Bagaimana Mempertahankan Agar Dana Pensiun Tetap Berada di Jalur yang Tepat (Sekali pun Perekonomian Memburuk)?
Wednesday, November 12, 2025       16:21 WIB

Dalam artikel sebelumnya yang berjudul,  5 Tindakan yang Harus Diambil untuk Berjaga-jaga (Jika Perekonomian Memburuk),  kita telah membahas lima tindakan keuangan berikut ini:  (1) Bangun Dana Darurat (Emergency Fund), (2) Pangkas Pengeluaran-Pengeluaran Rutin yang Tidak Wajib (Non-Essential Expenses), (3) Kembangkan Sumber Pendapatan yang Beragam , (4).Lunasi Utang Berbunga Tinggi, dan (5) Diversifikasi Investasi.  
Dalam artikel kali ini, kita akan meninjau beberapa tindakan keuangan yang dapat Anda pakai untuk mempertahankan supaya Dana Pensiun milik Anda tetap berada pada jalur yang benar (sekali pun kondisi ekonomi memburuk):
(1) Menggunakan semangat kewiraswastaan dalam mengumpulkan tabungan dana pensiun
Tidak semua orang memiliki semangat kewiraswastaan ( entrepreneurship ), sama seperti tidak semua orang memiliki kecerdasan untuk mencapai puncak karir sebagai karyawan. Jika Anda sekarang telah berusia 40 tahun, kemungkinan besarnya adalah Anda telah atau sedang menapaki jalur menuju puncak karir Anda. Pada saat itu, penghasilan Anda sedang berada di puncaknya.
Jika Anda memang ingin mencoba mewujudkan mimpi Anda untuk berwiraswasta, mungkin sekarang adalah saatnya. Anda dapat memulai berwiraswasta (tanpa harus melepaskan pekerjaan utama di kantor yang memberikan penghasilan utama).
Kondisi transisi ini memang tidak mudah, tetapi sisi positifnya adalah Anda akan memiliki tambahan penghasilan; dan jika bisnis Anda ada pada sektor riil, maka bisnis itu juga sekaligus akan merupakan tambahan bagi Dana Pensiun Anda. Anda mungkin ingin berwiraswasta dengan membuka usaha peternakan ayam eksotis, peternakan ikan hias yang langka, pertanian sayur hidroponik, perkebunan buah-buahan tropis, atau pertanian tanaman anggrek langka (silahkan tulis sendiri bisnis yang Anda suka).
(2) Memaksimalkan Dana Pensiun dengan membuka Tabungan Dana Pensiun Pribadi
Sebagai karyawan Perusahaan, kita semua memiliki tabungan Dana Pensiun wajib dalam bentuk JHT (Jaminan Hari Tua) yang dipotong langsung dari gaji kita setiap bulan oleh Perusahaan pemberi kerja. Karena sifatnya wajib, besarnya simpanan atau tabungan dalam JHT telah ditentukan oleh pemerintah sebagai penyelenggara JHT itu.
Jika kita ingin memiliki tabungan dana pensiun yang lebih besar daripada JHT, maka tabungan dana pensiun wajib ini dapat diperbesar dengan tabungan Dana Pensiun pribadi (suka rela) melalui akun TDPP (Tabungan Dana Pensiun Pribadi).
Catatan: di US tabungan Dana Pensiun wajib dikenal dengan  rule 401(k) , sedangkan tabungan Dana Pensiun sukarela dikenal dengan nama IRA ( Individual Retirement Account ).
Jika Anda saat ini hanya memiliki tabungan Dana Pensiun wajib dalam JHT, maka Anda harus tahu bahwa dana pensiun yang Anda kumpulkan itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan minimum Anda pada waktu pensiun. Jika Anda ingin pensiun dengan nyaman, maka Anda wajib membuka akun Dana Pensiun sukarela ( TDPP ). TDPP dapat berupa akun Reksadana konvensional, akun reksadana Bursa (ETF), dan akun saham-saham (atau obligasi jika Anda memiliki Dana Pensiun yang sangat besar).
(3) Menyesuaikan Portofolio Investasi untuk mengoptimalkan pertumbuhan Dana Pensiun
Jika Anda sudah membuka TDPP (Tabungan Dana Pensiun Pribadi), secara berkala Anda harus menyesuaikan alokasi aset yang ada dalam TDPP itu. Proses penyesuaian alokasi aset ini disebut  rebalancing . Misalkan alokasi aset mula-mula berdasarkan profil resiko Anda adalah 50% pada instrumen ekuitas dan 50% pada instrumen berpendapatan tetap.
ika aset dalam TDPP Anda ada dalam reksadana saham 50% dan reksadana berpendapatan tetap 50%, maka setelah satu tahun,  mungkin  bobot reksadana saham telah menjadi 70% dan bobot reksadana pendapatan tetap tinggal 30%. Tindakan mengembalikan bobot (komposisi) portofolio ini ke bobotnya semula, berdasarkan profil resiko Anda, disebut  rebalancing .
Ketika usia Anda semakin mendekati usia pensiun, Anda mungkin ingin mengurangi banyaknya investasi di dalam instrumen-instrumen yang beresiko tinggi seperti saham-saham, dan lebih bayak berinvestasi di dalam instrumen investasi yang lebih aman seperti obligasi, dan pasar uang (SBI). Hal ini terjadi karena sekarang Anda hanya memiliki waktu yang terbatas untuk mengembalikan kerugian ( recover ) dari turunnya harga saham-saham.
(4) Membuat rencana penarikan Dana Pensiun di masa yang akan datang
Perencanaan pensiun bagi orang Indonesia (dan orang-orang Asia pada umumnya) kadang-kadang lebih rumit daripada perencanaan pensiun yang kita pelajari dari buku-buku teks dari negara-negara Barat. Misalnya, bagi orang-orang Barat, urusan pendidikan anak umumnya hanya menjadi tanggungan orang tua sampai dengan anak berusia 18 tahun saja.
Selanjutnya, pilihan ada pada anak itu sendiri. Jika seorang anak ingin melanjutkan kuliah ke universitas, maka anak dapat mengambil pinjaman pelajar ( Student Loan ) yang harus dikembalikannya setelah lulus kuliah nanti.
Demikian pula untuk urusan pesta pernikahan seorang anak, umumnya biaya pernikahan seorang anak di Indonesia masih menjadi tanggungan (sebagian atau seluruhnya) orangtua. Bahkan, biaya pembelian rumah untuk anak di Indonesia biasanya masih ditanggung (sebagian atau seluruhnya) oleh orangtua.
Oleh karena itu, sebagai orangtua, dalam urusan Dana Pensiun ini ada banyak hal yang masih harus Anda pikirkan di samping penarikan dana untuk kebutuhan masa pensiun Anda sendiri. Untuk kebutuhan pensiun Anda, hal utama yang harus Anda pikirkan, di samping biaya hidup sehari-hari, adalah biaya Perawatan Kesehatan ( Health Care ).
Biaya Perawatan Kesehatan ( Health Care ) ini sering terlewatkan karena perencanaan pensiun dilakukan pada saat fisik Anda masih kuat. Untuk mengatasi masalah biaya perawatan kesehatan yang cenderung terus naik (di atas angka kenaikan inflasi), kami menganjurkan untuk membeli asuransi rawat inap ( in-patient ) seumur hidup pada waktu Anda masih berusia cukup muda (preminya relatif lebih rendah).
 Oleh: Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS