AI News - Brilliant Bazaar Pte Ltd membeli 774,155,309 lembar saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk pada 10 September 2026 dengan harga Rp10 per lembar, meningkatkan kepemilikannya menjadi 1,33 miliar lembar atau 5,10%; sekaligus putra Dato` Sri Tahir, Jonathan Tahir, menjual 523,357,155 lembar saham yang sama harga, menurunkan kepemilikan menjadi 1,019 miliar lembar atau 3,89%.
Poin Penting
- Brilliant Bazaar beli 774,155,309 lembar saham @ Rp10, kepemilikan naik menjadi 5,10% (1,33 miliar lembar).
- Jonathan Tahir jual 523,357,155 lembar saham @ Rp10, kepemilikan turun menjadi 3,89% (1,019 miliar lembar).
- Sebelum transaksi, Brilliant Bazaar memegang 560,1 juta lembar (2,14%); kini 1,33 miliar lembar.
- Pemegang saham >5% lainnya: JPMCB Na Re-Cathay Life (8,58%), PT Mayapada Karunia (24,16%), PT Mayapada Kasih (12,31%), PT Gatsu Griya Meqatama (8,75%).
Mengapa Brilliant Bazaar Memperbesar Kepemilikan Saham ?
Brilliant Bazaar melakukan pembelian tersebut untuk menyelesaikan utang dengan cara memperoleh kepemilikan saham langsung, kata manajemen dalam keterangan tertulisnya (IQPlus, 15 Sep 2026). Dengan harga Rp10 per lembar, perusahaan menambah 774,155,309 lembar, yang mengangkat total kepemilikannya dari 560,1 juta lembar (2,14%) menjadi 1,33 miliar lembar (5,10%). Langkah ini tidak hanya mengurangi beban utang, tetapi juga memperkuat posisi strategis Brilliant di antara pemegang saham utama, memberi peluang lebih besar dalam pengambilan keputusan korporasi. Karena kepemilikan kini melampaui ambang 5%, Brilliant mendapatkan hak suara yang lebih signifikan pada Rapat Umum Pemegang Saham, yang dapat mempengaruhi kebijakan masa depan bank.
Apa Dampak Penurunan Kepemilikan Jonathan Tahir Terhadap Struktur Pemegang Saham?
Penurunan kepemilikan Jonathan Tahir menurunkan persentasenya dari 5,89% menjadi 3,89% setelah penjualan 523,357,155 lembar saham pada 10 September 2026 (EmitennNews, 15 Sep 2026). Karena kepemilikan di bawah batas 5%, posisi Tahir tidak lagi masuk dalam kategori pemegang saham besar yang biasanya mendapat perlakuan khusus dalam mekanisme voting. Hal ini mengurangi pengaruhnya dalam keputusan strategis dan membuka ruang bagi pemegang saham lain, seperti JPMCB Na Re-Cathay Life dan PT Mayapada Karunia, untuk mengambil peran lebih dominan. Selain itu, penurunan ini menandakan restrukturisasi kepemilikan internal yang dapat memperkecil potensi konflik kepentingan antara keluarga Tahir dan pemegang saham institusional.
Bagaimana Perubahan Kepemilikan ini Mengubah Proporsi Pemegang Saham Besar Lainnya?
Setelah kedua transaksi, proporsi masing-masing pemegang saham besar mengalami penyesuaian relatif meskipun total saham beredar tetap. JPMCB Na Re-Cathay Life tetap memegang 8,58%, sementara PT Mayapada Karunia (24,16%) dan PT Mayapada Kasih (12,31%) tidak berubah, namun porsi relatif mereka meningkat karena penurunan kepemilikan Tahir dan penambahan saham Brilliant Bazaar (Data IQPlus dan EmitennNews, 15 Sep 2026). Secara keseluruhan, saham yang sebelumnya dikuasai oleh dua entitas utama kini tersebar lebih luas, memperkecil konsentrasi kepemilikan di atas 5% dan menurunkan potensi bloc voting tunggal. Bagi investor, perubahan ini menandakan peningkatan diversifikasi kepemilikan, yang dapat menstabilkan dinamika harga saham dan mengurangi volatilitas yang terkait dengan pergerakan saham oleh pemegang besar.
Sumber : AI News