- Bursa saham Asia dibuka melemah setelah Wall Street dan Eropa terkoreksi, dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak.
- IHSG diperkirakan masih berpeluang menguat menuju level 6.000, namun dibayangi aksi ambil untung di tengah transaksi yang masih relatif rendah.
- Analis menilai reli IHSG yang ditopang investor domestik akan diuji oleh penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak, dan pelemahan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagii ini, Rabu (8/7), dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street.
Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membebani sentimen investor. Departemen Keuangan Amerika Serikat pada Selasa mencabut izin yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak Iran setelah serangkaian serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz sepanjang pekan ini.
Teheran menolak melanjutkan perundingan dengan AS selama Washington masih terus melontarkan ancaman. Sebelumnya Presiden AS, Donald Trump kembali mengancam Iran untuk segera menyepakati klausul perdamaian yang diajukan AS.
Perdagangan saham hari inni dibuka dengan mencatatkan kemerosotan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,36%. Indeks berlanjut terkoreksi 1,03% ke 8.713,20 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka melorot 0,72% dan indeks Kosdaq anjlok 1,94%. Kospi berlanjut berbalik melonjak 1,42% ke level 7.765,26.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak melemah 0,15% di posisi 68.158,79, setelah dibuka turun 0,55%, dan Topix melorot 0,7%.
Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 23.499, nyaris tidak berubah dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 23.496,89.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan namun berisiko profit taking di tengah nilai traksaksi yang relatif masih rendah. IHSG menutup sesi perdagangan kemarin ddengan melaju 1,19% ke 5.986. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melonjak 1,65% ke level USD12,02.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan penguatan namun berisiko pullback jangka pendek karena profit taking . Secara teknikal posisi indeks di atas level MA20 dan MACD masih mengindikasikan adanya minat beli, sehingga berpotensi melanjutkan reli menuju 6.000, yang akan menjadi penentu arah pergerakan berikutnya,nguatan lanjutan.
Analis Indo Premier berpendapat, IHSG telah menguat selama lima sesi berturut-turut, menjadi bursa berkinerja terbaik di Asia. Namun, reli tersebut terjadi di tengah nilai transaksi yang relatif tipis dan arus keluar dana asing yang masih berlanjut, sehingga seluruh penguatan ditopang oleh aksi beli investor domestik.
Ujian hari ini adalah apakah kekuatan beli investor domestik cukup solid untuk mempertahankan IHSG di tengah lonjakan harga minyak, penguatan dolar AS, serta pelemahan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS, atau justru reli tersebut hanya bersifat sementara.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, di tengah aksi jual besar saham semikonduktor dan teknologi AI. Kejatuhan saham Samsung Electronics di Korea Selatan memicu kejatuhan saham teknologi global. Sentimen negatif bertambah dipicu kabar bahwa DeepSeek China mengembangkan chip AI sendiri. Investor juga mencermati IPO SK Hynix di Nasdaq, risalah rapat The Fed, serta ketegangan di Selat Hormuz.
Dari 11 sektor utama S&P 500, delapan di antaranya masuk zona merah. Sektor industri turun terdalam (-3,41%), diikuti sektor material (-2,45%). Meski S&P 500 turun, mayoritas saham masih menguat, menunjukkan tekanan pasar terkonsentrasi pada saham teknologi berkapitalisasi besar. Saham Micron Technology dan Sandisk ambles 4,7% dan 7,3%.Indeks semikonduktor PHLX terperosok 4,65%. SpaceX terjungkal hampir 7%.
- S&P 500 turun 0,45% menjadi 7.503,85.
- Nasdaq Composite merosot 1,16% ke posisi 25.818,69.
- Dow Jones Industrial Average melemah 0,25% di 52.925,15.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir melemah, terpukul aksi jual global saham teknologi dan semikonduktor, seiring kekhawatiran valuasi sektor chip yang dinilai terlalu mahal. Investor juga mencermati hasil KTT terkait peningkatan belanja pertahanan, meski saham sektor tersebut belum mampu menguat secara luas. Analis menilai koreksi saat ini mencerminkan rotasi sektor dan jeda reli, bukan perubahan sentimen pasar.
Indeks STOXX 600 melorot 0,65% ke 646,29. Saham ASML dan STMicroelectronics terjungkal 7,3% dan 8,1%, AT&S dan Soitec rontok 10,4% dan 17%. Indeks saham sektor pertahanan juga terkoreksi 2,5%, sementara sektor teknologi merosot 3,6%. Di sektor industri, Siemens Energy terpuruk 8,9%. Tapi Saab melompat 4,1% didukung kontrak pengadaan . Shell juga melonjak 3,4% dan Renault meningkat 0,7%
- DAX Jerman merosot 1,37% ke posisi 25.465,25.
- CAC Prancis turun 0,51% menjadi 8.436,24.
- FTSE 100 Inggris menguat 0,13% di 10.665,88.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat tipis. Pasar merespons terbatas ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak. Pasar masih percaya bahwa AS maupun Iran tidak menginginkan konflik meluas. Defisit neraca perdagangan AS melejit 42,2% menjadi USD77,6 miliar, tapi masih sedikit lebih baik dari perkiraan defisit USD78,5 miliar. Survei Federal Reserve Bank of New York memperlihatkan konsumen AS semakin khawatir terhadap tekanan inflasi.
Investor menantikan risalah rapat FOMC . Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali menurun. Euro dan poundsterling melemah terhadap greenback. Gubernur Bank Italia Fabio Panetta menilai prospek ekonomi kawasan euro masih rapuh. Yen bertahan di dekat level terendah hampir 40 tahun, meski mendapat sedikit dukungan dari spekulasi intervensi pemerintah Jepang. Indeks Dolar AS (DXY) naik tipis 0,09% ke 100,95.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1406 | 0.00 | 0.05% | 7:18 PM |
Yen (USD-JPY) | 162.26 | 0.16 | 0.10% | 7:18 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3353 | 0.00 | 0.04% | 7:17 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,980 | 15.00 | 0.08% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.7958 | 0.00 | 0.03% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 7/7/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melonjak sekitar 3%, dan berlanjut menembus 5% setelah pasar reguler ditutup. AS mencabut izin penjualan minyak mentah Iran dan ketegangan di Selat Hormuz meningkat. Serangan terhadap sejumlah kapal tanker di Selat Hormuz yang memunculkan kekhawatiran gangguan distribusi energi global.
Menteri Luar Negeri Iran menegaskan perundingan dengan AS tidak akan berlangsung selama Washington masih melontarkan ancaman. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam akan "menyelesaikan persoalan" apabila kesepakatan tidak segera tercapai. Investor terus memantau perkembangan di Timur Tengah dan Eropa Timur yang berpotensi memengaruhi pasokan energi global. Militer Ukraina menyatakan telah menyerang delapan kapal tanker "shadow fleet" Rusia.
- Harga Brent berjangka melesat 5,56% ke USD75,99 per barel.
- Harga WTI berjangka meloncat 5,43% ke USD72,27 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup turun. Investor mencermati kenaikan harga minyak akibat ketegangan di Timur Tengah sambil menanti rilis risalah rapat Juni The Fed, Rabu ini. Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah dua kapal tanker dikabarkan mendapat serangan di Selat Hormuz. Pasar masih memperkirakan peluang sekitar 60% The Fed menaikkan suku bunga pada September, sehingga membatasi daya tarik emas.
Di sisi lain, Bank Sentral China kembali menambah cadangan emas untuk bulan ke-20 berturut-turut, menunjukkan permintaan yang tetap kuat. Hingga akhir Juni, cadangan emas China mencapai 75,44 juta troy ounce, naik dari 74,96 juta pada akhir Mei.Harga logam mulia lainnya; perak spot anjlok 1,7% ke USD61,00 per ounce, platinum melaju 1,2% ke USD1.651,25, sedangkan paladium meningkat 0,9% ke USD1.279,69.
- Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi USD4.144,36 per ounce.
- Harga emas berjangka AS melemah 0,3% jadi USD4.157,40 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)