Bursa Eropa Cetak Rekor Tertinggi, Telko dan Konsumen Redam Tekanan Sektor Kesehatan
Thursday, February 05, 2026       03:22 WIB
  • STOXX 600 cetak rekor, naik tipis 0,03%, ditopang sektor telekomunikasi dan kimia.
  • Sektor kesehatan & teknologi melemah, dipicu anjloknya Novo Nordisk dan kekhawatiran disrupsi AI.
  • Perbankan tertekan, UBS dan Santander turun, sementara saham asuransi Beazley melonjak.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa mencatat level tertinggi sepanjang masa, Rabu, meski penguatannya relatif terbatas. Kenaikan sektor telekomunikasi dan saham konsumer berhasil mengimbangi tekanan dari pelemahan saham perangkat lunak serta aksi jual di sektor kesehatan setelah prospek bisnis Novo Nordisk mengecewakan pasar.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik tipis 0,03% atau 0,19 poin menjadi 618,12, melanjutkan rekor penutupan sesi sebelumnya, ketika perdagangan bergerak fluktuatif sebelum pasar pulih dari tekanan di awal sesi, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Rabu (4/2) atau Kamis (5/2) dini hari WIB.
Bursa regional utama berakhir variatif.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,85% atau 87,75 poin jadi 10.402,34 dan CAC Prancis melompat 1,01% atau 82,66 poin ke posisi 8.262,16, sedangkan DAX Jerman berkurang 0,52% atau 128,55 poin menjadi 24.652,24.
Sektor telekomunikasi memimpin penguatan dengan lonjakan 3,6% dan mencetak level tertinggi dalam delapan tahun terakhir.
Sementara itu, indeks sektor kimia melesat 4,8% dan berada di jalur penguatan harian terbesar sejak Maret 2022. Saham perusahaan farmasi Inggris GSK melambung 6,9% hingga menyentuh level tertinggi dalam 25 tahun setelah CEO baru Luke Miels menyatakan perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan yang lebih kuat serta percepatan pengembangan obat-obatan baru pada fase pertumbuhan berikutnya.
"Set laporan pertama di bawah kepemimpinan Luke Miels mungkin tidak terlalu mencolok, namun itu justru bisa menjadi hal positif. Angkanya cukup solid meski laba sedikit di bawah ekspektasi," ujar Dan Coatsworth, Head of Markets AJ Bell.
Sebaliknya, sektor kesehatan melemah 0,3% akibat anjloknya saham Novo Nordisk. Perusahaan farmasi asal Denmark tersebut merosot 17,2% dan menghapus sekitar USD50 miliar dari kapitalisasi pasarnya setelah memperingatkan bahwa penjualan dan laba akan turun pada 2026. Dampaknya, indeks saham Denmark jatuh 6,7% dan mencatat penurunan harian terdalam sejak Juli 2025.
Tekanan juga berlanjut pada saham teknologi dan perangkat lunak. Investor mencermati potensi dampak peluncuran plug-in untuk Claude Cowork oleh pengembang kecerdasan buatan Anthropic, yang dinilai analis berpotensi mendisrupsi bisnis perangkat lunak secara global. Saham sektor teknologi melorot 2,5%, sementara sektor media melemah 0,7%, memperpanjang penurunan tajam pada sesi sebelumnya.
"Ada ketidakpastian besar terkait kemampuan AI agents, sehingga investor memilih menjauhi saham perangkat lunak sepenuhnya dan nyaris tidak memiliki tempat berlindung," kata Ben Barringer, Kepala Riset Teknologi Quilter Cheviot.
Musim laporan keuangan perbankan turut memberi tekanan. Indeks sektor perbankan Eropa menyusut 1,2%. UBS melaporkan arus keluar dana dari bisnis wealth management di Amerika Serikat dan memperingatkan potensi arus keluar lanjutan setelah kehilangan sejumlah relationship manager. Saham UBS ambles 6,3% meski laba kuartalan melampaui perkiraan analis.
Saham bank terbesar Eropa, Santander, merosot 3,5% setelah mengumumkan rencana akuisisi bank regional AS Webster Financial senilai USD12,2 miliar.
Di luar sektor perbankan, saham perusahaan asuransi Inggris Beazley melejit 6,9% ke level tertinggi sepanjang masa setelah menyepakati ketentuan penawaran akuisisi senilai 8 miliar poundsterling dari perusahaan asuransi Swiss Zurich Insurance. Saham Zurich Insurance juga menguat 3,5%. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin

berita terbaru