Bursa Pagi: Asia Dibuka Lesu, IHSG Berpeluang Rebound
Thursday, September 03, 2026       08:32 WIB
  • Bursa Asia dibuka cenderung lesu akibat aksi jual obligasi global dan eskalasi konflik Timur Tengah.
  • Kospi menguat 1,35%, sementara Nikkei melemah tipis dan ASX 200 turun 0,02%; minyak WTI bertahan di atas USD91 per barel.
  • IHSG yang ditutup 0,06% ke 6.595,77 berpeluang rebound menuju 6.650, dengan support 6.500 dan resistance 6.700.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (3/9) dibuka cenderung lesu. Aksi jual obligasi global dan eskalasi konflik di Timur Tengah membebani sentimen investor.
Laman CNBC melaporkan, obligasi pemerintah di berbagai negara mengalami aksi jual pada Rabu kemarin, melanjutkan tekanan yang telah mendorong biaya pinjaman ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Imbal hasil US Treasury bertenor 2 tahun mencapai 4,41%, level tertinggi sejak Januari 2025. Sementara imbal hasil US Treasury 10 tahun sempat menyentuh 4,818%, tertinggi sejak November 2023. Namun, keduanya mengakhiri perdagangan di bawah level tertingginya.
Harga minyak sedikit menguat, dengan kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 0,9% dan ditutup sedikit di atas USD91 per barel.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,12%. Indeks berlanjut turun tipis 0,02% di posisi 8.976,30 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka meningkat 0,86%, tapi Kosdaq melemah 0,19%. Kospi berlanjut melaju 1,35% ke posisi 6.651,25.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak melemah 0,10% di posisi 64.260,61, setelah dibuka relatif datar, sedangkan Topix meningkat 0,65%.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.367, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.311,21.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan berpotensi rebound, setelah gagal mempertahankan posisinya di atas 6.600. Indeks ditutup melemah 0,06% di 6.595,77 diikuti net sell asing sebesar Rp 235 miliar. pada sesi perdagangan kemarin
Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange naik 0,54% menjadi USD13,00.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang menguat, menuju 6.650 sekaligus menguji area gap yang terbentuk beberapa waktu lalu. Secara teknikal, support IHSG akan berada di kisaran 6.500 dan resistance 6.700.
Analis Indo Premier berpendapat, penurunan tipis IHSG pada sesi perdagangan kemarinterutama mengikuti aksi jual obligasi global dan kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak. Pelemahan tersebut sangat terbatas dan pada dasarnya masih mempertahankan posisi IHSG di atas MA100 yang berhasil ditembus pada perdagangan Selasa.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat. Investor memburu saham dan sektor yang mengalami tekanan berlebihan dalam beberapa sesi terakhir. Namun, aksi jual obligasi global, konflik Timur Tengah, dan data ekonomi AS yang melemah masih membayangi pasar. Indeks Russell 2000 melaju 1,13% dan mengungguli indeks saham berkapitalisasi besar.
Saham maskapai penerbangan, tambang emas dan perak, serta bank regional menjadi penggerak utama. Sebaliknya, sektor perangkat lunak dan jasa tertekan. Indeks Philadelphia SE Semiconductor naik. Nvidia, Micron, dan Qualcomm melonjak 2% hingga 3,2%, sementara investor menanti laporan kinerja Broadcom. Dell melejit 15,8%. Dari 11 sektor utama S&P 500, material naik tertinggi, properti satu-satunya yang melemah. Uber Technologies melaju 1,6%
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,56% ke 53.061,95.
  • S&P 500 bertambah 0,46% menjadi 7.666,60.
  • Nasdaq Composite naik 0,45% menjadi 26.217,83.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah tertekan kenaikan imbal hasil obligasi dan eskalasi ketegangan Timur Tengah. Harga minyak Brent di atas USD95 per barel meningkatkan kekhawatiran inflasi dan tekanan ekonomi Eropa. Imbal hasil obligasi Jerman melonjak, sementara pasar memperkirakan ECB segera menaikkan suku bunga. Kenaikan imbal hasil obligasi berpotensi meningkatkan beban fiskal negara-negara dengan utang yang besar seperti Prancis, Italia, dan Inggris.
Indeks STOXX 600 melemah 0,24% di 645,91, dengan sektor ritel menjadi penekan utama (-2,3%). Sektor perbankan naik 0,6%, dipimpin lonjakan saham ING (+2,4%). Lottomatica ambles setelah rencana akuisisi Cirsa. Saham Cirsa melejit 18,5%. Volkswagen anjlok 3,2% karena posisinya di indeks Euro STOXX 50 akan digantikan Nokia.
  • DAX Jerman turun 0,5% menjadi 25.839,33.
  • FTSE 100 Inggris berkurang 0,3% menjadi 10.756,45.
  • CAC 40 Prancis melemah 0,26% menjadi 8.280,63.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah. Yen sempat menguat tajam. Pasar berspekulasi penguatan yen dipicu rate check atau kemungkinan intervensi Jepang dan AS. Sikap hawkish pejabat BOJ memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Jepang dalam waktu dekat.
Namun, kesenjangan suku bunga AS-Jepang masih menjadi tekanan utama bagi mata uang yen. Lonjakan harga minyak akibat konflik AS-Iran meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed September mencapai 63%. Indeks dolar AS (DXY) melemah 0,09%, sementara euro dan poundsterling juga melemah.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1585

0.00

0.03%

7:13 PM

Yen (USD-JPY)

158.86

0.15

0.09%

7:13 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3481

0.00

0.04%

7:14 PM

Rupiah (USD-IDR)

17,763

19.00

0.11%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.7206

0.00

0.03%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 2/9/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup menguat, dalam perdagangan yang sangat bergejolak, di tengah berlanjutnya eskalasi konflik AS-Iran. Pertempuran terbaru meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian utama. Hanya empat kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz di bawah rata-rata 10 hari yang mencapai 13 kapal.
Meski demikian, pasokan alternatif dari negara lain membantu meredam kekhawatiran pasar. Irak meningkatkan ekspor minyak, dan OPEC + diperkirakan mempertahankan kebijakan produksi Oktober. Serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina turut menambah risiko gangguan pasokan global. Persediaan minyak mentah AS turun 4,5 juta barel, jauh melampaui perkiraan pasar.
  • Harga Brent berjangka melaju 1% ke USD95,63 per barel.
  • Harga WTI berjangka meningkat 0,9% ke USD91,01 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir menguat, terangkat pelemahan dolar AS dan imbal hasil US Treasury dari level tertingginya. Investor kini menantikan data  nonfarm payrolls  AS sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed bulan ini mencapai 64%.
Bank sentral Belanda memindahkan 86 ton cadangan emas dari New York dan Ottawa ke London selama enam bulan terakhir untuk meningkatkan likuiditas dan kesiapan menghadapi krisis. Harga logam mulia lainnya; perak spot melaju 1,2% ke USD65,03 per ounce, platinum meningkat 0,9% ke USD1.756,39, dan palladium melonjak 3,18% ke USD1.352,74.
  • Harga emas di pasar spot melaju 1,1% ke USD4.376,41 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS naik 0,4% menjadi USD4.414,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)