat 3,4%. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix melesat 7,25% dan 9,2%. Kospi berlanjut melaju 5,32% ke level 5.787,24.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 4,73% ke posisi 55.957,92, setelah dibuka melompat 4,5% dan Topix menanjak 3,2%.
Pasar Hongkong diperkirakan akan dibuka kembali setelah libur Paskah dengan melonjak tinggi. Kontrak berjangka Hang Seng berada di 25.233 dibanding penutupan terakhir di 25.116,53.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan dibuka dengan mengikuti eforia meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah mengakhiri perdagangan kemarin dengan melemah 0,26% di 6.971,03. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange anjlok 1,33% ke level USD15,24.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang menguat, namun masih dibayangi pelemahan nilai tukar rupiah, risiko dari inflasi dan kondisi fiskal domestik. Secara teknikal IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support di bawah 6.950 dan resistance di bawah 7.000.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup variatif. PM Pakistan menyatakan upaya diplomatik untuk penyelesaian damai konflik di Timur Tengah menunjukkan kemajuan. Dia meminta Trump memperpanjang tenggat waktu dan mendorong Iran membuka Selat Hormuz, selama dua pekan. Investor mencermati sikap Trump dan ketidakpastian kebijakannya terhadap Iran. Pesanan barang tahan lama AS turun melebihi ekspektasi pada Februari lalu, pasar menunggu rilis data inflasi pekan ini.
Sektor jasa komunikasi mencatat kenaikan terbesar, sedangkan sektor kebutuhan pokok menjadi yang tertinggal. Indeks transportasi Dow dan saham semikonduktor menunjukkan kinerja unggul. Saham asuransi kesehatan naik tajam. UnitedHealth melejit 9,4%, Humana dan CVS Health melesat 7,9% dan 6,7%. Saham Apple anjlok 2,1%. Produsen chip Broadcom menanjak 6,2%. Intel meloncat 4,2%.
  • Dow Jones Industrial Average berkurang 0,18% di 46.584,46.
  • S&P 500 naik tipis 0,08% di posisi 6.616,85.
  • Nasdaq Composite menguat 0,10% di level 22.017,85.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah setelah libur Paskah. Investor berhati-hati menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Trump kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz. Ketidakpastian negosiasi AS-Iran membuat pasar bergerak volatil. Lonjakan harga minyak di atas USD110 per barel memicu kekhawatiran inflasi dan menekan sentimen pasar. Pasar juga dibayangi potensi kenaikan suku bunga ECB di tengah melemahnya aktivitas ekonomi zona euro, Maret lalu.
Indeks STOXX 600 merosot 1,01% ke 590,59. Sektor kedirgantaraan (-2,4%), kesehatan (-2,1%), dan teknologi memimpin pelemahan, termasuk saham ASML dan Novo Nordisk. Sebaliknya, sektor media meloncat 3,7%, didorong lonjakan saham Universal Music Group 11,4%. Leonardo terjungkal 8%, Rolls-Royce dan Rheinmetall drop 3,9% dan 2,5%. Novo Nordisk dan AstraZeneca anjlok 0,8% dan 2,3%. ASML ambles 4,1%.
  • DAX Jerman merosot 1,06% ke level 22.921,59.
  • FTSE 100 Inggris melorot 0,84% ke 10.348,79.
  • CAC Prancis turun 0,67% ke posisi 7.908,74.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Investor memburu dolar menjelang tenggat AS kepada Iran terkait Selat Hormuz. Iran belum menunjukkan tanda-tanda bersedia memenuhi tuntutan Presiden Donald Trump untuk membuka selat tersebut sebelum tenggat pukul 20.00 ET (00.00 GMT). Lonjakan harga minyak di kisaran USD110 per barel turut menopang penguatan dolar.
Pelaku pasar menanti data inflasi PCE dan risalah FOMC untuk arah kebijakan The Fed. Ekspektasi kenaikan suku bunga global meningkat di tengah risiko inflasi dan perlambatan ekonomi. Yen melemah mendekati level terendah, sementara euro stabil. Investor memproyeksikan tiga kenaikan suku bunga ECB hingga akhir tahun. Indeks Dolar (DXY) berada di sekitar 99,85 setelah sebelumnya menembus level tertinggi sejak Mei 2025.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1681

0.01

0.76%

7:21 PM

Yen (USD-JPY)

158.69

0.93

0.58%

7:21 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3397

0.01

0.81%

7:21 PM

Rupiah (USD-IDR)

17,105

70.00

0.41%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.8629

0.02

0.28%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 7/4/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup berbeda arah. Terjadi anomali pasar di mana WTI diperdagangkan lebih mahal dari Brent akibat permintaan jangka pendek yang tinggi. Kenaikan WTI, yang sempat melonjak lebih dari USD5 dalam sesi perdagangan, mencerminkan kekhawatiran gangguan pasokan berkepanjangan, dan berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi global.
Analis mengatakan pasar kini lebih condong pada skenario disrupsi jangka panjang.
Indikator pasar menunjukkan tekanan kuat pada pasokan jangka pendek. Selisih harga kontrak pengiriman terdekat ( front-month ) dengan bulan berikutnya melebar ke rekor tertinggi selama dua hari berturut-turut, menandakan persaingan ketat antar kilang untuk mendapatkan pasokan segera.
  • Harga Brent berjangka turun 0,5% ke USD109,27 per barel.
  • Harga WTI berjangka naik 0,5% ke USD112,95per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup bervariasi di tengah kehati-hatian pasar jelang tenggat AS-Iran pukul 20.00 ET. Pelaku pasar menunggu perkembangan geopolitik terkait Selat Hormuz yang berpotensi berdampak besar. Fokus investor juga tertuju pada arah kebijakan suku bunga global. Prospek suku bunga tinggi berpotensi menekan daya tarik emas
Pasar menanti risalah The Fed serta rilis data inflasi PCE dan CPI sebagai petunjuk kebijakan selanjutnya. Bank sentral China dilaporkan melanjutkan pembelian emas untuk bulan ke-17 berturut-turut, menandakan upaya diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian global. Harga logam mulia lainnya melemah; perak merosot 1% ke USD72,03 per ounce, platinum dan paladium anjlok 2% ke posisi USD1.939,15 dan USD1.455,63.
  • Harga emas di pasar spot meningkat 0,8% ke USD4.684,59 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS relatif stagnan di USD4.684,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
An error occurred.