Bagaimana Membuat Perencanaan Pendapatan Masa Pensiun Berjalan Sesuai Rencana?
Monday, July 07, 2025       19:05 WIB

Artikel ini akan membahas tentang bagaimana membuat pendapatan masa pensiun ( retirement income ) berjalan sesuai rencana. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul adalah seperti ini: (1) Berapa banyak Dana Pensiun yang dapat ditarik setiap tahun selama masa pensiun? (2) Apakah Dana Pensiun akan tetap ada selama kita hidup? (3) Bagaimana jika dalam masa pensiun kebutuhan-kebutuhan berubah, atau harga-harga di pasar modal (saham dan obligasi) berubah?
Perencanaan keuangan yang baik akan membuat Dana Pensiun yang kita tabung cukup untuk membiayai selama kita masih hidup. Kuncinya adalah bagaimana mengubah tabungan Dana Pensiun itu menjadi aliran dana bulanan yang tetap, sama seperti kita menerima gaji bulanan sewaktu kita masih aktif bekerja.
Kita telah membuat perkiraan biaya-biaya yang akan terjadi selama masa pensiun. Kita juga telah mempunyai tabungan Dana Pensiun yang jumlahnya cukup untuk menutupi semua biaya pada masa pensiun. Persoalannya sekarang adalah bagaimana mengubah tabungan Dana Pensiun itu menjadi pendapatan pada masa pensiun yang tetap ( steady flow of retirement income stream ).
Dana Pensiun (di sini saya ambil contoh untuk karyawan) umumnya akan terdiri dari JHT (Jaminan Hari Tua) yang berupa uang tunai, TDPP (Tabungan Dana Pensiun Pribadi atau IRA =  Individual Retirement Income ) yang berupa harta-harta tak berwujud seperti reksadana atau saham-saham individual. Kemudian, Anda juga dapat memiliki tabungan Dana Pensiun berupa sertifikat tanah dan bangunan, dan tabungan harta berwujud seperti emas batangan dan emas perhiasan, dan lain lain.
Memiliki Dana Pensiun berupa dana tunai (misalnya JHT), atau harta tak berwujud ( intangible assets ) seperti reksadana dan saham-saham (misalnya TDPP atau IRA), memang sangat memudahkan kita untuk menghitung jumlah Dana Pensiun yang kita miliki pada setiap saat. Kita juga dapat dengan mudah melakukan penarikan Dana Pensiun dalam jumlah kecil untuk membiayai kebutuhan bulanan kita.
Tetapi, seperti yang telah kita bicarakan dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya, menyimpan tabungan Dana Pensiun kita seluruhnya dalam bentuk tunai dan harta tak berwujud ( intangible assets ) bukanlah hal yang bijaksana. Harta tunai akan mudah tergerus nilainya oleh inflasi, dan harta tak berwujud ( intangible assets ) nilainya dapat berubah dengan cepat oleh karena hal-hal tertentu yang mempengaruhi kondisi keuangan emiten (misalnya kebangkrutan dari emiten saham, atau kasus gagal bayar oleh emiten obligasi).
Dengan lain, kita harus melakukan diversifikasi tabungan Dana Pensiun, tidak hanya pada saham-saham dan obligasi saja, tetapi juga pada aset-aset berwujud seperti properti (tanah dan bangunan) dan emas batangan (atau emas perhiasan).
Di sini kami terangkan lima langkah untuk membuat pendapatan masa pensiun Anda berjalan dengan baik sesuai rencana.
(1) Hitung perkiraan biaya-biaya pada Masa Pensiun
Pertama-tama, ketia Anda pensiun, Anda harus teliti menghitung semua biaya-biaya yang akan terjadi selama masa pensiun. Biaya-biaya seperti ongkos transportasi untuk pergi dan pulang kantor akan hilang. Biaya-biaya lain, seperti ongkos membeli pakaian kerja dan biaya untuk bersosialisasi juga akan sangat berkurang. Tetapi, biaya-biaya yang berbeda, seperti biaya untuk melakukan perjalanan ( travelling ) dan biaya pemeliharaan Kesehatan akan jauh meningkat lebih besar.
Anda tidak dapat dengan serta merta mengambil kesimpulan bahwa biaya-biaya pada masa pensiun hanyalah 80% dari biaya-biaya sewaktu Anda masih aktif bekerja.
(2) Hitung Pendapatan ( income ) pada Masa Pensiun
Sekarang, Anda harus menghitung berapa pendapatan pada masa pensiun. Jika setelah pensiun, Anda benar-benar berhenti bekerja, maka seluruh pendapatan dari investasi (bunga deposito, bunga obligasi, dividen saham, dan pendapatan sewa rumah (properti)), harus bisa menutupi semua biaya-biaya yang akan terjadi. Kekurangannya, jika ada, harus diambil dari penarikan Dana Pensiun yang ada.
(3) Tentukan berapa banyak dana Pensiun yang akan Ditarik dalam Setahun
Anda mungkin telah pernah mendengar tentang aturan penarikan Dana Pensiun sebesar 4% ( rule 4% ). Aturan penarikan dana pensiun sebesar 4% ini kami anggap masih lebih baik daripada sekadar membatasi penarikan Dana Pensiun pada angka 80% biaya-biaya rutin yang dikeluarkan sewaktu masih aktif bekerja. Aturan penarikan Dana Pensiun sebesar maksimum 4% akan menjaga bahwa Dana Pensiun Anda akan tetap tersedia selama paling tidak 25 tahun sejak Anda pensiun.
Tetapi, aturan penarikan Dana Pensiun sebanyak 4% per tahun, yang banyak direkomendasikan oleh para perencana keuangan pun masih harus dipakai secara berhati-hati.  Pertama , tabungan Dana Pensiun Anda tidak seluruhnya berbentuk reksadana (ekuitas), dan pasar modal Indonesia tidaklah sama dengan pasar modal di AS yang menjadi dasar dibuatnya aturan tersebut.
 Kedua , sebagian tabungan Dana Pensiun Anda disimpan dalam bentuk aset berwujud (properti) yang tidak likuid dan tidak dapat dipecah-pecah dijual menjadi bagian-bagian yang kecil. Ketiga, khusus untuk Anda yang pensiun dini atau pensiun dipercepat ( early retirement ), melakukan penarikan dana lebih awal, pada usia yang lebih muda, tentu akan menyebabkan Dana Pensiun Anda yang terkumpul lebih sedikit. Sebaliknya, Dana Pensiun Anda akan diambil untuk waktu yang lebih lama daripada seandainya Anda pensiun pada usia pensiun normal.
Kemudian, aturan penarikan Dana Pensiun sebesar 4% telah mengasumsikan bahwa sesorang hanya akan hidup sampai maksimal usia 100 tahun, dan bahwa Dana Pensiunnya akan bertahan selama 4% x 100 tahun = 25 tahun saja.
(4) Sesuaikan Penarikan Dana atau Portofolio dana pensiun bilamana perlu
Persoalan sering muncul di sini. Pada saat pensiun, uang tunai yang diterima dari JHT (Jaminan Hari Tua) seringkali telah diubah menjadi investasi lain (atau, lebih buruk lagi, telah dibelikan mobil baru, atau dibelanjakan untuk perbaikan rumah, dan lain-lain). Jika Anda masih memiliki TDPP (Tabungan Dana Pensiun Pribadi) berupa reksadana, Anda mungkin ingin mengambil kekurangan itu dari sana.
Tetapi, Anda harus memilih, reksadana yang mana yang akan dijual (reksadana ekuitas ataukah reksadana berpendapatan tetap). Jika tabungan Dana Pensiun Anda berbentuk properti (sertifikat tanah dan bangunan), keadaannya akan lebih sulit lagi, karena tanah dan bangunan tidak dapat diambil dalam jumlah kebil-kecil tetapi harus dijual sekaligus seluruhnya.
(5) Bersiap-siap juga jika terjadi Hal tak Terduga
Perubahan tidak dapat dihindari. Jarang sekali terjadi perubahan-perubahan itu menguntungkan pemilik Dana Pensiun yang tidak melakukan apa-apa. Jangan pula hanya berharap bahwa pemerintah akan melakukan segala hal yang mungkin untuk menghindarkan kerugian terjadi pada pemilik Dana Pensiun. Hal yang harus dilakukan pemiliki Dana Pensiun adalah tetap terdiversifikasi pada setiap saat.
Misalnya Anda memiliki sebagian besar Dana Pensiun dalam bentuk tunai (dari JHT), jangan mengubah investasi JHT itu menjadi investasi emas pada saat setelah harga emas telah melambung tinggi. Kalau Anda telah berinvestasi di TDPP (Tabungan Dana Pensiun Pribadi atau IRA=Individual Retirement Account), Anda tidak perlu merubah investasi reksadana ini menjadi investasi pada saham-saham secara langsung.
Demikian pula, jika Anda telah berinvestasi pada properti (tanah dan bangunan), Anda tidak perlu mengubah investasi ini menjadi investasi pada aset keuangan ( intangible aset ) hanya karena Anda mendengar kabar bahwa Indeks Bursa akan naik tinggi. Saat pensiun adalah saat di mana Anda menikmati hasil daripada usaha yang telah Anda tanam sebelumnya. Saat pensiun bukan saat untuk memulai investasi baru yang berpotensi besar untuk merugikan Anda.
 Oleh: Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS