- Bursa saham Asia dibuka melemah menyusul penurunan Wall Street dan Eropa di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran yang mendorong harga minyak naik.
- Nikkei, Kospi, dan ASX 200 kompak turun, sementara minyak Brent dan WTI melonjak mendekati USD98 dan USD96 per barel.
- IHSG masih berisiko terkoreksi di tengah rendahnya kepercayaan investor asing kepada kebijakan pemerintah, namun secara historis penurunan tajam sering menandakan pasar mendekati titik dasar.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (4/5), dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat, mempertahankan harga minyak tetap tinggi dan memicu kekhawatiran terhadap biaya energi serta inflasi.
Laman CNBC melaporkan, Bandara Internasional Kuwait menjadi sasaran serangan Iran, sehari setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah menggagalkan sejumlah rudal balistik dan drone Iran, serta melancarkan "serangan untuk membela diri" di Pulau Qeshm di Teluk Persia. Menurut AS, tindakan tersebut dilakukan sebagai respons atas upaya serangan dari Teheran.
Jika diperlukan, Israel dan Amerika Serikat siap kembali menyerang Iran, kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam wawancara dengan CNBC .
Harga kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 2% dan ditutup pada level USD96,02 per barel di bursa berjangka AS. Sementara itu, minyak mentah Brent, patokan internasional, menguat hampir 2% dan menetap di USD97,81 per barel.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,84%. Indeks berlanjut merosot 1,18% ke 8.681,90 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka anjlok 2%, namun Kosdaq melonjak lebih dari 2% setelah perdagangan kembali dibuka usai libur. Kospi berlanjut drop 1,54% ke posisi 8.665,74.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 1,66% ke level 67.267,10, setelah dibuka merosot 1,4% dari rekor tertinggi yang dicetak pada sesi sebelumnya, sedangkan indeks Topix melorot 0,91%.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.312, lebih rendah dibandingkan posisi penutupan terakhir indeks Hang Seng di 25.633,21.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini masih rawan terkoreksi meski berpeluang menguat, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan terjungkal 4,11% ke level 5.941,07. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange ambles 4,72%.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berisiko turun sering berlanjutnya aksi jual asing, di tengah rendahnya kepercayaan investor asing kepada kebijakan pemerintah.
Secara teknikal indeks berpeluang kembali ke 6.000, namun jika gagal menembus levei tersebut IHSG bersiko turun lebih dalam ke bawah 5.850.
Analis Indo Premier berpendapat, aksi jual yang kemarin menjatuhkan IHSG ke level terendah sejak Juni 2021, mencerminkan pasar yang secara bersamaan memperhitungkan berbagai risiko, mulai dari kekhawatiran fiskal, potensi penurunan peringkat kredit, ketidakpastian kebijakan komoditas, hingga pelemahan rupiah ke rekor terendah.
Secara historis, pasar yang turun sedalam dan secepat ini akibat akumulasi sentimen negatif sering kali lebih dekat ke titik dasar ( bottom ) dibandingkan melanjutkan penurunan dengan intensitas yang sama.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah setelah aksi ambil untung di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember meningkat signifikan. Beige Book the Fed memperlihatkan aktivitas ekonomi AS meningkat dan kondisi ketenagakerjaan relatif stagnan.
Sektor teknologi dan keuangan menjadi penekan utama, sementara sektor energi menguat. Indeks S&P Software & Services terperosok 4%. Enam dari "Magnificent Seven" melemah. Meta Platforms melompat 4,2%. Saham semikonduktor tetap perkasa berkat optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI). Marvell Technology, Intel, Qualcomm, dan Sandisk meloncat 3,7% hingga 6,7%. Indeks saham chip melaju 1,4%. GameStop melesat 6%
- Dow Jones Industrial Average merosot 1,21% ke 50.687,07.
- S&P 500 melorot 0,74% ke posisi 7.553,72.
- Nasdaq Composite drop 0,89% ke level 26.853,98.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir melemah, tertekan peningkatan ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap industri private markets . Lonjakan harga minyak memperbesar risiko inflasi dan menambah tekanan terhadap perekonomian Eropa yang bergantung pada impor energi. Rencana tarif baru Trump, hingga 12,5% terhadap impor dari 60 negara, termasuk Uni Eropa, turut menekan pasar.
Indeks STOXX 600 melorot 0,66% ke 621,19. Sektor jasa keuangan (-2,4%) menjadi penekan utama indeks. Saham Partners Group rontok 16,3% akibat pembatasan penarikan dana investor memicu gelombang penarikan dana dari berbagai produk investasi private markets . Indeks sektor ritel Eropa melaju 1%, didukung saham B&M European Value Retail (+14,6%) dan Inditex (+1,5) berkat kinerja penjualan yang kuat. Saham pemasok komponen otomotif, Valeo melejit 18,4%. AkzoNobel rontok 17,2%.
- DAX Jerman merosot 1,31% ke level 24.795,94.
- FTSE 100 Inggris turun 0,40% menjadi 10.332,30.
- CAC Prancis melorot 0,71% ke posisi 8.150,42.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memperkuat permintaan aset safe-haven dolar AS. AS menuding Iran meluncurkan rudal balistik ke sejumlah negara tetangga, meski gagal mencapai sasaran. AS membalas dengan menyerang Pulau Qeshm di Iran. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,22% menjadi ke 99,516.
Yen melemah hingga kembali menembus level psikologis 160 yen per dolar. Otoritas Jepang kembali memberi peringatan lisan, memicu spekulasi kemungkinan intervensi baru di pasar valuta asing. Gubernur Bank of Japan mengisyaratkan peluang kenaikan suku bunga jika risiko inflasi terus meningkat. Euro, poundsterling, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru juga melemah terhadap dolar AS.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1605 | 0.00 | 0.07% | 7:26 PM |
Yen (USD-JPY) | 159.95 | 0.12 | 0.08% | 7:26 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3421 | 0.00 | 0.02% | 7:26 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,966.50 | 127.50 | 0.71% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.7782 | 0.02 | 0.22% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 3/6/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup naik sekitar 2%. Ketegangan antara Iran dan AS kembali meningkat. Pasar khawatir konflik yang meluas dapat mengganggu pasokan energi global, terutama melalui Selat Hormuz. Perundingan diplomatik Iran-AS belum menunjukkan kemajuan berarti, sehingga premi risiko minyak tetap tinggi. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan komunikasi dengan AS belum terputus, namun negosiasi belum menghasilkan kemajuan.
Peringatan IEA tentang menipisnya persediaan minyak global menjelang puncak permintaan musim panas turut menopang harga. Stok minyak mentah AS turun 8 juta barel, jauh lebih besar dari perkiraan analis yang hanya 4 juta barel. Kombinasi risiko geopolitik, ancaman gangguan pasokan, dan penurunan persediaan mendorong reli harga minyak berlanjut.
- Harga Brent berjangka melonjak 1,89% ke USD97,81 per barel.
- Harga WTI berjangka melompat 2,41% ke USD96,02 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir turun sekitar 1%. Pasar memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi lebih lama akibat risiko inflasi. Eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Penguatan dolar AS selama tiga hari berturut-turut turut juga menekan daya tarik emas bagi investor global.
Sejumlah pejabat The Fed mengisyaratkan belum perlunya pelonggaran kebijakan, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga. Investor kini menanti data nonfarm payrolls AS yang dapat menjadi petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. Harga logam mulia lainnya; perak spot anjlok 2,2% ke USD73,40 per ounce, platinum dan paladium ambles 3,5% ke USD1.868,58 dan USD1.321,97.
- Harga emas di pasar spot melorot 1% ke USD4.440,99 per ounce.
- Harga emas berjangka AS merosot 1,2% ke USD4.466,90 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)
,