- Bursa Asia dibuka variatif, sementara investor mencermati ketidakpastian kesepakatan damai AS-Iran dan rilis CPI AS.
- Kospi menguat 1,80%, Nikkei relatif stabil, sedangkan ASX 200 turun 0,44% dan kontrak Hang Seng melemah.
- IHSG diperkirakan masih tertekan,investor cenderung wait and see menjelang review MSCI .
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (12/8) dibuka variatif, di tengah meningkatnya ketidakpastian kelanjutan kesepakatan damai AS-Irang.
Pasar juga menanti rilis data indeks harga konsumen (CPI) AS yang diperkirakan hanya menunjukkan kenaikan moderat pada Juli. CPI umum diperkirakan naik 0,1%, sementara CPI inti yang tidak memasukkan harga pangan dan energi yang bergejolak diperkirakan meningkat 0,2%.
Secara tahunan, inflasi umum dan inflasi inti masing-masing diperkirakan mencapai 3,4% dan 2,5%, atau keduanya turun 0,1 poin persentase dibandingkan Juni.
Laman CNBC melaporkan meski tingkat inflasi tahunan masih jauh di atas target The Fed sebesar 2%, namun kenaikan dua bulan berturut-turut dengan kenaikan bulanan yang rendah masih dapat memberi sedikit waktu bagi para pembuat kebijakan Federal Open Market Committee ( FOMC ) sebelum mengambil keputusan mengenai suku bunga.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200Australia sebesar 0,52%. Indeks berlanjut turun 0,44% menjadi 9.209,70 pada pukul 8:10 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka melaju 1,17%, sementara Kosdaq merosot 1,35%. Kospi berlanjut melonjak 1,80% ke level 6.459,73.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang turun tipis 0,01% di posisi 66.965,91 setelah dibuka melemah 0,17%, sedangkan Topix naik 0,3%.
Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong terakhir diperdagangkan di level 25.533, di bawah penutupan indeks sebelumnya di 25.652,82.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih menghadapi tekanan jual dengan sedikit peluang menguat, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan terkorksi 1,53% ke level 6,267. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange anjlok 1,93% ke level USD12,48.
Beberapa analis memperkirakan aktivitas bursa saham Indonesia hari ini cenderung wait and see menjelang review MSCI pada 12 Agustus di AS. Secara teknikal IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.200 dan resistance 6.300.
Analis Indo Premier berpendapat, pelemahan IHSG pada sesi perdagangan kemarin sempat menyentuh support EMA50. Pelemahan dipicu rupiah yang tertekan, lonjakan harga minyak, dan kekhawatiran independensi BI.
Investor juga berhati-hati menjelang evaluasi indeks MSCI Agustus. Pasar terutama mengkhawatirkan potensi penghapusan saham dan penurunan bobot saham-saham berkapitalisasi besar.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, di tengah aktivitas perdagangan yang relatif sepi. Pesimisme meningkat seiring menyempitnya peluang kesepakatan meredakan konflik Timur Tengah. Iran menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup hingga AS mengubah sikap dan menerima persyaratan untuk mengakhiri perang. Harga minyak bertahan di level tinggi. Investor menunggu rilis data inflasi AS.
Saham Amazon dan Alphabet anjlok 2,1% dan 3,8% menjadi penekan utama penurunan indeks S&P 500 dan Nasdaq. Sektor energi S&P 500 melaju 1,1%. SpaceX terperosok hampir 4%. Sebaliknya, saham perusahaan pengelola aset alternatif menguat. Apollo Global dan Blackstone meloncat 6,2% dan 4%. Home Depot dan Chevron melaju 1,05% dan 0,9%
- S&P 500 turun 0,32% menjadi 7.728,20.
- Nasdaq Composite melorot 0,6% ke 26.445,45.
- Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,34% di 53.791,85.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir datar. Investor menimbang optimisme laporan keuangan dengan risiko geopolitik dan pasokan energi di Selat Hormuz. Harga minyak naik 1,2% di tengah gangguan arus energi dan ketidakpastian negosiasi Iran-Oman. Investor menanti data tenaga kerja dan PDB zona euro serta inflasi AS sebagai petunjuk arah suku bunga. LSEG memperkirakan laba perusahaan Eropa tumbuh 22% pada kuartal II, atau 11,5% tanpa sektor energi.
Indeks STOXX 600 bergeser naik 0,01% di 660,51. Sektor energi (+1,7%) dan teknologi (+1,1%), menopang pergerakan pasar Eropa. Sektor asuransi merosot 1%. Saham Legal & General drop 3,1%. Sejumlah saham bergerak signifikan. Alcon dan ISS melompat 4,7% dan 4,4%. Spirax Group ambles 5,6%.
- DAX Jerman menguat 0,26% menjadi 26.391,42.
- FTSE 100 Inggris melemah 0,17% di 10.844,19.
- CAC Prancis berkurang 0,13% di posisi 8.714,94.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia pagi tadi berakhir relatif stabil, menjelang rilis data inflasi konsumen AS periode Juli. Data CPI menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed. Spekulasi kenaikan suku bunga September turun setelah data tenaga kerja AS menunjukkan penyusutan pekerja. Kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran tekanan inflasi.
Peluang kenaikan suku bunga September kini sekitar 50%, turun dari 58% sepekan sebelumnya. Euro dan melemah. Yen masih tertekan dan berpotensi menghadapi intervensi Jepang jika dolar kembali menembus level 160. Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga 4,35%, namun membuka peluang kenaikan lanjutan untuk menekan inflasi. Indeks Dolar AS (DXY) naik tipis 0,06% ke 99,83.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1542 | 0.00 | 0.00% | 7:19 PM |
Yen (USD-JPY) | 159.29 | 0.01 | 0.01% | 7:19 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3509 | 0.00 | 0.01% | 7:19 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17861 | 106.00 | 0.60% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.7456 | 0.00 | 0.01% | 2:19 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 11/8/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup naik ke level tertinggi sepekan karena keraguan atas kesepakatan damai AS-Iran. Sekretaris baru Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menyatakan Selat Hormuz tetap ditutup selama AS tidak mengubah sikap dan menerima persyaratan untuk mengakhiri perang. Lalu lintas kapal di Hormuz turun menjadi enam kapal, jauh di bawah rata-rata 125-140 kapal sebelum perang.
Gangguan pasokan juga terjadi di Bab el-Mandeb dan sejumlah wilayah penghasil minyak, termasuk Libya. Serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia turut membatasi pasokan minyak global. Badan Informasi Energi AS memperkirakan sebagian produsen di Timur Tengah sulit memulihkan produksi ke level sebelum konflik hingga akhir 2027. Pasar menunggu rilis data persediaan minyak AS, yang diperkirakan turun sekitar 500.000 barel.
- Harga Brent berjangka melaju 1,4% ke USD88,91 per barel.
- Harga WTI berjangka menanjak 1,3% ke USD83,20 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup menguat, namun harga emas di pasar spot melemah setelah menyentuh USD4.434,84 per ounce di awal sesi. Harga emas tetap dekat level tertinggi lebih dari dua bulan. Ketidakpastian geopolitik AS-Iran dan harga minyak yang tinggi masih menjadi faktor pendukung permintaan emas. Investor menanti data CPI dan PPI AS yang dapat memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.
Suku bunga tinggi berpotensi menekan daya tarik emas. Data tenaga kerja AS yang lemah sebelumnya mendorong emas melonjak 2,4% dalam sehari. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 50%, menurut CME FedWatch. Harga logam mulia lainnya; perak spot merosot 1,4% ke USD64,80 per ounce, platinum melorot 0,7% ke USD1.740,37, dan paladium terkoreksi 1,3% ke USD1.365,60.
- Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD4.376,31 per ounce.
- Harga emas berjangka AS naik 0,5% menjadi USD4.441,10 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)