Berbalik Merugi di Kuartal I-2026, Defisit DPUM Meningkat Jadi Rp779,69 Miliar
Thursday, May 07, 2026       08:07 WIB
  • mencatat rugi bersih Rp16,89 miliar pada Kuartal I-2026, berbalik dari laba Rp46,77 juta di periode yang sama tahun lalu akibat lonjakan beban pajak penghasilan
  • Pendapatan turun 33 persen menjadi Rp219,67 miliar, tetapi laba bruto naik 93,8 persen menjadi Rp12,29 miliar karena beban pokok pendapatan berhasil ditekan 35,5 persen
  • Defisit perseroan meningkat menjadi Rp779,69 miliar per Maret 2026, sementara kas dan bank anjlok 46,4 persen menjadi Rp6,01 miliar dan total aset turun menjadi Rp1,14 triliun

Ipotnews - Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk () menderita rugi bersih periode berjalan sebesar Rp16,89 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di Kuartal I-2025 yang bisa meraih laba bersih Rp46,77 juta.
Berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Pandawa Putra Investama ini hanya mampu membukukan pendapatan Rp219,67 miliar atau anjlok 33 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 mencapai Rp327,7 miliar.
Seiring dengan penurunan omzet tersebut, beban pokok pendapatan pun bisa ditekan hingga 35,5 persen (year-on-year) menjadi Rp207,38 miliar. Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 melonjak 93,8 persen menjadi Rp12,29 miliar dari Rp6,34 miliar pada Kuartal I-2025.
Pada periode Januari-Maret 2026, emiten yang sahamnya dimiliki Dana Pensiun Pertamina dan PT Jaminan Kredit Indonesia ini mencatatkan beban usaha (neto) Rp7,67 miliar atau membengkak 48,4 persen (y-o-y), sehingga laba usaha menjadi Rp4,62 miliar atau melonjak 298,3 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025 senilai Rp1,16 miliar.
Sepanjang Kuartal I-2026, emiten milik PT BNI Sekuritas ini mencatatkan beban keuangan (neto) sebesar Rp1,84 miliar atau membengkak 68,8 persen (y-o-y). Dengan demikian, laba sebelum beban pajak yang dicatatkan perseroan menjadi Rp2,78 miliar alias meroket 3.602,2 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp75,09 juta.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp19,67 miliar atau melangit 69.380,7 persen (y-o-y), sehingga menderita rugi bersih periode berjalan sebesar Rp16,89 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di 1Q25 yang meraih laba bersih periode berjalan Rp46,77 juta.
Akibat rugi bersih Rp16,89 miliar tersebut, maka defisit per 31 Maret 2026 menjadi Rp779,69 miliar atau meningkat 2,2 persen dibandingkan dengan akumulasi rugi per 31 Desember 2025 sebesar Rp762,79 miliar. Hingga akhir Kuartal I-2026, jumlah ekuitas tercatat Rp350,64 miliar atau merosot 4,6 persen (year-to-date).
Per 31 Maret 2026, emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Eddy Winata ini mencatatkan total liabilitas Rp787,04 miliar atau bisa ditekan 1,7 persen (y-t-d), sehingga total aset hingga akhir Kuartal I-2026 menjadi Rp1,14 triliun atau menurun 2,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp1,17 triliun.
Hingga akhir Maret 2026, kas dan bank yang dibukukan tersisa Rp6,01 miliar atau anjlok 46,4 persen (y-t-d), sedangkan jumlah piutang usaha pihak ketiga (neto) tetap tinggi sebesar Rp294,62 miliar alias hanya menurun tipis 0,6 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp296,44 miliar.(Budi/AI)

Sumber : Admin
An error occurred.