- Bursa saham Asia dibuka bervariasi di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran yang mendorong kenaikan harga minyak, Korea Selatan bangkit setelah sehari sebelumnya memasuki bear market.
- Kospi melonjak lebih dari 3%, Nikkei menguat sekitar 2%, sedangkan ASX 200 Australia masih bergerak di zona merah dan kontrak berjangka Hang Seng melemah.
- IHSG diperkirakan masih menghadapi tekanan jual setelah turun 1,89% pada perdagangan sebelumnya, meski sejumlah analis menilai indeks masih berpeluang kembali menembus level 6.000.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (9/7), dibuka bervariasi cenderung menguat, di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak. Bursa saham Korea Selatan bangkit kembali setelah sehari sebelumnya masuk ke wilayah bear market .
Laman CNB melaporkan, U.S. Central Command menyatakan telah melancarkan serangan baru terhadap Iran sebagai respons atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di sekitar Selat Hormuz. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) terakhir tercatat menguat hampir 1%.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak lagi tertarik untuk melanjutkan perundingan dengan Iran, dan menyatakan bahwa gencatan senjata antara AS dan Teheran telah "berakhir".
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,83%. Indeks berlanjut melorot 0,69^% menjadi 8.724,30 pada pukul 8:25 WIB.
Indeks Kospi Korea Seatan dibuka melonjak 2,92% dan berlanjut melompat 3,62% ke level 7.509,18, sementara Kosdaq melaju 1,28%.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,17% ke posisi 68.266,93, setelah dibuka melaju lebih dari 1,17%, sementara indeks Topix menguat 0,20%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong terakhir diperdagangkan di level 23.983, lebih rendah dibandingkan penutupan indeks sebelumnya pada 24.199,46.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan menghadapi tekanan jual. IIHSG ditutup terkoreksi 1,89% ke 5.873 pada sesi perdagangan kemarin, dipicu aksi ambil untung setelah indeks gagal menembus level 6.000. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange anjlok 2,16% ke level USD11,76.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih berada dalam fase koreksi meski berpeluang untuk kembali ke level 6.000. Secara teknikal, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan pasar selama IHSG belum mampu kembali menembus level 6.000.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup variatif. Trump mengatakan tidak lagi berminat melanjutkan perundingan dengan Iran, dan menyatakan kesepakatan gencatan senjata telah berakhir. Harga minyak melonjak. Yield US Treasury juga naik seiring meluasnya aksi jual. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3%. Risalah The Fed menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.
Sembilan dari sebelas sektor utama S&P 500 turun, dipimpin kejatuhan sektor industri (-3,41%), diikuti sektor material (-2,45%). Saham teknologi berkapitalisasi besar melemah. Microsoft dan Alphabet drop lebih dari 1%, Meta Platforms anjlok 2%. SpaceX melorot 0,8%. Di sisi lain, Broadcom dan Nvidia melompat 4,8% dan 3,65%. Indeks semikonduktor PHLX melonjak 2,23%. Sektor perjalanan tertekan. United Airlines dan Delta Air Lines merosot lebih dari 1%. Carnival dan Norwegian Cruise Line anjlok 3,9% dan 1,9%.
- S&P 500 turun 0,28% menjadi 7.482,71.
- Dow Jones Industrial Average merosot 1,09% ke posisi 52.348,39.
Nasdaq Composite menguat 0,20% menjadi 25.870,65.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir turun. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendongkrak harga minyak dan memicu aksi jual aset berisiko. Pelaku pasar kembali mengkhawatirkan kenaikan inflasi. Ekspektasi kenaikan suku bunga ECB hingga akhir tahun naik menjadi sekitar 42 bps. Bursa saham Spanyol terpukul, setelah Trump memerintahkan penghentian hubungan perdagangan dengan Spanyol.
Indeks STOXX 600 anjlok 1,61% ke level 635,91. Saham sektor sumber daya (-4,4%), konstruksi dan material (-3,7%), dan otomotif (-3,7%) memimpin penurunan sektoral. Sektor energi melonjak 1,9% seiring kenaikan harga minyak. Saham maskapai penerbangan berguguran. Air France dan Wizz Air ambles 6,6% dan 5%. Kinerja saham teknologi Eropa bergerak variatif. ASML melaju 1,3%, tapi Aixtron anjlok 2,7%. Penyedia layanan broadband Bahnhof, Swedia melambung 17,1%.
- DAX Jerman anjlok 2,23% ke level 24.897,45.
- FTSE 100 Inggris drop 1,66% ke 10.489,04.
- CAC Prancis terkoreksi 2,18% ke 8.252,66.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah. Ketidakpastian konflik AS-Iran dan risalah The Fed yang menyoroti risiko inflasi, menekan dolar. Trump menyatakan kesepakatan sementara dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah berakhir. Harga minyak melonjak disertai kenaikan imbal hasil obligasi AS. Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,2% ke 100,98.
Risalah rapat The Fed 16-17 Juni memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran pejabat bank sentral terhadap inflasi yang masih tinggi. Peluang kenaikan suku bunga minimal 25 bps pada pertemuan Juli dan September naik menjadi 30,5% dan 65,7%. Euro dan poundsterling menguat. Dolar menguat terhadap yen, pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi otoritas Jepang.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1418 | 0.00 | 0.01% | 7:18 PM |
Yen (USD-JPY) | 162.55 | 0.04 | 0.02% | 7:18 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3390 | 0.00 | 0.01% | 7:18 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 18,014 | 34.00 | 0.19% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.8055 | 0.01 | 0.14% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 8/7/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi berakhir melonjak sekitar 5%, setelah sempat melejit hampir 9%. Trump mengancam serangan baru terhadap Iran, memicu kekhawatiran gangguan pasokan global. Eskalasi konflik Timur Tengah akan kembali menghambat pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Tapi Trump kemudian menegaskan AS tidak berniat memulai perang terbuka dengan Iran.
Harga ultra-low sulfur diesel juga melonjak setelah Rusia melarang ekspor solar. Serangan drone Ukraina dilaporkan menghantam tiga kilang minyak Rusia, kapal tanker Rusia di Laut Azov, serta sejumlah stasiun pemompaan pipa minyak Rusia. Data EIA menunjukkan stok distilat AS turun tajam karena permintaan kuat, meski persediaan minyak mentah justru naik melebihi perkiraan.
- Harga Brent berjangka melesat 5,2% ke USD78,02 per barel.
- Harga WTI berjangka meloncat 4,4% ke USD73,52 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir turun, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi, meningkatkan ekspektasi berlajutnya suku bunga tinggi. Rilis risalah rapat Juni The Fed memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga, mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Bank of America memangkas proyeksi rata-rata harga emas 2026 menjadi USD4.360 per ounce, meski masih melihat potensi mencapai USD5.000 setelah siklus pengetatan berakhir. Harga logam mulia lainnya; perak spot anjlok 2,9% ke level USD58,25 per ounce, platinum terperosok 3,6% ke posisi USD1.580,92, dan paladium ambles 4,5% ke level USD1.219,84.
- Harga emas spot melorot 0,9% ke USD4.067,39 per ounce.
- Harga emas berjangka AS anjlok 1,8% ke USD4.082,40 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)