-
BSI (BRIS) Kantongi Izin Jasa Simpanan Emas
Wednesday, November 12, 2025 17:34 WIB
JAKARTA, investor.id- PT Bank Syariah Indonesia Tbk () atau BSI mengungkapkan bahwa pihaknya resmi memperoleh izin bulion jasa simpanan emas.
Perizinan tersebut memungkinkan BSI memiliki tiga kegiatan usaha bulion yakni Simpanan Emas, Perdagangan Emas dan Penitipan Emas. Izin sebagai Bank dengan jasa simpanan emas diperoleh pada 10 November 2025.
Sebagai informasi, jasa Simpanan Emas adalah penyimpanan emas oleh nasabah di bank di mana emas dapat disalurkan dalam skema pembiayaan emas (gold-to-gold) dan atau perdagangan emas.
Adapun Penitipan Emas merupakan jasa penitipan oleh nasabah di bank di mana bank memperoleh pendapatan berbasis imbal jasa, adapun jasa perdagangan emas adalah transaksi jual beli emas batangan terstandarisasi.
"PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto serta OJK yang telah memberikan izin kepada BSI untuk menjalankan Kegiatan Usaha Bulion, dan BSI berhasil mencatat pertumbuhan bisnis emas yang signifikan, didukung oleh peningkatan jumlah nasabah dan volume transaksi perdagangan emas," demikian keterangan resmi perseroan, dikutip Rabu (12/11/2025).
''Aktivitas bulion ini membuat investasi emas menjadi lebih terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat''. Melalui aplikasi mobile BYOND by BSI, nasabah dapat memiliki emas mulai dari Rp50 ribu atau setara dengan 0,02 gram," kataWakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta pada kegiatan Bullion Connect di Jakarta.
Sejak diluncurkan sampai dengan 30 September 2025, BSI mengungkapkan, layanan bulion menarik minat nasabah cukup tinggi. Hal ini tercermindari jumlah nasabah yang memiliki rekening emas telah menembus angka 200.238 nasabah, tumbuh 94,98% sepanjang tahun (YTD).
Selain itu, penjualan emas melalui aplikasi BYOND by BSI mencapai 1,06 ton dan fee based income yang diperoleh sekitar Rp 70 miliar( YtD).
"Pertumbuhan saldo emas naik 159,78% (YTD), dengan total saldo kelolaan emas sebesar 1,15 ton atau setara Rp 2,55 Triliun," ungkap BSI.
Penyelenggaraan kegiatan usaha bulion juga mendorong bisnis bank tumbuh positif di tengah kondisi yang penuh tantangan bagi perbankan. BSI masih mencatatkan pertumbuhan laba bersih positif saat perbankan lain termasuk bank-bank besar mengalami penurunan laba bersih.
Pertumbuhan minat masyarakat terhadap emas batangan juga mendorong total permintaan emas BSI di tahun 2024 naik sebesar +3.64% dibandingkan tahun 2023.
"Banyak peluang untuk mengembangkan pasar emas Indonesia, karena permintaan emas per kapita konsumen merupakan yang terendah di Asia Tenggara, yaitu hanya 0,17 gram per orang," kata Bob.
"Pengembangan layanan bullion ini sejalan dengan ekosistem emas di BSI di mana di dalamnya terdapat gadai dan cicil emas dengan pertumbuhan yang sangat pesat," tambahnya.
Sumber : investor.id