- menuntaskan pengalihan seluruh 91,75 juta saham buyback melalui program ESOP dengan harga Rp4.130 per saham atau senilai sekitar Rp378,92 miliar.
- Pengalihan dilakukan bertahap pada 24-29 Juni 2026 hingga tidak ada lagi sisa saham buyback yang wajib dialihkan.
- Saham tersebut berasal dari program buyback yang disetujui RUPS pada 25 Maret 2025 dan berakhir pada 25 Maret 2026.
Ipotnews - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk () telah menuntaskan pengalihan seluruh 91,75 juta saham hasil pembelian kembali atau buyback melalui program kepemilikan saham oleh karyawan (Employee Stock Ownership Program/ESOP).
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan , Kamis (9/7), seluruh saham tersebut dialihkan dengan harga Rp4.130 per saham. Dengan demikian, nilai pengalihan saham buyback tersebut mencapai sekitar Rp378,92 miliar.
Dalam laporan yang diteken oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, manajemen mengatakan pengalihan saham tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ( POJK ) Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka.
Pengalihan juga mengacu pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri pada 25 Maret 2025.
"Perseroan telah melaksanakan pengalihan atas seluruh saham hasil pembelian kembali saham," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Berdasarkan laporan perkembangan pengalihan saham per 30 Juni 2026, sebelumnya memiliki kewajiban mengalihkan sebanyak 91,75 juta saham buyback dengan harga rata-rata pembelian kembali sebesar Rp4.816 per saham.
Proses pengalihan dilakukan secara bertahap. Pada 24 Juni 2026, mengalihkan 73.361.600 lembar saham, disusul 281.100 lembar saham pada 25 Juni dan 532.600 lembar saham pada 26 Juni 2026.
Selanjutnya, pada 29 Juni 2026, perseroan mengalihkan sisa 17.574.700 lembar saham. Dengan transaksi terakhir tersebut, total saham yang telah dialihkan mencapai 91.750.000 lembar saham dan tidak ada lagi sisa saham buyback yang wajib dialihkan.
Program pembelian kembali saham tersebut sebelumnya memperoleh persetujuan RUPS pada 25 Maret 2025 dan periode buyback berakhir pada 25 Maret 2026. Seluruh saham hasil buyback kemudian dialihkan sebagai bagian dari program kepemilikan saham oleh karyawan atau ESOP .
(Adhitya/AI)
Sumber : admin