- Bursa saham Asia dibuka menguat mengikuti reli Wall Street dan Eropa, ditopang rebound saham teknologi serta kuatnya ekspor Jepang.
- Kospi melonjak lebih dari 5%, Nikkei menguat, sementara ASX 200 juga bergerak di zona hijau.
- IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan usai menembus EMA50, namun rawan aksi ambil untung menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (22/7) dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, du tengah rebound saham teknologi.
Investor mengabaikan konflik AS-Iran, dan kenaikan tarif impor produk Kanada ke AS menjadi 50%, menjelang keputusan rapat kebijakan suku bunga Federal Reserve AS.
Di Asia, ekspor Jepang pada Juni tumbuh 19,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu melampaui perkiraan pertumbuhan18,6%, dan lebih tinggi dari kenaikan 16,8% pada Mei lalu. Laju kenaikan tercepat sejak November 2022 ini, didorong oleh kuatnya pengiriman peralatan semikonduktor dan pelemahan nilai tukar yen.
Pengiriman ke kawasan Asia meningkat 22,7%, terutama ditopang lonjakan ekspor ke Taiwan sebesar 46,4% dibanding tahun lalu. Ekspor ke China, mitra dagang terbesar Jepang, naik 17,6%, sedangkan pengiriman ke Amerika Serikat bertambah 13% secara tahunan.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0.12%. Indeks berlanjut naik 0,43%menjadi 8.831 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka melompat lebih dari 5%, sementara Kosdaq melonjak 2%. Kospi berlanjut meloncat 5,38% ke level 7.110,84.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melaju 1,6% ke 67.288,94, setelah dibuka naik 0,34%, sedangkan Topix bergerak relatif datar.
Sementara itu, kontrak berjangka (futures) indeks Hang Seng Hong Kong terakhir diperdagangkan di level 24.978, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.132,29.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berpeluang menguat, namun rawan profit taking , setelah ditutup melonjak 1,74% ke 6.340 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melaju 1,28% ke USD12,70.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan berpotensi koreksi setelah mampu break MA60. Investor berhati-hati menjelang keputusan RDG BI, yang secara konsensus diperkirakan akan menaikkan suku bunga ke 6%.
Analis Indo Premier berpendapat, IHSG telah secara meyakinkan menembus level resistance EMA50 yang selama ini menggagalkan setiap upaya reli sejak kejatuhan pasar dimulai. Hal ini menjadi konfirmasi teknikal paling kuat sejauh ini bahwa struktur tren turun mulai patah.
Saham-saham kelompok konglomerasi menjadi motor utama penguatan, sementara saham perbankan dan saham-saham unggulan cenderung bergerak datar setelah reli sebelumnya.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street ditutup menguat di tengah reli saham semikonduktor. Saham chip bangkit, didorong optimisme menjelang laporan keuangan emiten teknologi besar. Investor mengabaikan ketegangan Timur Tengah dan tarif baru AS terhadap produk Kanada sebesar 50%. Pasar kini menantikan kinerja Alphabet, Intel, dan Texas Instruments sebagai penentu arah selanjutnya.
Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 menghijau. Sektor teknologi informasi (+2,35%) memimpin kenaikan, sektor barang konsumsi pokok di posisi terlemah (-1%) diikuti layanan komunikasi (-0,85%). Indeks Philadelphia SE Semiconductor meloncat 5,2%. Sandisk melejit 14,3%, Western Digital dan Micron Technology melesat 12,5% dan 12,2%. Saham 3M meloncat 7,3%. Hasbro melesat 8,8%. Danaher dan MSCI rontok 11% dan 10%.
- Dow Jones Industrial Average naik 0,74% ke 52.224,64.
- S&P 500 meningkat 0,89% ke posisi 7.509,20.
- Nasdaq Composite melaju 1,29% ke 25.837,21.
Bursa saham utama Eropa berakhir menguat, didorong kenaikan saham teknologi dan pertambangan yang menutupi kekhawatiran konflik Timur Tengah. Investor juga menantikan laporan bank-bank besar Eropa dan keputusan suku bunga ECB, Kamis pekan ini. Kenaikan harga minyak akibat konflik Iran-AS belum mampu menggoyahkan optimisme pasar Eropa.
Indeks STOXX 600 naik 0,56% menjadi 643,19. Saham teknologi (+2,1%) memimpin reli, dipimpin ASML (+4,7%) dan (+5,4%), menjelang laporan keuangan raksasa teknologi AS pekan ini. Sektor pertambangan melonjak 1,7%, namun saham Boliden, Swedia ambles 5,7%. Sektor media (-1,4%) menjadi sektor berkinerja terburuk.Saham Mitie melambung 39% setelah OCS Group International, sepakat mengakuisisinya. Saham Wienerberger, Julius Baer dan Schindler terperosok 4% hingga 5,4%. Novartis melonjak 2%
- DAX Jerman meningkat 0,60% ke 25.011,35.
- FTSE 100 Inggris naik 0,58 persen ke 10.585,91.
- CAC Prancis bertambah 0,28% menjadi 8.363,14.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia ditutup menguat seiring lonjakan harga minyak. Konflik Timur Tengah meluas, mengganggu jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz distribusi energi dunia, memicu kembali kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan prospek suku bunga tinggi di AS. Sejumlah pejabat the Fed, termasuk Chairman Kevin Warsh, mengkhawatirkan tekanan inflasi yang masih bertahan.
Pasar kini menanti keputusan The Fed dan ECB di tengah meningkatnya risiko geopolitik serta inflasi. Dolar Kanada melemah setelah AS memberlakukan tarif baru 50% terhadap berbagai produk Kanada. Euro, poundsterling, dan yen juga melemah terhadap dolar AS. PM Inggris yang baru, Andy Burnham menunjuk Menteri Pertahanan John Healey sebagai Menteri Keuangan yang baru. Indeks dolar AS (DXY) naik 0,17% menjadi 101,16
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1399 | 0.00 | 0.01% | 7:23 PM |
Yen (USD-JPY) | 163.22 | 0.05 | 0.03% | 7:22 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3374 | 0.00 | 0.02% | 7:22 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17888 | 60.00 | 0.33% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.7672 | 0.00 | 0.03% | 2:34 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 21/7/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea ditutup melonjak sekitar 2% ke level tertinggi dua pekan. Sentimen pasar dipengaruhi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi ke Asia memutar balik pelayarannya di Laut Merah menyusul ancaman kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran. Gangguan juga terjadi pada ekspor minyak Kazakhstan setelah serangan terhadap terminal Laut Hitam.
Investor kini menunggu data persediaan minyak AS untuk mengukur kondisi pasokan global. Analis memperkirakan perusahaan energi AS menarik sekitar 500 ribu barel minyak mentah dari fasilitas penyimpanan sepanjang pekan lalu. Stok minyak AS berkurang 3,2 juta barel pada periode yang sama tahun lalu, sementara rata-rata penurunan selama lima tahun terakhir (2021-2025) mencapai 1,2 juta barel.
- Harga Brent berjangka melonjak 2% ke USD91,01 per barel.
- Harga WTI berjangka juga naik 2% ke USD84,91 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS berakhir naik lebih dari 1% didorong harapan tercapainya terobosan diplomatik AS dan Iran. Seorang pejabat senior Iran mengatakan, Teheran telah menerima proposal dari para mediator mengenai gencatan senjata selama 10 hari. Optimisme diplomatik turut mengangkat harga komoditas lain meski pasar tetap mencermati arah suku bunga The Fed.Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 68%.
Analis mengatakan, emas juga mendapat dukungan dari aksi beli teknikal setelah berhasil menembus tren penurunan yang berlangsung sejak 6 Juli. Namun pergerakan harga emas dalam waktu dekat kemungkinan masih akan berada dalam kisaran terbatas. Harga logam mulia lainnya; perak spot melompat 4,1% ke USD58,72 per ounce, platinum melaju 1,9% ke USD1.623,63, dan paladium melonjak 2,4% ke USD1.282,25
- Harga emas spot melonjak 1,6% ke USD4.068,29 per ounce.
- Harga emas berjangka AS melaju1,5% ke USD4.076,40 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)