- Bursa saham Asia dibuka menguat mengikuti kenaikan Wall Street dan Eropa, dengan Nikkei 225 Jepang mencetak rekor tertinggi baru.
- Investor mengabaikan meningkatnya ketegangan AS-Iran terkait Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.
- IHSG berpeluang melanjutkan penguatan meski tekanan jual investor asing masih membayangi, dengan area resistance di kisaran 6.200-6.300.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (3/6) dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street.
Indeks Nikkei 225 Jepang mencetak rekor tertinggi baru,
Investor tampak mengabaikan ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Laman CNBC melaporkan, ketegangan antara Washington dan Teheran justru meningkat setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan bahwa Iran telah menanam ranjau di "sebagian besar" wilayah Selat Hormuz.
"Mereka menembaki kapal-kapal komersial dan telah memasang ranjau di sebagian besar Selat Hormuz - perairan internasional," kata Rubio kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat penting, khususnya bagi pasar energi global. Sebelum perang pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat tersebut.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,32%. Indeks berlanjut menguat 0,18% menjadi 8.740,50 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 2,26% mencetak rekor tertinggi bari di level 8.740,50, setelah dibuka melaju 0,91%. Indeks Topix juga melaju 0,93%.
Pasar keuangan Korea Selatan tutup karena libur nasional.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong terakhir diperdagangkan di level 25.853, lebih rendah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 26.038,32.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berpotensi menguat namun berlanjutnya net sell asing berisiko menekan indeks. IHSG ditutup melaju 1,1% ke posisi 6.195,43 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange turun 0,35% menjadi USD12.82.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan kembali menghadapi tekanankoreksi, namun masih berpeluang melanjutkan tren positif. Secara teknikal IHSG bertahan di atas level MA5 mengindikasikan technical rebound, dengan support IHSG di rentang 6.000-6.100, dan resistance di kisaran 6.200-6.300.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat tipis. Optimisme sektor AI dan semikonduktor menutupi kekhawatiran geopolitik Timur Tengah. Teheran dilaporkan sedang mempelajari proposal AS untuk mengakhiri perang. Pada saat bersamaan, Israel dikabarkan terus menyerang Lebanon. Jumlah lowongan pekerjaan AS meningkat secara tak terduga, terutama berasal dari sektor jasa profesional dan bisnis. Aktivitas perekrutan, PHK, dan tingkat pengunduran diri pekerja sama-sama menurun.
Mayoritas sektor indeks S&P 500 menghijau, utilitas mencatat kenaikan terbesar, jasa komunikasi paling tertekan. Indeks semikonduktor Philadelphia melesat 5,9%, sebaliknya, indeks Software & Services terperosok 3,3%. Hewlett Packard melejit 19,5%. Alphabet ambles 3,9%. Marvell Technology melambung 32,5%. Indeks Russell 2000 melaju 0,90%ke 2.931,96.
- Dow Jones Industrial Average naik 0,45% ke 51.307,79.
- S&P 500 bertambah 0,13% menjadi 7.609,90.
- Nasdaq Composite naik tipis 0,03 di posisi 27.093,90.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat didorong lonjakan saham sektor teknologi. Sentimen pasar turut terbantu harapan kemajuan perundingan damai AS-Iran, meski ketegangan geopolitik dan harga minyak tinggi masih menjadi risiko. Inflasi zona euro naik menjadi 3,2% pada Mei, memperkuat ekspektasi ECB akan kembali menaikkan suku bunga pekan depan.
Indeks STOXX 600 naik 0,66% ke 625,34, didorong lonjakan saham teknologi (+3,4%)dan optimisme terhadap perkembangan AI. Saham STMicroelectronics melejit 15,1% diikuti kenaikan Infineon (+9,5%) dan Schneider Electric (+4%). Prosus melesat 9,4%. Abivax terpenggal 43,6%. British American Tobacco anjlok 2,5%.
- DAX Jerman naik 0,48% menjadi 25.124,17.
- FTSE 100 Inggris bertambah 0,33% di 10.373,51.
- CAC Prancis meningkat 0,77% ke posisi 8.209,09.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit menguat. Investor menunggu hasil negosiasi AS-Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Fokus pasar kini juga tertuju pada kebijakan bank sentral utama dunia. Data lowongan pekerjaan AS meningkat menjadi 7,618 juta sepanjang April, melebihi ekspektasi. Pasar semakin yakin The Fed akan menaikkan suku bunga pada kebijakan berikutnya, terutama jika inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja masih kuat.
Euro sedikit melemah meski data inflasi zona euro meningkat, yang memperkuat peluang kenaikan suku bunga ECB pekan depan. Yen berada di level yang mendekati ambang intervensi. Pasar menunggu sinyal kebijakan dari Bank of Japan. Indeks Dolar AS (DXY) naik tipis 0,05% ke 99,216.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1623 | 0.00 | 0.07% | 7:22 PM |
Yen (USD-JPY) | 159.99 | 0.08 | 0.05% | 7:22 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3456 | 0.00 | 0.07% | 7:22 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,839 | 34.00 | 0.19% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.7632 | 0.00 | 0.05% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 2/6/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup menguat sekitar 1%. Pasar masih dipengaruhi ketidakpastian negosiasi AS-Iran serta belum normalnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang mengganggu pasokan energi global. Meski ada harapan perpanjangan gencatan senjata, ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah serangan Israel ke Lebanon berlanjut.
Kekhawatiran terhadap penurunan stok minyak dunia turut menopang harga, dengan persediaan minyak AS diperkirakan turun sekitar 4 juta barel pekan lalu.Investor kini menunggu data cadangan minyak AS dari API dan EIA untuk mengukur kondisi pasokan menjelang puncak permintaan musim panas.
- Harga Brent berjangka melaju 1,1% ke USD96 per barel.
- Harga WTI berjangka melonjak 1,7% ke USD93,76 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup menguat, dalam sesi perdagangan yang relatif datar, setelah sempat anjlok 2% pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran dan dampaknya terhadap harga minyak, dolar AS, serta imbal hasil obligasi yang memengaruhi pergerakan emas.Ekspektasi suku bunga tinggi akibat tekanan inflasi masih membatasi kenaikan emas
Investor menunggu data ketenagakerjaan AS untuk mencari petunjuk arah kebijakan Federal Reserve. Commerzbank memangkas proyeksi harga emas akhir 2026 menjadi US$4.800 per ounce, tetapi tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang emas. Harga logam mulia lainnya; perak spot dan platinum naik 0,5% menjadi USD75,17 dan USD1.933,07 per ounce, paladium meningkat 0,6% ke USD1.370,16.
- Harga emas di pasar spot stabil di sekitar USD4.486,32 per ounce.
- Harga emas berjangka AS naik 0,3% ke USD4.519,90 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)