- STOXX 600 naik 0,52% dan mencetak rekor tertinggi baru.
- Saham otomotif melemah, dipimpin BMW yang anjlok 8,3%.
- Investor menanti kesepakatan damai AS-Iran dan keputusan the Fed.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa menguat pada akhir sesi Rabu, meski investor masih bersikap hati-hati sambil menunggu rincian kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran serta arah kebijakan moneter Federal Reserve. Kenaikan pasar tertahan oleh pelemahan tajam saham sektor otomotif setelah BMW memangkas proyeksi kinerja tahunannya.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,52% atau 3,31 poin menjadi 639,31, menandai penguatan selama lima sesi perdagangan berturut-turut, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Rabu (17/6) atau Kamis (18/6) dini hari WIB.
Bursa regional utama berakhir variatif. Indeks DAX Jerman menguat 0,10% atau 24,26 poin jadi 24.934,67, FTSE 100 Inggris naik 0,14% atau 14,40 poin ke posisi 10.508,61 sedangkan CAC Prancis melemah 0,20% atau 16,48 poin menjadi 8.430,79.
Kejatuhan harga minyak sejak diumumkannya kesepakatan antara Amerika dan Iran turut mendorong indeks acuan Eropa STOXX 600 mencapai rekor tertinggi baru.
Namun, sektor otomotif menjadi pemberat utama pasar. Indeks saham otomotif Eropa merosot 3,3%, mencatat penurunan harian terbesar dalam hampir satu bulan terakhir. Saham BMW anjlok 8,3% setelah produsen mobil premium asal Jerman itu memangkas proyeksi laba tahunannya akibat lemahnya permintaan di pasar China serta dampak perang antara Amerika dan Iran.
Analis Citigroup, Beata Manthey, mengatakan pihaknya masih mempertahankan rekomendasi "underweight" terhadap sektor otomotif. Menurut dia, prospek laba industri otomotif masih menghadapi tantangan yang berat karena dipengaruhi faktor-faktor yang lebih luas dan bersifat struktural.
Survei terpisah juga menunjukkan jumlah pemasok otomotif Jerman yang memperkirakan kondisi bisnis akan memburuk dalam satu tahun ke depan kini lebih banyak dibandingkan pelaku industri yang optimistis terhadap prospek sektor tersebut.
Di sisi lain, saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi penopang utama penguatan STOXX 600. Sektor ini melompat 1,9% dan mencatat kenaikan selama lima sesi berturut-turut, yang merupakan reli terpanjang sejak awal Januari.
Saham teknologi juga tampil positif dengan lonjakan 1,5%. Saham Aixtron melambung 6,7%, sedangkan BE Semiconductor dan ASML masing-masing menguat sekitar 4%. Sementara itu, saham sektor pertahanan naik 0,5%.
Pelaku pasar global tetap berhati-hati menjelang penandatanganan perjanjian damai antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung Jumat. Sikap waspada muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan baru tersebut belum final dan perang dapat kembali dilanjutkan apabila dirinya tidak puas terhadap hasil perundingan.
Di tengah perkembangan tersebut, Barclays menjadi perusahaan sekuritas terbaru yang menutup posisi "underweight" pada saham-saham Eropa dan menaikkan target indeks STOXX 600 menjadi 670 dari sebelumnya 620.
Fokus investor selanjutnya tertuju pada keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan pada hari yang sama. Meski suku bunga diperkirakan tetap dipertahankan, perhatian pasar akan tertuju pada komentar Chairman Fed yang baru, Kevin Warsh.
Chief Investment Officer Main Street Research, James Demmert, mengatakan investor perlu beradaptasi dengan gaya komunikasi Chairman Fed yang baru karena periode penyesuaian tersebut dapat memengaruhi pasar. Menurut dia, Warsh kemungkinan akan mengambil pendekatan yang hati-hati dan memantau respons inflasi terhadap penurunan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir.
Di tingkat emiten, produsen implan gigi Straumann melejit 10,8% dan menjadi saham dengan kinerja terbaik di STOXX 600 setelah secara signifikan menaikkan proyeksi laba 2026. Perseroan menyebut peningkatan eksekusi bisnis, pertumbuhan laba di China, dan penurunan tarif sebagai faktor pendorong.
Sementara itu, peritel mobil bekas daring Auto1 melesat 8,4% setelah mengumumkan panduan bisnis jangka panjangnya. Sebaliknya, saham operator telekomunikasi Orange melorot 3,3% setelah Barclays kembali memulai cakupan riset dengan rekomendasi "equal weight" dan menilai proses penciptaan nilai perusahaan masih memerlukan waktu. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin