Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, IHSG Berpeluang Menguji Level 7.500
Wednesday, March 11, 2026       08:31 WIB
  • Bursa saham Asia dibuka menguat, investor mencermati perkembangan perang di Timur Tengah.
  • Harga minyak turun dari hampir USD120 per barel, harga minyak mentah AS tercatat USD86,15 per barel.
  • IHSG diperkirakan melanjutkan rebound menuju area 7.500, meski investor tetap berhati-hati di tengah ketegangan geopolitik global.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (11/3), dibuka menguat . Investor menilai perkembangan terbaru perang di Timur Tengah.
Harga minyak, yang sempat melonjak hingga hampir USD120 per barel awal pekan ini, turun kembali. Para pedagang memperkirakan sekelompok negara akan menggunakan cadangan minyak darurat untuk mengurangi gangguan pasokan akibat konflik AS-Israel vs Iran. Minyak mentah Amerika Serikat tercatat USD86,15 per barel.
"Dampak paling langsung dari guncangan harga minyak adalah bertindak seperti pajak bagi perekonomian," ujar David Johnson, CEO perusahaan jasa keuangan Vervent. Ketika harga energi melonjak, rumah tangga akan mengeluarkan lebih banyak uang untuk bahan bakar dan utilitas serta mengurangi belanja lainnya, yang secara perlahan memperlambat permintaan konsumen di seluruh perekonomian, imbuhnya seperti dikutip CNBC .
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 0,35%. Indeks bertambah 0,43% menjadi 8.730,4 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka meloncat 2,52%, sedangkan indeks Kosdaq melonjak 1,39%. Kospi berlanjut melaju 2,65% ke level 5.679,36.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melompat 1,9% ke 55.277,42, setelah dibuka melonjak 1,36%, sementara Topix melaju 1,22%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.936, dibandingkan penutupan terakhir indeks di 25.959,9.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan, setelah menagkhiri sesi perdagangan kemarin dengan melonjak 1,41% ke 7.440,91. Namun Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melemah 0,37% menjadi USD16,32.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan  rebound  menguji area 7.500. IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support di 7.372 dan resistance 7.500.
Analis Indo Premier berpendapat, saham-saham pertambangan mineral menjadi tulang pungung penguatan indeks kemarin, seiring kembali menguatnya harga komoditas global. Meskipun begitu, optimisme terlihat masih tertahan karena sikap hati-hati investor yang mengurangi eksposure jelang libur panjang Idul Fitri di tengah kondisi geopolitik global yang memanas.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah. Investor menilai harapan berakhirnya konflik AS-Israel dengan Iran semakin memudar. Iran mengancam menghentikan ekspor minyak dari Timur Tengah jika serangan tidak dihentikan. Kekhawatiran stagflasi meningkat seiring lonjakan biaya dan perlambatan ekonomi. Investor menunggu rilis data inflasi konsumen, revisi PDB kuartal IV dan laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi pekan ini.
Di antara sektor S&P 500, hanya sektor teknologi yang menguat, sementara sektor energi mencatat penurunan terbesar. Saham produsen chip, seperti Nvidia (+1,2%), SanDisk (+5,1%), dan Western Digital (+1.6%) melonjak. Oracle melesat 7%. Tapi indeks sektor industri perangkat lunak dan jasa S&P anjlok 1,7%. Saham Centene rontok 16%.
  • Dow Jones turun tipis 0,07% di 47.706,51.
  • S&P 500 melemah 0,21% menjadi ke 6.781,48.
  • Nasdaq naik tipis 0,01% di 22.697,10.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melonjak didorong harapan perang AS-Israel melawan Iran segera berakhir. Pasar tetap mencermati konflik Timur Tengah dan ancaman Iran untuk memblokir pengiriman minyak dari Teluk. Harga minyak jatuh 11% ke bawah USD90 per barel.
Indeks STOXX 600 melonjak 1,88% ke 606,12. Saham perbankan memimpin reli (+3,6%) dipimpin HSBC dan Banco Santander. Sektor industri meloncat 2,8%. Sektor perjalanan dan rekreasi melompat 2,5% karena harapan aktivitas ekonomi kembali normal. Sektor energi menguat 0,3%. Saham Volkswagen terangkat 2,6%. Persimmon melesat 4,5%. Rotork ambles 13%.
  • DAX Jerman melompat 2,39% ke 23.968,63.
  • FTSE 100 Inggris melaju 1,59% ke 10.412,24.
  • CAC 40 Prancis melonjak 1,79% ke 8.057,36.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York ditutup menguat tipis. Minat investor pada aset berisiko masih terbatas di tengah perkembangan terbaru konflik Timur Tengah. Penguatan dolar mereda setelah Trump mengatakan konflik di Timur Tengah bisa berakhir lebih cepat dan memperingatkan kemungkinan eskalasi serangan jika Iran memblokir Selat Hormuz. Harga minyak sempat anjlok hingga 15%.
Namun Islamic Revolutionary Guard Corps, Iran menyatakan, pernyataan Trump hanya "omong kosong" dan menegaskan blokade akan berlanjut sampai serangan dari AS dan Israel dihentikan. Euro dan poundsterling turun tipis, tapi dolar menguat terhadap yen. Dolar Australia dan dolar Kanada menguat didukung harga minyak. Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,35% menjadi 98,826.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1610

0.00

0.01%

7:27 PM

Yen (USD-JPY)

158.12

0.07

0.04%

7:26 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3417

0.00

0.01%

7:26 PM

Rupiah (USD-IDR)

16,863

86.00

0.51%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.8680

0.04

0.56%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 10/3/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup rontok lebih dari 11%, penurunan harian terbesar sejak 2022. Trump mengatakan perang melawan Iran bisa segera berakhir. Militer AS sempat dikabarkan berhasil mengawal tanker minyak melalui Selat Hormuz. Namun Iran terus mengancam akan memblokir ekspor minyak jika serangan AS dan Israel berlanjut. Analis memperingatkan pasokan energi global tetap berisiko karena konflik dan gangguan produksi di Timur Tengah.
Laporan bulanan Badan Informasi Energi AS memperkirakan harga Brent akan tetap di atas USD95 per barel dalam dua bulan ke depan. Harga diprediksi turun hingga USD70 pada akhir tahun. Para menteri energi G7 meminta International Energy Agency untuk menilai kondisi pasar sebelum memutuskan untuk melepas cadangan strategis.
  • Harga Brent berjangka drop 11% ke level USD87,80 per barel.
  • Harga WTI berjangka terjungkal 11,9% ke USD83,45 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari ditutup melonjak hampir 2%, didorong pelemahan dolar AS. Sinyal bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi segera berakhir meningkatkan sentimen investor terhadap pasar komoditas. Lonjakan emas juga didukung meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak anjlok, meski serangan udara AS dan Israel terhadap Iran masih intens.
Investor menunggu rilis data inflasi AS yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed. Pasar memperkirakan the Fed akan mempertahankan suku bunga pada rapat kebijakan 17-18 Maret. Harga logam mulia lainnya; perak spot melompat 2,7% ke USD89,39 per ounce, platinum melonjak 2,2% ke USD2.229,15, tapi paladium justru drop 0,9 ke USD1.675,50.
  • Harga emas di pasar spot melonjak 1,9% ke USD5.231,79 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS melompat 2,7% ke USD5.242,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)