- Dana kelolaan Rp900,7 triliun siap dialokasikan ke saham berfundamental kuat.
- Langkah ini sejalan dengan rencana BEI menaikkan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15%.
- Target porsi investasi saham ditingkatkan hingga 25% pada 2028.
Ipotnews - BPJS Ketenagakerjaan menyatakan kesiapan untuk meningkatkan investasi di pasar saham domestik di tengah tekanan tajam yang melanda bursa. Hal ini disampaikan Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan pada Rabu, seiring rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandakan batas minimum saham beredar bebas (free float).
Sebagai salah satu investor institusi terbesar di Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan mengelola aset sebesar Rp900,7 triliun (sekitar US$53,69 miliar). Edwin mengatakan pihaknya siap menyerap sebagian saham baru yang diterbitkan, khususnya dari emiten dengan fundamental yang kuat.
Langkah ini muncul setelah sekitar US$120 miliar kapitalisasi pasar saham Indonesia tergerus sejak MSCI bulan lalu memperingatkan potensi penurunan status Indonesia menjadi pasar frontier. Peringatan tersebut dipicu kekhawatiran atas transparansi data kepemilikan saham dan praktik perdagangan di pasar domestik.
Sebagai respons atas kekhawatiran MSCI , Indonesia berencana menaikkan batas minimum free float secara bertahap menjadi 15% dari posisi saat ini 7,5%. Kebijakan ini merupakan bagian dari paket reformasi pasar untuk meningkatkan transparansi dan likuiditas.
Edwin menegaskan, peningkatan investasi saham juga sejalan dengan strategi jangka panjang BPJS Ketenagakerjaan untuk menaikkan porsi penempatan dana di pasar ekuitas hingga maksimal 25% pada 2028.
"Kami siap masuk pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan valuasi menarik, sesuai dengan mandat investasi dan manajemen risiko yang prudent," ujarnya.(Reuters)
Sumber : Admin