- Bank sentral fokus menjaga nilai tukar di tengah gejolak global
- Intervensi dilakukan di pasar spot dan forward domestik maupun offshore
- Kenaikan harga komoditas bisa bantu redam tekanan rupiah
Ipotnews - Bank Indonesia menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Otoritas moneter juga berkomitmen mengoptimalkan penggunaan berbagai instrumen kebijakan untuk meredam tekanan terhadap mata uang.
Deputi Senior Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan bahwa Bank Indonesia akan terus melakukan intervensi secara konsisten dan terukur, baik di pasar spot maupun pasar forward non-deliverable (NDF), baik domestik maupun offshore.
"Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, stabilitas nilai tukar saat ini menjadi prioritas utama Bank Indonesia," ujarnya.
Data menunjukkan dolar AS sempat berada di level Rp17.065 pada awal perdagangan Kamis, masih mendekati rekor tertinggi Rp17.105 yang tercatat pada 7 April.
Destry menambahkan bahwa dampak konflik di Timur Tengah bersifat dua sisi. Di satu sisi, tekanan terhadap rupiah meningkat, namun di sisi lain kenaikan harga komoditas global dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia sebagai negara eksportir, sehingga membantu meredam sebagian tekanan terhadap nilai tukar.(Dow Jones Newswires)
Sumber : Admin