Bursa Pagi: Asia Dibuka Tertekan, Adang Peluang Laju IHSG
Wednesday, September 02, 2026       08:27 WIB
  • Bursa Asia melemah tajam akibat lonjakan harga minyak, imbal hasil obligasi, dan eskalasi konflik AS-Iran.
  • Kospi, Nikkei, dan ASX 200 turun lebih dari 2%, sementara kontrak berjangka Hang Seng juga melemah.
  • IHSG berpeluang melanjutkan penguatan ke resistance 6.650, didukung net buy asingmeski masih dibayangi tekanan rupiah.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (2/9), dibuka melemah di tengah kekhawatiran terhadap tingginya harga minyak, kenaikan imbal hasil obligasi, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Ketegangan antara Iran dan AS terus meningkat setelah AS melancarkan serangan terbaru terhadap Iran.
Laman CNBC melaporkan, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas "upaya serangan terbaru IRGC terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan terhadap personel militer Amerika."
Sebuah kapal tanker terkena tiga proyektil yang belum diketahui saat melintasi Selat Hormuz, Senin lalu, menurut laporan insiden dari UK Maritime Trade Operations Centre.
Imbal hasil US Treasury 10 tahun naik ke level tertinggi sejak awal 2025. Kenaikan tersebut menjadi sinyal terbaru aksi jual global di pasar obligasi. Sejumlah investor mengkhawatirkan kondisi ini bisa menyerupai krisis keuangan Asia 1997.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kemerosotan indeks ASX 200 sebesar 1,09%. Indeks berlanjut terpangkas 1,37% ke 8.942,70 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka anjlok 2,87%, dan Kosdaq drop 2,51%. Kospi berlanjut menukik turun 2,44% ke level 6.669,32.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak menurun tajam 2,42% ke 64.614,18, setelah dibuka anjlok 1,60%, dan Topix merosot 1,44%.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.176, dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.329,73.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berpeluang menguat setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan elaju 1,14% ke 6.599. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange menanjak 1,53% ke USD12,93.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG masih berpeluang berlanjut naik, didukung sentimen positif dari investor asing yang mencatatkan  net buy  Rp 1,76 triliun di pasar reguler pada sesi perdagangan kemarin.
Meski demikian, pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Secara teknikal IHSG berhasil bertahan di atas MA20 dan mempertahankan struktur  uptrend,  masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan resistance di 6.650.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, tertekan aksi jual obligasi global dan lonjakan harga minyak. Eskalasi konflik AS-Israel vs Iran memperburuk sentimen dan meningkatkan kekhawatiran inflasi. Lonjakan imbal hasil obligasi memicu spekulasi bank sentral akan mempercepat kenaikan suku bunga dengan peluang 68,2% untuk kenaikan suku bunga 25 bps pada September. Data JOLTS, PMI manufaktur, dan belanja perumahan menunjukkan ekonomi AS mulai kehilangan momentum.
Dari 11 sektor utama S&P 500, energi mencatat kenaikan tertinggi. Sebaliknya, sektor  consumer discretionary  turun terbesar. Indeks Dow Jones Transportation Average, indikator kesehatan ekonomi, anjlok 2,5%. Indeks semikonduktor Philadelphia SE tergerus 2,1%, dengan seluruh saham konstituennya berakhir di zona merah. Apple, Chevron dan Johnson & Johnson melonjak 2,07% hingga 2,61%.
  • Dow Jones Industrial Average melorot 0,79% ke 52.766,88.
  • S&P 500 turun 0,71% ke posisi 7.631,47.
  • Nasdaq Composite merosot 1,03% ke level 26.099,77.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir melemah. Imbal hasil obligasi pemerintah zona euro melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Inflasi zona euro yang kembali menguat di atas 3% pada Agustus, terutama akibat lonjakan biaya energi. Pasar semakin yakin ECB akan menaikkan suku bunga 25 bps pada pekan depan. Aktivitas manufaktur zona euro tumbuh tercepat dalam lebih dari empat tahun.
Indeks STOXX 600 turun 0,56% menjadi 647,46. Sektor energi melonjak 1,8% seiring kenaikan harga minyak Brent yang menembus USD92 per barel. Saham Novartis melesat 6,3% dan Reckitt melompat 4,4%. Sementara Partners Group ambles 7,3%.
  • FTSE 100 Inggris melemah 0,32% menjadi 10.789,28.
  • DAX Jerman merosot 1,1% ke posisi 25.970,11.
  • CAC 40 Prancis turun 0,39% menjadi 8.301,85.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Konflik AS-Iran kembali memanas dan mendorong lonjakan harga minyak. Lonjakan imbal hasil obligasi global memperkuat permintaan dolar sebagai aset  safe-haven . Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai sekitar 68%. Data tenaga kerja dan inflasi AS Agustus akan menjadi penentu penting keputusan The Fed bulan ini.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun menyentuh 3% untuk pertama kalinya dalam 30 tahun. Yield US Treasury bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Januari 2025. Euro dan poundsterling melemah terhadap dolar, dan yen kembali tertekan. Investor masih meragukan seberapa agresif Bank of Japan akan memperketat kebijakan moneternya. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,27% menjadi 99,68.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1593

0.00

0.00%

7:13 PM

Yen (USD-JPY)

160.22

0.04

0.03%

7:13 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3515

0.00

0.01%

7:14 PM

Rupiah (USD-IDR)

17,744

22.00

0.12%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.7226

0.00

0.05%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 1/9/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melonjak lebih dari USD4 per barel. Harga minyak naik ke level tertinggi dalam lima pekan akibat eskalasi konflik AS-Iran. Konflik baru AS-Iran meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz. Iran mengancam akan mencegah ekspor minyak dari kawasan Teluk di tengah meningkatnya tekanan AS.
Gangguan kilan g di Timur Tengah dan Rusia turut mendorong harga diesel melonjak tajam. Kontrak diesel AS mencapai level tertinggi dalam 52 bulan setelah naik 51% dalam 10 pekan terakhir. Pasar kini menantikan data persediaan minyak mingguan dari API dan EIA untuk melihat kondisi pasokan. Analis memperkirakan stok minyak mentah AS turun 800.000 barel pada pekan yang berakhir 28 Agustus.
  • Harga Brent berjangka melomoat 4,6% ke USD94,65 per barel.
  • Harga WTI berjangkan menloncat 5,2% ke USD90,22 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup jatuh lebih dari 2% ke level terendah dalam dua pekan. Imbal hasil US Treasury dan dolar AS menguat. Harga emas yang telah menembus level rata-rata pergerakan 200 hari teknikal memicu aksi jual tambahan dan memperbesar tekanan terhadap harga emas. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga bulan ini mencapai sekitar 66%.
Investor menantikan rilis data ADP, Rabu, dan  nonfarm payrolls,  Jumat, untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter AS.Harga logam mulia lainnya; perak spot terkoreksi 2,9% ke USD64,57 per ounce, platinum drop 1,9% ke USD1.756,58, dan paladium terperosok 3,2% ke USD1.312,13.
  • Harga emas di pasar spot anjlok 2,4% ke USD4.342,20 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS merosot 1,9% ke USD4.396,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)