Bagaimana Cara Mencapai Kondisi Keuangan yang Ideal?
Friday, July 25, 2025       11:08 WIB

Dalam artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana mencapai kondisi keuangan yang ideal. Mencapai kondisi keuangan yang ideal dapat dipersamakan dengan mencapai kondisi fisik yang fit. Untuk mencapai kondisi fisik yang fit kita harus rajin berolahraga, memperhatikan pola makan, dan juga istirahat (tidur) yang cukup/ teratur.
Untuk mencapai kondisi keuangan yang ideal, tidak berarti kita harus sudah mencapai semua cita-cita keuangan yang kita harapkan. Kondisi keuangan yang ideal adalah kondisi keuangan di mana kita masih memiliki sasaran keuangan yang belum kita capai, tetapi kita telah berada dalam jalur yang tepat untuk suatu saat mencapai sasaran-sasaran keuangan yang kita tuju.
Misalnya, sasaran keuangan yang ingin kita capai adalah mengumpulkan Dana Pensiun yang cukup untuk membiayai kehidupan pada masa pensiun yang nyaman. Ini merupakan sasaran jangka panjang yang baru akan terlihat hasilnya dalam jangka waktu, katakanlah, lima belas atau dua puluh tahun.
Orang yang telah mencapai kondisi keuangan yang ideal, sejatinya telah berada pada jalur yang tepat. Artinya, ia telah memiliki rencana keuangan yang pasti, telah mulai menabung atau berinvestasi sesuai dengan rencana keuangannya, telah memiliki Dana Cadangan untuk menutupi biaya-biaya akibat kejadian-kejadian tak terduga, dan memiliki pertanggungan asuransi yang cukup untuk risiko besar yang tidak dapat ditutupi dengan Dana Cadangan.
Di bawah ini, kami sajikan tujuh tindakan yang perlu Anda pertimbangkan untuk mencapai kondisi keuangan yang ideal.
1. Ketahui posisi keuangan Anda saat ini
Sebelum memulai tindakan keuangan apa pun, kita harus mengetahui lebih dahulu di mana posisi keuangan kita berada. Posisi keuangan kita saat ini dapat diketahui dengan membuat laporan keuangan  pro-forma  (sementara), yaitu laporan neraca pribadi ( personal balance sheet ) dan laporan pendapatan dan pengeluaran bulanan ( personal income statement ).
Menyusun laporan neraca pribadi dapat dimulai dengan membuat daftar semua aset yang kita miliki saat ini (rumah, mobil, investasi, dan lain-lain). Kita hanya perlu mencatat semua aset kebendaan ( tangible assets ), sedangkan aset yang bukan aset kebendaan ( intangible assets ) seperti biaya pendidika S-2 yang mahal tidak perlu dicatat.
Kemudian, dalam laporan neraca pribadi, kita juga perlu mencatat semua jumlah kewajiban (utang) yang ada. Utang pembelian rumah (KPR), utang pembelian kendaraan (KKB), utang kartu kredit (KK) atau utang dari kredit tanpa agunan (KTA), dan utang lainnya juga harus dicatat.
Dari sini, akan terlihat bahwa jika ada aset tidak berwujud ( intangible assets ) yang diperoleh dari berutang, maka posisi keuangan kita menjadi sangat rawan karena muncul utang tetapi tidak diimbangi dengan peningkatan nilai aset.
Kemudian, setelah mengetahui posisi neraca pribadi, kita perlu membuat laporan laporan pendapatan-pengeluaran bulanan ( personal income statement ). Pendapatan (gaji) Anda setiap bulan seharusnya lebih besar dari pada pengeluaran Anda. Tetapi, ada kalanya pada bulan-bulan tertentu terjadi jumlah pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.
Jika pendapatan lebih kecil daripada pengeluaran, maka kekurangan itu harus ditutup dari Dana Cadangan ( Reserve Fund ), dari likuidasi investasi yang ada, atau dari tambahan utang baru.
2. Tetapkan hanya sasaran-sasaran keuangan yang dapat dicapai
Setelah mengetahui posisi keuangan kita, sekarang kita akan melangkah maju untuk menetapkan sasaran-sasaran keuangan yang akan kita capai di kemudian hari. Anda mungkin memiliki sasaran keuangan jangka pendek seperti memiliki Dana Cadangan sebanyak sembilan bulan pengeluaran rutin, atau menabung untuk biaya kuliah anak Anda lima tahun dari sekarang, atau untuk mempersiapkan masa pensiun Anda dalam lima belas tahun.
Anda perlu menyusun hanya sasaran-sasaran keuangan yang dapat dicapai. Jadi, Anda tidak boleh memasukkan sasaran keuangan yang sifatnya abstrak (tidak dapat dikuantifikasi) seperti menjadi orang kaya sebelum tua, atau untuk sukses sebelum berusia tiga puluh tahun.
Dengan hanya menetapkan sasaran-sasaran yang dapat dicapai, Anda sekarang dapat mulai menyusun langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai sasaran-sasaran keuangan tersebut. Jika Anda membuat sasaran-sasaran keuangan secara tertulis, Anda juga akan dapat mengetahui kemajuan Anda dalam pencapaian sasaran keuangan yang Anda buat.
3. Ketahui kemana uang gaji dibelanjakan
Langkah berikutnya setelah mengetahui posisi keuangan dan menetapkan sasaran-sasaran keuangan yang ingin dicapai adalah mengetahui ke mana uang gaji kita dibelanjakan setiap bulan. Banyak orang yang memiliki gaji yang besar tetapi selalu merasa kekurangan uang pada akhir bulan.
Tujuan kita mengetahui ke mana uang gaji dibelanjakan setiap bulan adalah untuk menetapkan suatu jumlah tabungan yang dapat disimpan secara tetap. Jika Anda telah dapat menetapkan suatu jumlah yang sewajarnya dapat Anda tabung setiap bulan, selanjutnya adalah menjadikan jumlah tabungan itu sebagai pengeluaran dengan prioritas tertinggi setiap bulan. Dengan cara itu, target jumlah tabungan yang ingin Anda capai setiap bulan akan terlaksana.
4. Terus berusaha untuk mengurangi utang
Jika Anda masih memiliki utang yang belum lunas, maka untuk mencapai kondisi keuangan yang ideal, Anda harus terus berusaha mengurangi jumlah utang yang ada. Anda dapat mulai dari utang-utang jangka pendek yang berbunga tinggi, lalu berlanjut ke utang jangka menengah, dan akhirnya melunasi utang jangka panjang. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah setelah melunasi utang Anda tidak boleh berutang kembali.
5. Terus berusaha untuk menambah jumlah tabungan
Berutang mungkin tidak dapat dihindari, tetapi kita harus selalu berusaha untuk mengurangi jumlah utang yang ada. Terutama utang-utang yang berbunga tinggi. Salah satu cara yang dapat Anda coba adalah memperbesar Dana Cadangan yang ada.
Kalau tadinya Anda merasa cukup dengan memiliki Dana Cadangan (Reserve Fund) sebesar 6 (enam) bulan pengeluaran rutin, cobalah sekarang untuk menambah Dana Cadangan itu menjadi sembilan bulan atau dua belas bulan pengeluaran rutin. Misalnya, dengan cara menyimpan bonus tahunan ke dalam Dana Cadangan, dan tidak menggunakan bonus itu untuk jalan-jalan.
Dengan memperbesar Dana Cadangan, jika ada kebutuhan tiba-tiba, Anda sebenarnya telah meminjam dari diri sendiri (tanpa beban biaya bunga).
6. Terus meningkatkan pengetahuan investasi
Dunia keuangan (investasi) terus berubah. Untuk mencapai kondisi keuangan yang ideal, Anda tidak cukup lagi hanya mengetahui tentang produk tabungan atau deposito. Tetapi, bukan berarti bahwa Anda harus buru-buru mengikuti semua  trend  investasi terbaru (yang muncul dan pergi), seperti misalnya investasi crypto, investasi robot trading, atau investasi derivatif lainnya yang tidak Anda mengerti.
Jika suatu jenis investasi tidak Anda mengerti, janganlah Anda berinvestasi di dalamnya. Anda mungkin akan ditertawakan karena dianggap ketinggalan berita investasi terbaru ( trend ). Biarkan saja. Berinvestasi adalah untuk mendapatkan keuntungan, bukan menjadi yang pertama mengadopsi suatu  trend  investasi baru.
Pengalaman saya pribadi, saya pernah ditertawakan  sales  yang berusaha menjual produk robot trading karena saya bilang tidak mengerti sampai tiga kali. Setelah dijelaskan berkali-kali dan saya jadi mengerti, saya malah tidak ingin membeli produk robot trading itu. Karena robot trading pada dasarnya adalah produk derivatif.
Produk derivatif berusaha mempertemukan  hedger  ( corporate ) dengan  speculator  (individual). Sebagai individual, saya bukan  speculator , tetapi pemodal. Lebih tepat lagi, saya adalah seorang perencana keuangan yang menginginkan masa depan keuangan yang tertata rapi tanpa banyak gejolak.
7. Carilah bantuan jika ada konsep perencanaan keuangan yang belum Anda pahami
Banyak konsep perencanaan keuangan yang masih baru bagi kita. Jangan berkecil hati. Pada dasarnya, perencanaan keuangan bertujuan untuk membuat hidup kita tertata rapi secara keuangan. Artinya, masalah-masalah keuangan yang akan tiba di masa depan telah berusaha diprediksi dengan baik.
Untuk masalah-masalah keuangan yang - jika terjadi - berpotensi berisiko besar, kita telah mempersiapkan diri dengan membeli polis asuransi yang cocok (asuransi jiwa, asuransi kecelakaan diri, asuransi kerugian, dan asuransi kesehatan). Untuk masalah-masalah keuangan yang sering terjadi, tetapi potensi resikonya tidak besar, kita dapat melindungi diri dengan memiliki Dana Cadangan ( Emergency Fund ) yang cukup.
Jika ada konsep-konsep tertentu dalam Perencanaan Keuangan yang belum Anda mengerti, jangan khawatir karena Anda tidak sendiri. Salah satu cara yang dapat Anda pakai (mudah dan gratis) adalah dengan membuka IPOTNEWS dan membaca berbagai artikel tentang perencanaan keuangan yang kami tulis.
Pada saat ini, pengetahuan keuangan ( financial literacy ) tidak harus ribet atau mahal. Asalkan Anda terbuka untuk menerima konsep-konsep baru yang mungkin tidak biasa Anda dengar, IPOTNEWS memberikan pengetahuan tentang kecakapan keuangan ( financial literacy ) secara gratis tanpa ada kewajiban apa pun di sisi pembaca.
 Oleh : Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS